Blush Draping, Teknik Riasan yang Membuat Wajah Terlihat Lebih Terangkat Alami

Blush draping adalah teknik riasan yang menggunakan perona pipi secara strategis untuk memahat dan mengangkat wajah, memberikan tampilan alami tanpa kontur bera

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perona pipi, yang sebelumnya hanya diaplikasikan pada bagian 'apel' pipi, kini telah bertransformasi menjadi alat kecantikan multifungsi. Tren yang kembali populer ini, dikenal sebagai 'blush draping', menjanjikan tampilan wajah yang terangkat dan terpahat secara alami, tanpa memerlukan teknik kontur yang berat. Teknik ini memanfaatkan penempatan perona pipi yang strategis untuk membentuk dan mengangkat wajah, mirip dengan kontur, namun dengan hasil akhir yang lebih lembut dan menyatu.

Alih-alih mengurangi volume dengan bayangan cokelat, blush draping menambahkan kehangatan dan efek terangkat melalui penggunaan warna. Hasilnya adalah dimensi wajah yang terlihat natural, seolah-olah seseorang baru saja mendapatkan istirahat yang cukup. Teknik ini dianggap lebih mulus dan alami dibandingkan kontur tradisional, meskipun sama-sama mampu meningkatkan fitur wajah.

Konsep blush draping sebenarnya bukan hal baru. Teknik ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 1970-an oleh penata rias selebriti Way Bandy, yang dikenal berkat karyanya bersama ikon seperti Cher. Bandy saat itu menggunakan sapuan perona pipi yang berani di sepanjang tulang pipi dan mengarah ke pelipis untuk memahat wajah dengan warna. Versi modern dari teknik ini kini lebih presisi, disengaja, dan lebih mudah diaplikasikan untuk tampilan sehari-hari.

Efek wajah yang terangkat dari teknik blush draping berasal dari penempatan perona pipi yang strategis, yaitu diaplikasikan secara signifikan lebih tinggi dari penempatan tradisional. Dengan tujuan mengangkat, perona pipi ditarik lebih tinggi dan lebih lebar melintasi tulang pipi, bahkan bisa disapukan ke arah pelipis atau dibaurkan secara lembut ke area mata.

Charlie Riddle, seorang penata rias menegaskan bahwa teknik ini "akan memberikan efek terangkat pada tulang pipi dan sangat bagus untuk seseorang yang ingin menciptakan ilusi tulang pipi yang lebih tinggi."

Panduan Aplikasi Blush Draping untuk Hasil Optimal

Untuk mencapai tampilan wajah terangkat dengan blush draping, langkah pertama adalah memulai dengan alas bedak yang ringan. Cakupan yang terlalu tebal cenderung tidak selaras dengan kualitas ringan dari teknik ini. Selanjutnya, mulailah penempatan perona pipi dari titik tertinggi tulang pipi, tepat di bawah sudut luar mata.

Sapukan warna ke atas dan ke luar menuju pelipis dalam bentuk huruf C, bahkan bisa sedikit menyapukannya ke pelipis dan garis rambut. Penting untuk selalu bekerja ke atas untuk mendapatkan efek mengangkat. Penyatuan atau blending yang mulus adalah kunci, pastikan tidak ada garis keras yang terlihat. Kunci utamanya adalah menjaga gradien bertahap agar tidak ada tepi yang terlihat di mana perona pipi dimulai atau berakhir, serta gunakan kuas lembut untuk kontrol yang baik.

Teknik ini juga dapat disesuaikan dengan bentuk wajah. Untuk wajah bulat, posisikan warna sedikit lebih tinggi dan arahkan lebih ke pelipis daripada ke tengah wajah untuk menciptakan efek mengangkat. Sementara itu, wajah panjang atau bersudut dapat menyeimbangkan tampilan dengan menambahkan sedikit warna ke apel pipi. 

Bagi pemilik wajah oval, aplikasikan pada apel pipi dan baurkan ke arah pelipis untuk rona lembut, atau sapukan sepanjang kontur tulang pipi ke atas dan ke luar untuk definisi lebih. Untuk wajah berbentuk hati, aplikasikan sedikit lebih rendah pada apel pipi dan baurkan dalam bentuk U lembut ke arah pelipis untuk menyeimbangkan dahi yang lebih lebar dan dagu yang runcing. Terakhir, tambahkan lapisan tipis perona pipi secara perlahan hingga intensitas warna yang diinginkan tercapai.

Memilih Formula dan Warna Blush yang Tepat

Pemilihan formula dan warna perona pipi sangat berperan penting dalam keberhasilan teknik blush draping. Untuk formula, blush krim cenderung menghasilkan hasil akhir yang paling alami dan menyatu dengan kulit, serta mudah dibaurkan, terutama bagi pemula atau pemilik kulit kering. Sementara itu, blush bubuk halus menawarkan gradien terbersih dari tulang pipi ke pelipis dan sangat cocok untuk kulit berminyak. Penting untuk menghindari formula yang terlalu berkilau atau dewy untuk area yang lebih luas, karena dapat bergeser dan menciptakan 'hot spot' yang tidak diinginkan.

Dalam pemilihan warna, pilihlah yang melengkapi warna kulit Anda. Kulit cerah akan terlihat alami dengan warna merah muda, peach, dan koral muda. Untuk kulit medium, warna mawar, koral pink, dan peach akan menambah kehangatan alami. Sedangkan kulit gelap akan menonjol dengan warna plum, berry, dan oranye cerah. Charlie Riddle menyarankan untuk memilih warna yang lebih gelap dari biasanya untuk efek terangkat yang maksimal. Untuk alat aplikasinya, kuas blush berbulu lembut dan mengembang ideal untuk blush bubuk, kuas padat cocok untuk blush krim, spons makeup dapat digunakan untuk membaurkan, dan kuas miring berguna untuk presisi tambahan.

Meskipun teknik blush draping relatif mudah, ada beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari. Kesalahan paling umum adalah menempatkan blush terlalu rendah, yang dapat "menarik wajah ke bawah daripada tampilan yang terangkat." Selain itu, hindari penggunaan terlalu banyak produk sekaligus, pastikan blending yang mulus untuk menghindari garis keras, dan selalu pilih warna yang sesuai dengan warna kulit Anda.