Librarian Chic, Saat Gaya Pustakawan Berubah Jadi Tren Fashion yang Stylish

Librarian chic menghadirkan gaya rapi dan intelektual melalui busana klasik dengan sentuhan modern yang tetap feminin.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 16:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Librarian chic menawarkan karakter rapi, intelektual, dan feminin melalui perpaduan busana klasik dengan styling yang lebih kekinian. Kardigan berkancing, rok berpotongan elegan, stoking, sepatu hak rendah, dan tas berstruktur menjadi bagian dari tampilan yang identik dengan estetika tersebut.

Siluet yang tertutup dan teratur memberikan kesan profesional, sementara permainan proporsi membuatnya tidak terlihat seperti pakaian formal untuk bekerja semata. Karakter kutu buku dalam tren ini justru hadir sebagai gaya yang dapat dikenakan untuk berbagai kesempatan, termasuk aktivitas sehari-hari.

Popularitas librarian chic berkembang bersamaan dengan ketertarikan terhadap estetika dark academia yang ramai di media sosial. Peragaan busana musim gugur dan dingin 2023 turut memperkuat arah tren melalui koleksi yang menampilkan twin set bernuansa abu-abu, rok bermotif, coat bertekstur, serta padu padan material seperti tweed, herringbone, dan wol, melansir Byrdie, Kamis (27/8/2026).

Koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana elemen klasik dapat diberi proporsi yang lebih segar melalui perpaduan bahan, panjang busana, dan styling yang tidak terlalu konvensional. Siluet feminin tetap dipertahankan, sementara detail yang lebih berani membuat keseluruhan penampilan terasa ringan dan relevan dengan selera fashion masa kini.

Bella Hadid, Devon Lee Carlson, dan Amelia Gray menjadi beberapa figur yang pernah mengenakan elemen serupa. Gaya librarian chic tidak harus diterapkan secara harfiah. Satu detail yang berbeda dari keseluruhan outfit dapat membuat gaya tersebut terasa lebih personal dan modern.

Cardigan Jadi Dasar Gaya Librarian Chic

Cardigan merupakan salah satu item penting untuk membangun tampilan librarian chic. Model crewneck dengan potongan pas di tubuh dan panjang hingga pinggul dapat digunakan sebagai atasan utama untuk menciptakan siluet yang rapi.

Material katun, wol, atau cashmere memberikan kesan hangat sekaligus elegan, sedangkan sweater vest dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menghadirkan karakter akademis dengan cara lebih santai. Cardigan dapat dikenakan bersama tank top dengan warna senada untuk membentuk tampilan twin set.

Pilihan lain berupa sweater yang disampirkan di bahu dapat memberikan sentuhan klasik tanpa membuat outfit terlihat terlalu formal. Rok pensil bermotif dapat memberikan kesan lebih profesional, sedangkan slip skirt menghadirkan siluet yang lebih feminin.

Rok lipit sepanjang betis dengan warna khaki atau abu-abu menawarkan pilihan yang lebih konservatif. Mini skirt dengan stocking dapat digunakan untuk interpretasi yang lebih berani.

Kacamata dan Tas Beri Sentuhan Intelektual

Aksesori menjadi elemen yang membuat tampilan librarian chic terasa lebih spesifik daripada sekadar gaya business casual. Kacamata mungil dengan bentuk yang menyerupai kacamata baca menjadi salah satu detail paling mudah dikenali.

Bingkai tortoiseshell memberikan kesan vintage dan intelektual, sementara desain sederhana dapat digunakan untuk tampilan yang lebih modern. Satchel bergaya vintage dengan pegangan atas dapat menjadi pilihan menarik karena ukurannya memungkinkan pengguna membawa buku sekaligus kebutuhan harian.

Motif dan warna dapat digunakan untuk membuat estetika tersebut terasa lebih personal. Argyle, plaid, dan warna-warna bernuansa burgundy, biru, ungu, cokelat, atau olive memberikan karakter akademis yang kuat.

Palet gelap menciptakan kesan dark academia, sedangkan warna lebih terang dapat menghasilkan tampilan yang lebih playful. Blazer bermotif kotak-kotak, kemeja putih, dasi ramping, atau vest rajut juga dapat dimasukkan ke dalam outfit untuk menghadirkan nuansa Ivy League yang tetap modern.

Pilihan Sepatu Melengkapi Tampilan Kutu Buku

Sepatu menjadi sentuhan akhir yang dapat menentukan karakter librarian chic. Kitten heels dengan ujung runcing memberikan kesan feminin dan elegan tanpa terlihat terlalu formal.

Loafers menawarkan pilihan yang lebih santai sekaligus mempertahankan karakter intelektual, sedangkan Mary Jane dapat menghadirkan nuansa klasik yang lebih manis. Stoking transparan berwarna hitam atau bermotif polka dot dapat dikenakan bersama ketiga jenis sepatu tersebut untuk memperkuat kesan kutubuku.

Keseluruhan gaya dapat dibuat lebih menarik melalui perpaduan item yang terlihat kontras. Cardigan klasik bersama rok pendek, kacamata mungil dengan rambut sedikit berantakan, atau tas feminin dengan sepatu yang lebih kasual dapat menciptakan keseimbangan antara kesan rapi dan santai.

Â