Tampak hadir dalam acara itu adalah unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Pemerintah Kota Cilegon. Mereka turut berbaur bersama warga menyantap makanan yang telah disediakan. Sementara itu, para pedagang mengaku sempat merugi menyusul terungkapnya sejumlah kasus formalin di berbagai daerah. Padahal, tak seluruh pedagang di Kota Cilegon mencampurkan dagangan mereka dengan zat pengawet mayat itu.
Wali Kota Cilegon Aat Syafaat menyatakan, acara ini sebagai upaya menepis kekhawatiran warga untuk tak takut mengonsumsi bakso, mi ayam, tahu, dan ayam goreng. Pemda Kota Cilegon sendiri akan menindak tegas para pedagang yang terbukti masih menggunakan formalin dengan menutup usaha mereka.
Acara makan bersama juga pernah digelar puluhan pedagang bakso, mi ayam, tahu, dan ikan di Nusatenggara Barat, Kamis kemarin. Mereka ingin meyakinkan masyarakat bahwa dagangan mereka bebas formalin. Sebab sejak NTB ditetapkan sebagai daerah merah penyalahgunaan formalin, banyak pedagang makanan mengeluh kehilangan pelanggan [baca: SBY: Pedagang Mataram Kampanye Antiformalin].(BOG/Ariel Maranoes)
Advertisement
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/452643/original/200106cformalin.jpg)