Warga Purwakarta Keracunan Gas

Ratusan warga mendadak pusing, mual, dan muntah-muntah beberapa saat setelah ledakan dahsyat yang membawa asap berbau menyengat seperti belerang dari pabrik. Pihak PT Indorama Synthetics belum berkomentar.

Diterbitkan 13 Desember 2005, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Purwakarta: Ratusan warga Kampung Sampih, Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Jawa Barat, keracunan gas yang bocor dari pipa pabrik PT Indorama Synthetics, Selasa (13/12). Warga mulai pusing dan mual-mual beberapa saat setelah bunyi ledakan cukup keras dari kompleks pabrik benang sintetis itu. Sekitar 30 warga harus dirawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta karena dalam kondisi cukup serius. Sedangkan warga lain diizinkan pulang setelah mendapat pertolongan pertama.

Warga mendadak pusing sekitar pukul 05.00 WIB. Tepatnya setelah asap akibat ledakan menyebar ke kampung. Seorang warga mengaku mencium bau menyengat seperti belerang.

Pihak RS Bayu Asih mengungkapkan gas yang bocor adalah therminol. Gas ini tidak berdampak serius terhadap manusia. Namun karena daya tubuh warga lemah, sebagian mereka menderita cukup serius setelah menghirup gas. Oleh karena itu mereka terpaksa dirawat.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Indorama soal penyebab ledakan dan keracunan. Namun, sumber SCTV menyebutkan, asap berbau menyengat itu berasal dari pipa gas yang bocor di bagian sambungan.

Sementara itu, dua mayat warga Desa Mailan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Selatan, dibawa ke rumah sakit setempat untuk diotopsi, hari ini. Dua mayat itu termasuk dalam empat korban yang tewas setelah menenggak minuman keras. Sedangkan 119 warga lain masih dalam perawatan pusat kesehatan masyarakat karena menderita keracunan serupa.

Warga keracunan setelah menikmati minuman keras yang disuguhkan dalam perayaan 40 hari kematian salah seorang warga desa. Kepolisian Sektor Sangton Bolang mengatakan, minuman keras itu didatangkan dari Amurang, Minahasa, oleh seorang tamu. Saat ini, tamu itu sudah ditahan.

Korban keracunan makanan di Demak, Jawa Tengah, sudah diizinkan pulang setelah mendapat perawatan intensif. Namun, lima siswa masih tetap menjalani rawat inap. Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga enggan berkomentar soal penderitaan para siswa Sekolah Dasar Negeri Sedo 1, Demak, setelah menyantap roti dengan kemasan bergambar Bupati Demak Endang Setyaningsih [baca: Roti Endang Beracun].

Di sisi lain, para orang tua siswa bertanya-tanya tentang diagnosis dokter. Anak-anaknya datang dengan keluhan pusing, mual, dan muntah-muntah setelah menikmati roti gratis yang dibagikan para guru. Mereka menduga anak-anak keracunan. Tapi, dokter mengatakan para pelajar menderita gejala tifus secara bersamaan. "Anehnya kok jadi tifus," kata salah seorang ayah.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)


Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6