Liputan6.com, Jakarta - Pilates tidak hanya mengandalkan gerakan untuk melatih kekuatan otot, tapi juga menempatkan core strength sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun tubuh yang stabil dan terkontrol.
Latihan ini melibatkan otot-otot di sekitar bagian tengah tubuh, termasuk area perut, punggung bawah, pinggul, dan pelvis yang bekerja bersama ketika tubuh melakukan berbagai gerakan. Aktivasi otot-otot tersebut membantu tubuh mempertahankan posisi, sekaligus mengontrol perpindahan gerakan dengan lebih baik.
Otot core membantu menghasilkan keseimbangan dan stabilitas yang dibutuhkan dalam aktivitas fisik maupun kegiatan sehari-hari.
Advertisement
Kekuatan pada area tersebut dapat membantu tubuh melakukan gerakan dengan lebih mudah dan terkontrol, sementara core yang kurang kuat dapat berkaitan dengan kelelahan, postur yang kurang baik, hingga meningkatnya risiko cedera, melansir Mayo Clinic, Senin (5/10/2026).
Pilates melatih fungsi tersebut melalui gerakan yang dilakukan secara terkontrol dengan melibatkan koordinasi antara tubuh dan pernapasan. Metode ini menggabungkan latihan kekuatan core, fleksibilitas, keseimbangan, dan kontrol pernapasan dalam satu rangkaian gerakan.
Pola latihan tersebut membuat tubuh tidak hanya dituntut untuk menghasilkan tenaga, tetapi juga menjaga posisi dan mengatur gerakan secara presisi.
Latihan Pilates tidak hanya menargetkan otot perut, tetapi juga melibatkan otot penstabil di sekitar punggung, pinggul, dan pelvis. Aktivasi berbagai kelompok otot tersebut membantu membangun fondasi gerak yang lebih stabil sehingga kekuatan dapat digunakan bersama kontrol dan mobilitas.
Kaitan Core dengan Fleksibilitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385116/original/034388300_1760874917-ahmet-kurt-0xn-8kRWOhE-unsplash.jpg)
Fleksibilitas sering kali dikaitkan dengan kemampuan menyentuh ujung kaki atau melakukan gerakan dengan rentang yang luas. Konsep tersebut sebenarnya lebih kompleks karena fleksibilitas mencakup kemampuan berbagai bagian tubuh, mulai dari bahu, tulang belakang, pelvis, lutut, hingga pergelangan kaki untuk bergerak dalam rentang gerak yang baik.
Peningkatan fleksibilitas dapat membantu tubuh bergerak lebih baik sekaligus mengurangi risiko cedera. Core yang kuat memberikan stabilitas ketika bagian tubuh lain bergerak.
Pilates melatih hubungan tersebut melalui gerakan yang mengharuskan tubuh mempertahankan posisi tertentu sambil menggerakkan anggota tubuh secara terkontrol. Latihan Pilates menggabungkan stabilisasi core dengan gerakan dalam rentang tertentu sehingga kekuatan, mobilitas, dan kontrol tubuh dapat berkembang secara bersamaan.
Advertisement
Keseimbangan dan Postur Ikut Terlatih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365471/original/071286300_1791179479-jaspinder-singh-vpVE1Xk1eR4-unsplash.jpg)
Core strength memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan karena otot-otot bagian tengah tubuh membantu mempertahankan posisi tubuh ketika seseorang bergerak. Latihan core dapat meningkatkan keseimbangan dan stabilitas karena otot-otot tersebut dilatih untuk bekerja secara harmonis.
Stabilitas tersebut dibutuhkan dalam olahraga maupun aktivitas sederhana seperti membungkuk, mengambil benda, atau mengubah posisi tubuh. Pilates memperkuat fungsi tersebut melalui koordinasi antara napas, posisi tulang belakang, dan gerakan.
Latihan Pilates turut mengajarkan tubuh untuk mempertahankan posisi tulang belakang yang netral sambil mengatur tarikan dan hembusan napas. Postur menjadi bagian lain yang berkaitan dengan core strength.
Otot penstabil yang bekerja dengan baik membantu tubuh mempertahankan posisi yang lebih terkontrol, sementara core yang lemah dapat berkontribusi terhadap postur yang kurang baik.
Gerakan Terkontrol Membuat Pilates Berbeda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365472/original/014949400_1791179488-mathilde-langevin--sZ_WM4cOlM-unsplash.jpg)
Pilates tidak mengejar jumlah repetisi semata. Kualitas gerakan, kontrol tubuh, koordinasi napas, dan kemampuan untuk mempertahankan stabilitas menjadi bagian penting dalam setiap latihan. Pendekatan tersebut membuat Pilates dapat disesuaikan dengan berbagai tingkat kemampuan dan tujuan kebugaran.
Latihan core pun tidak harus dilakukan menggunakan peralatan khusus. Berbagai gerakan yang mengoordinasikan otot perut dan punggung dapat menjadi latihan core, sementara Pilates menggunakan prinsip serupa melalui gerakan yang terarah dan terkontrol.
Konsistensi tetap menjadi bagian penting ketika membangun kekuatan dan fleksibilitas. Latihan dengan intensitas yang sesuai perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh, sebab melakukan latihan Pilates setiap hari dengan intensitas tinggi tanpa teknik yang tepat dapat meningkatkan risiko cedera.
Variasi intensitas dan waktu pemulihan tetap diperlukan agar latihan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230141/original/048825600_1747983618-PatungEmas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365462/original/088186900_1791179107-HOAX__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385115/original/054641500_1760874911-alireza-skndari-VU3HQFJBh3A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365781/original/025632000_1791193847-Gemini_Generated_Image_r6prtpr6prtpr6pr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365379/original/014100100_1791175312-sebastian-herrmann-7nQGQ0ve5A0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365777/original/025732600_1791193152-1791060195-image.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365703/original/060466100_1791189606-Depositphotos_319875480_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365705/original/079037200_1791189815-2487011.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365519/original/065171900_1791182128-590ef6f7-584d-4027-9f1c-c9d4d3cbe0f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365482/original/095306500_1791180649-765c0217-95a6-4b90-8b5d-e39118101c1f.jpg)