Mahasiswa Menolak Penerbitan Majalah <i>Playboy</i> Indonesia

Penerbitan Majalah Playboy versi Indonesia dianggap dapat merusak moral masyarakat di Tanah Air, terutama generasi muda. Izin penerbitan berada di tangan Dewan Pers.

Diterbitkan 23 Januari 2006, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Pembebasan bereaksi keras terhadap rencana penerbitan Majalah Playboy versi Indonesia. Mereka, Senin (23/1) siang, mendatangi Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat buat menyampaikan tuntutannya.

Demonstran mendesak pemerintah tidak meloloskan izin penerbitan majalah "telanjang" yang rencananya diluncurkan awal Maret mendatang. Mereka menyatakan penerbitan majalah itu dapat merusak moral seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda [baca: Pro-Kontra Majalah "Kelinci Berdasi Kupu-Kupu"].

Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Depkominfo Nukman Chalid Sangaji yang menemui sejumlah perwakilan mahasiswa mengatakan, pihaknya tidak berwenang mengeluarkan izin penerbitan. Menurut dia, kewenangan pemberian izin berada di Dewan Pers.

Sementara redaksi Majalah Playboy Indonesia tak mau berkomentar apa pun seputar maraknya penolakan penerbitan majalah khusus dewasa itu. Yang pasti, majalah berlogo "kelinci berdasi kupu-kupu" itu memang kerap menampilkan foto-foto telanjang model perempuan.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6