<i>Playboy</i> Indonesia Terus Mendapat Penolakan

Rencana terbitnya majalah Playboy Indonesia mendapat penolakan dari Ketua PB NU dan Ketua FPI. Jika izin terbit Playboy diberikan, pemerintah dinilai telah melegalisasi praktik pornografi.

Diterbitkan 24 Januari 2006, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Rencana terbitnya majalah Playboy edisi Indonesia terus memicu kontroversi. Penolakan turut disuarakan Ketua Pengurus Besar Nadhatul Ulama, Hasyim Muzadi dan Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq. Menurut Hasyim, pemberian izin terbit Playboy Indonesia oleh Dewan Pers harus ditolak, karena masalah pornografi selama ini sudah cukup meresahkan. "Dengan adanya rekomendasi dari pemerintah, berarti pornografi dilegalisasi. Ini akan mempersulit pencegahannya," papar Hasyim.

Sedangkan Rizieq mengaku bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus mengawal perkembangan rencana penerbitan majalah ini. Menurutnya, soal nama tidak begitu penting, jika yang disajikan ternyata tetap saja berbau pornografi. "Kalau itu terjadi, kami akan bertindak melakukan pencegahan," tegas Rizieq.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor Menteri Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/1). Mereka menuntut Depkominfo membatalkan izin penerbitan majalah khusus dewasa tersebut [baca: Mahasiswa Menolak Penerbitan Majalah Playboy Indonesia].

Playboy Indonesia rencananya diterbitkan Maret mendatang. Jika terealisasi, Indonesia adalah negara kedua di Asia setelah Jepang yang menerbitkan Playboy. Majalah dengan simbol kelinci berdasi kupu-kupu ini memang dikenal selalu menampilkan foto-foto model perempuan yang cukup terbuka.(ADO/Aryo Adi Prabowo dan Dwi Firmansyah)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6