Kuwait Airways Kembali Terbang Usai Bandara Diserang Drone Iran

Kuwait Airways kembali beroperasi penuh di Terminal 4 usai peninjauan keamanan, memperluas rute internasional di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh penerbangan Kuwait Airways melalui Terminal 4 (T4) di bandara internasional negara tersebut kembali beroperasi pada Kamis, (4/6/2026). Sehari sebelumnya, bandara itu dibombardir drone dan rudal Iran yang menyebabkan sejumlah orang terluka, merusak fasilitas bandara, serta memaksa otoritas menghentikan dan mengalihkan sejumlah penerbangan.

Melansir Gulf News, dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, 3 Juni 2026, Otoritas Penerbangan Sipil Umum Kuwait (General Civil Aviation Authority/GCAC) menyebutkan bahwa keputusan untuk melanjutkan operasional di Terminal 4 diambil setelah serangkaian inspeksi lapangan dan evaluasi teknis dilakukan secara menyeluruh.

Proses penilaian tersebut melibatkan tim khusus yang bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah terkait guna memastikan seluruh fasilitas terminal aman dan siap digunakan untuk melayani penumpang maupun penerbangan. Otoritas menegaskan bahwa Terminal 4 kini telah memenuhi standar keselamatan dan operasional yang diperlukan sehingga aktivitas penerbangan Kuwait Airways dapat kembali berjalan normal.

Pihak berwenang menegaskan bahwa pengoperasian kembali Terminal 4 saat ini hanya berlaku untuk penerbangan Kuwait Airways. Penumpang yang akan melakukan perjalanan diimbau untuk menghubungi Kuwait Airways guna mengonfirmasi jadwal penerbangan serta memastikan kembali seluruh detail perjalanan sebelum berangkat ke bandara.

Otoritas juga menekankan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang maupun personel bandara tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan lancar tanpa gangguan, sekaligus memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan yang berlaku.

UEA Kecam Serangan Rudal dan Drone Iran ke Kuwait

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan Kuwait dan berpotensi mengancam keamanan serta stabilitas negara tersebut. UEA juga menegaskan solidaritas penuh kepada Kuwait dan mendukung seluruh langkah yang diambil pemerintah Kuwait untuk menjaga keamanan nasional dan melindungi warganya.

"UEA menegaskan kembali dukungannya terhadap semua upaya yang dilakukan Kuwait untuk mempertahankan keamanan dan stabilitasnya," demikian bunyi pernyataan kementerian.

Kecaman tersebut disampaikan setelah Angkatan Bersenjata Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone musuh yang berupaya memasuki wilayah udara Kuwait pada Kamis. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi keamanan di kawasan dan memicu respons dari sejumlah negara yang menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan serta stabilitas regional.

Kuwait Imbau Penumpang Hindari Maskapai yang Belum Berizin

Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait (PACA) mengimbau masyarakat untuk tidak memesan tiket melalui maskapai penerbangan yang belum memperoleh izin resmi beroperasi di negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk melindungi hak-hak penumpang sekaligus memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Juru Bicara PACA, Abdullah Al Rajhi, mengatakan bahwa saat ini hanya Kuwait Airways dan Jazeera Airways yang telah diizinkan untuk mengoperasikan penerbangan dari Bandara Internasional Kuwait. Sementara, maskapai lain masih menunggu persetujuan resmi sebelum dapat melayani penerbangan dari dan menuju Kuwait.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Kantor Berita Kuwait (KUNA), Al Rajhi menjelaskan bahwa penumpang yang telah memesan tiket atau bertransaksi dengan maskapai yang tidak berizin dapat mengajukan pengaduan melalui aplikasi pemerintah Sahel. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh otoritas terkait guna mengambil langkah yang diperlukan terhadap maskapai yang terbukti melanggar aturan.

"Tindakan hukum akan diterapkan terhadap maskapai yang beroperasi tanpa izin sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Al Rajhi. Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat membantu melindungi hak-hak penumpang sekaligus mempermudah proses penyelesaian keluhan secara lebih cepat dan transparan.

 

Perluas Jaringan Penerbangan, Tambah 13 Rute Internasional Baru

Kuwait Airways mengumumkan perluasan jaringan penerbangannya dengan menambahkan 13 rute internasional baru dari Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait mulai pekan depan. Langkah ini merupakan bagian dari fase kedua pemulihan operasional maskapai yang dilakukan secara bertahap setelah sebelumnya mengaktifkan kembali sejumlah layanan penerbangan.

Dengan penambahan tersebut, total destinasi yang kembali dilayani Kuwait Airways kini mencapai 29 rute internasional. Pelaksana Tugas Chief Executive Officer Kuwait Airways, Abdulwahab Al Shatti, mengatakan bahwa perluasan jaringan ini mencakup berbagai kota utama di Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Beberapa destinasi yang kembali dilayani antara lain London, Paris, Dubai, Madrid, Milan, Bangkok, Istanbul, Jeddah, Riyadh, Doha, Bahrain, dan Kairo. Selain itu, maskapai juga mengoperasikan penerbangan ke Beirut, Amman, Mumbai, Delhi, Chennai, Kochi, Thiruvananthapuram, Islamabad, Dhaka, Manila, Colombo, Bangalore, Guangzhou, Ahmedabad, Sohag, serta Casablanca.

Menurut Al Shatti, Kuwait Airways telah mempersiapkan seluruh aspek operasional untuk memastikan layanan berjalan secara fleksibel dan efisien di tengah berbagai tantangan yang ada. Ia menegaskan bahwa pemilihan destinasi dilakukan berdasarkan tingkat permintaan pasar dan kebutuhan para penumpang.

Perluasan rute ini menjadi bagian dari strategi maskapai nasional Kuwait untuk mengembalikan kapasitas layanan penerbangan secara penuh sekaligus memperkuat konektivitas negara tersebut dengan berbagai pusat bisnis dan pariwisata internasional.

Â