Liputan6.com, Jakarta: Suasana di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, kembali mencekam. Pasalnya, sepanjang Kamis malam hingga Jumat dini hari, warga Berlan kembali menyerang Hotel Mega Matra yang berada di kawasan tersebut. Aksi ini adalah buntut dari tewasnya Jerry, seorang warga Berlan, akibat pertikaian dengan satuan pengamanan Hotel Mega Matra.
Dari pengamatan SCTV, warga Berlan telah menyerang Hotel Mega Matra sejak Kamis sore. Mereka melempari batu dari sisi kiri dan kanan hotel. Tak pelak, sejumlah batu dan bom molotov sempat mengenai hotel tersebut. Aksi massa kemudian dihalau polisi dengan menembakkan gas air mata.
Sesaat kemudian aksi massa mereda. Tak lama berselang, warga kembali menyerang Hotel Mega Matra. Bahkan, massa sempat membakar ban bekas di tengah jalan untuk menghadang kejaran polisi. Situasi ini membuat dua sisi Jalan Raya Matraman macet total.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kerusuhan susulan, Wali Kota Jakpus Andi Mapaganti akan menemui pengelola hotel. Mapaganti berharap pengelola hotel menutup bar yang ada di hotel tersebut. Sebab, sudah tiga kali ini warga Berlan tewas setelah ribut dengan satpam hotel. Mapaganti juga mendesak agar satpam yang menganiaya almarhum Jeri diproses secara hukum dan dipecat.
Mapaganti mensinyalir, keributan antara satpam Hotel Mega Matra dengan warga Berlan kini telah disusupi pihak ketiga. Sebab, dari hasil pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat, terungkap bahwa pelaku pelemparan bom molotov bukan warga Berlan. Tetapi warga pendatang yang mengaku tinggal di Berlan. Pertemuan antara Wali Kota Jakpus dengan tokoh masyarakat itu digelar di Kantor Lurah Kebun Manggis.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Dari pengamatan SCTV, warga Berlan telah menyerang Hotel Mega Matra sejak Kamis sore. Mereka melempari batu dari sisi kiri dan kanan hotel. Tak pelak, sejumlah batu dan bom molotov sempat mengenai hotel tersebut. Aksi massa kemudian dihalau polisi dengan menembakkan gas air mata.
Sesaat kemudian aksi massa mereda. Tak lama berselang, warga kembali menyerang Hotel Mega Matra. Bahkan, massa sempat membakar ban bekas di tengah jalan untuk menghadang kejaran polisi. Situasi ini membuat dua sisi Jalan Raya Matraman macet total.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kerusuhan susulan, Wali Kota Jakpus Andi Mapaganti akan menemui pengelola hotel. Mapaganti berharap pengelola hotel menutup bar yang ada di hotel tersebut. Sebab, sudah tiga kali ini warga Berlan tewas setelah ribut dengan satpam hotel. Mapaganti juga mendesak agar satpam yang menganiaya almarhum Jeri diproses secara hukum dan dipecat.
Mapaganti mensinyalir, keributan antara satpam Hotel Mega Matra dengan warga Berlan kini telah disusupi pihak ketiga. Sebab, dari hasil pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat, terungkap bahwa pelaku pelemparan bom molotov bukan warga Berlan. Tetapi warga pendatang yang mengaku tinggal di Berlan. Pertemuan antara Wali Kota Jakpus dengan tokoh masyarakat itu digelar di Kantor Lurah Kebun Manggis.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/350079/original/300301aBerlin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260107/original/053673600_1781571207-Preskon_Prancis-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455280/original/047575700_1766643618-000_88YV4YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7562358/original/065768500_1780339879-norwegia_swedia_uj_coba.jpg)