Liputan6.com, Aceh: Sekitar 1.000 warga mengikuti doa bersama di Masjid Raya Baiturahman Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, Ahad (7/8) kemarin. Doa bersama ini dipimpin Tengku Zulfan dari pesantren Raudhatul Quran, Aceh Besar. Acara ini bertujuan agar tak ada lagi perang di bumi Serambi Mekah pasca kesepahaman damai RI-Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia, Senin (15/8) mendatang [baca: Kesepakatan Damai RI-GAM Bakal Dijelaskan di DPR].
Acara ini juga diikuti oleh berbagai kalangan. Mereka secara khusuk melantunkan tahlil dan tahmid memohon agar perjanjian antara Pemerintah RI-GAM tercapai sehingga muncul perdamaian di Aceh. warga juga berharap, baik GAM maupun Pemerintah RI punya komitmen serius untuk membangun perdamaian di Serambi Mekah.
Setelah acara doa bersama, warga melakukan pawai akbar di Banda Aceh. Sebanyak 144 penabuh rapa`i atau alat mudik tradisional Aceh turut meramaikan pawai. Mereka khusus didatangkan dari Aceh Utara sebagai daerah yang melahirkan tradisi rapa`i dengan menggunakan truk. Rombongan ini dilepas Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di lapangan Tugu Darussalam untuk selanjutnya berkonvoi menempuh perjalanan sepanjang 410 kilometer dari Banda Aceh ke Perlak, Aceh Timur.
Sepanjang jalan para penabuh terus memainkan rapa`inya. Biasanya tradisi Aceh, rapa`i pasee ini dimainkan usai panen besar sebagai bentuk rasa suka cita setelah meraih sukses. Demikian juga dengan road show kali ini, rapa`i ditabuh sebagai wujud kegembiraan menjelang penandatanganan perjanjian damai pekan mendatang.
Sementara menyusul penandatanganan kesepakatan damai, 18 tahanan terdiri dari 15 anggota GAM dan tiga juru runding yang saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat sejak Agustus tahun lalu siap dibebaskan. Mereka mendapat amesti dari pemerintah [baca: Juru Runding GAM Siap Dibebaskan].
Salah seorang yang menerima amnesti itu adalah mantan juru runding GAM Tengku Kamaruzzaman. Sejauh pemantauan SCTV, kemarin, ia tampak salat berjamaah bersama dengan para penghuni LP lainnya. Massa tahanan yang harus Tengku jalani selama 13 tahun, berubah setelah pemerintah RI berjanji akan memberi amnesti bagi tahanan GAM.
Saat ini mereka tinggal menunggu hari pembebasan itu. Namun, masa depan di Tanah Rencong juga belum jelas pascamusibah Tsunami yang mengoyak infrastruktur dan kekerabatan remuk ditelan gelombang laut dahsyat itu.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Acara ini juga diikuti oleh berbagai kalangan. Mereka secara khusuk melantunkan tahlil dan tahmid memohon agar perjanjian antara Pemerintah RI-GAM tercapai sehingga muncul perdamaian di Aceh. warga juga berharap, baik GAM maupun Pemerintah RI punya komitmen serius untuk membangun perdamaian di Serambi Mekah.
Setelah acara doa bersama, warga melakukan pawai akbar di Banda Aceh. Sebanyak 144 penabuh rapa`i atau alat mudik tradisional Aceh turut meramaikan pawai. Mereka khusus didatangkan dari Aceh Utara sebagai daerah yang melahirkan tradisi rapa`i dengan menggunakan truk. Rombongan ini dilepas Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di lapangan Tugu Darussalam untuk selanjutnya berkonvoi menempuh perjalanan sepanjang 410 kilometer dari Banda Aceh ke Perlak, Aceh Timur.
Sepanjang jalan para penabuh terus memainkan rapa`inya. Biasanya tradisi Aceh, rapa`i pasee ini dimainkan usai panen besar sebagai bentuk rasa suka cita setelah meraih sukses. Demikian juga dengan road show kali ini, rapa`i ditabuh sebagai wujud kegembiraan menjelang penandatanganan perjanjian damai pekan mendatang.
Sementara menyusul penandatanganan kesepakatan damai, 18 tahanan terdiri dari 15 anggota GAM dan tiga juru runding yang saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat sejak Agustus tahun lalu siap dibebaskan. Mereka mendapat amesti dari pemerintah [baca: Juru Runding GAM Siap Dibebaskan].
Salah seorang yang menerima amnesti itu adalah mantan juru runding GAM Tengku Kamaruzzaman. Sejauh pemantauan SCTV, kemarin, ia tampak salat berjamaah bersama dengan para penghuni LP lainnya. Massa tahanan yang harus Tengku jalani selama 13 tahun, berubah setelah pemerintah RI berjanji akan memberi amnesti bagi tahanan GAM.
Saat ini mereka tinggal menunggu hari pembebasan itu. Namun, masa depan di Tanah Rencong juga belum jelas pascamusibah Tsunami yang mengoyak infrastruktur dan kekerabatan remuk ditelan gelombang laut dahsyat itu.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334046/original/006423000_1787818653-cek_fakta_demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/443317/original/080805bDoaAceh.jpg)