Liputan6.com, Pontianak: Konsulat Malaysia di Pontianak, Kalimantan Barat akhirnya dibuka kembali. Hampir seminggu kantor tersebut ditutup menyusul isu penyerangan warga pedalaman. Demikian ditegaskan Konsul Malaysia di Pontianak Ismail Haji Salam di Pontianak seusai pelantikan Konsorsium Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonseia Serumpun Indonesia-Malaysia-Brunei di Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak, Senin (23/4) siang.
Pada kesempatan tersebut Ismail membantah bahwa pemerintahan Malaysia menutup konsulat. Dia berdalih cuma tak melayani pelayanan umum dengan alasan situasi keamanan tak memungkinkan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pemerintah Malaysia telah mengirimkan utusan khusus untuk menemui kepala Polda Pontianak. Utusan itu akan meminta jaminan keamanan bagi warga Malaysia dan Gedung Konsulat di Pontianak.
Sementara itu, sejak kemarin pagi, aktivitas di Konsulat Malaysia tampak mulai berjalan termasuk pengurusan visa untuk tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Negeri Jiran. Tapi, pengamanan kantor yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 42 Pontianak itu masih diperketat. Setiap tamu harus mendapat izin petugas keamanan konsulat.
Meski telah beroperasi, belum semua staf konsulat kembali ke Pontianak karena masih khawatir. Padahal, kecemasan itu tak beralasan. Sebab, kabar burung soal penghadangan kendaraan warga Malaysia menuju Pontianak oleh warga pedalaman tak terbukti. Karena itu, pemerintah Malaysia dinilai terlalu membesar-besarkan persoalan.
Bahkan terbetik kabar untuk sementara pemerintah Malaysia mempertimbangkan pengerahan tenaga kerja dari Kalbar karena khawatir menimbulkan masalah baru. Hal itu tentu saja mencemaskan PJTKI. Ketua Umum PJTKI Serumpun Putra Sugiarto mengatakan hal tersebut dapat menghambat proses pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.
Isu penyerbuan Konsulat Malaysia terkait dengan kasus TKW Bulon, 36 tahun, yang luka berat karena dianiaya majikannya di Sarawak, Malaysia, beberapa waktu silam. Kasus itu diselesaikan dengan jalan damai. Keluarga korban menuntut ganti rugi senilai 20 ribu ringgit. Tapi, Alice sang majikan hanya sanggup membayar secara cicilan. Pembayaran pertama akan dilakukan Rabu (18/4) silam, sebesar 5.000 ringgit. Sayang, janji itu tak ditepati.(TNA/Amin Alkadrie)
Pada kesempatan tersebut Ismail membantah bahwa pemerintahan Malaysia menutup konsulat. Dia berdalih cuma tak melayani pelayanan umum dengan alasan situasi keamanan tak memungkinkan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pemerintah Malaysia telah mengirimkan utusan khusus untuk menemui kepala Polda Pontianak. Utusan itu akan meminta jaminan keamanan bagi warga Malaysia dan Gedung Konsulat di Pontianak.
Sementara itu, sejak kemarin pagi, aktivitas di Konsulat Malaysia tampak mulai berjalan termasuk pengurusan visa untuk tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Negeri Jiran. Tapi, pengamanan kantor yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 42 Pontianak itu masih diperketat. Setiap tamu harus mendapat izin petugas keamanan konsulat.
Meski telah beroperasi, belum semua staf konsulat kembali ke Pontianak karena masih khawatir. Padahal, kecemasan itu tak beralasan. Sebab, kabar burung soal penghadangan kendaraan warga Malaysia menuju Pontianak oleh warga pedalaman tak terbukti. Karena itu, pemerintah Malaysia dinilai terlalu membesar-besarkan persoalan.
Bahkan terbetik kabar untuk sementara pemerintah Malaysia mempertimbangkan pengerahan tenaga kerja dari Kalbar karena khawatir menimbulkan masalah baru. Hal itu tentu saja mencemaskan PJTKI. Ketua Umum PJTKI Serumpun Putra Sugiarto mengatakan hal tersebut dapat menghambat proses pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.
Isu penyerbuan Konsulat Malaysia terkait dengan kasus TKW Bulon, 36 tahun, yang luka berat karena dianiaya majikannya di Sarawak, Malaysia, beberapa waktu silam. Kasus itu diselesaikan dengan jalan damai. Keluarga korban menuntut ganti rugi senilai 20 ribu ringgit. Tapi, Alice sang majikan hanya sanggup membayar secara cicilan. Pembayaran pertama akan dilakukan Rabu (18/4) silam, sebesar 5.000 ringgit. Sayang, janji itu tak ditepati.(TNA/Amin Alkadrie)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/351488/original/240401cKedutaan.jpg)