Liputan6.com, Bandung: Rencana pemberian amnesti terhadap anggota Gerakan Aceh Merdeka terkait kesepakatan damai antara pemerintah dan GAM di Helsinki, Finlandia, menjadi secercah harapan. Ini seperti dialami, tiga anggota juru runding bersama 15 anggota GAM lainnya yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Hari-hari panjang yang semestinya dilalui berubah setelah pemerintah berjanji akan memberi amnesti [baca: Anggota GAM Bakal Mendapat Amnesti Akhir Agustus].
Berdasarkan pemantauan SCTV, baru-baru ini, aktivitas para tahanan GAM di LP Sukamiskin tak berbeda dengan para penghuni lainnya dalam keseharian. Namun, yang membedakan adalah mereka yang ditahan sejak Agustus 2004 akan memperoleh amnesti. Saat ini mereka tinggal menunggu hari pembebasan tersebut. Tapi, masa depan di Tanah Rencong juga belum jelas bagi para tahanan GAM pasca-Tsunami yang mengoyak infrastruktur dan kekerabatan.
Masih terkait kesepakatan damai, sebanyak 654 anggota Batalyon VII Marinir ditarik pulang setelah bertugas selama 13 bulan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Mereka kembali ke Jakarta menggunakan KRI Teluk Kaung melalui Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, dengan upacara pelepasan yang dipimpin Panglima Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin A.S. Selama bertugas di wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara, batalyon ini kehilangan empat prajuritnya dalam pertempuran dan akibat sakit malaria.(ORS/Tim Liputan SCTV)
Berdasarkan pemantauan SCTV, baru-baru ini, aktivitas para tahanan GAM di LP Sukamiskin tak berbeda dengan para penghuni lainnya dalam keseharian. Namun, yang membedakan adalah mereka yang ditahan sejak Agustus 2004 akan memperoleh amnesti. Saat ini mereka tinggal menunggu hari pembebasan tersebut. Tapi, masa depan di Tanah Rencong juga belum jelas bagi para tahanan GAM pasca-Tsunami yang mengoyak infrastruktur dan kekerabatan.
Masih terkait kesepakatan damai, sebanyak 654 anggota Batalyon VII Marinir ditarik pulang setelah bertugas selama 13 bulan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Mereka kembali ke Jakarta menggunakan KRI Teluk Kaung melalui Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, dengan upacara pelepasan yang dipimpin Panglima Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin A.S. Selama bertugas di wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara, batalyon ini kehilangan empat prajuritnya dalam pertempuran dan akibat sakit malaria.(ORS/Tim Liputan SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334046/original/006423000_1787818653-cek_fakta_demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/443296/original/080805aGAM2.jpg)