Serba-serbi Granit, Si Material Lantai dan Dinding Tahan Banting

Bagi Anda yang sedang membangun atau berencana merenovasi rumah, penggunaan material granit bisa dipertimbangkan, terutama jika bujet yang dimiliki cukup besar.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hunian bukanlah pekerjaan mudah, terutama jika Anda ingin rumah bisa ditempati nyaman dalam jangka waktu panjang. Selain desain yang mumpuni, tukang yang ahli, material bangunan juga harus dipilih yang berkualitas tinggi, disesuaikan dengan bujet yang ada. Salah satunya saat memilih material lantai.

Dari berbagai pilihan yang tersedia di pasaran, granit termasuk dalam kategori material lantai premium. Dengan catatan, granit yang digunakan adalah granit asli, bukan imitasi. Bagaimana cara membedakannya?

"Granit asli murni terbuat dari batu alam sehingga motifnya sangat unik, tidak ada yang sama persis. Sementara itu, granit imitasi biasanya terbuat dari keramik atau porselen yang dicetak motif granit," kata Direktur Marketing Platinum Ceramics Group, Jali Wijaya, kepada Lifestyle Liputan6.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perbedaan bahan baku memengaruhi daya tahannya. Jali menjelaskan bahwa granit asli jauh lebih kuat dalam menahan beban, panas, dan goresan. Sementara, material imitasi yang lebih ringan dan murah, kurang tahan banting dibanding granit asli.

"Granit adalah batu alam yang terbentuk dari proses pendinginan magma, yang kemudian dipotong menjadi lembaran... Namun kekurangannya, harganya relatif lebih mahal, berbobot berat, dan butuh perawatan berkala agar kilapnya tetap terjaga," sambung Jali.

Granit yang berkualitas, kata dia, bisa dilihat dari permukaannya yang rata, motifnya yang konsisten, dan warnanya yang tajam (tidak kusam). Jali juga mengingatkan agar konsumen memastikan materialnya padat sehingga tidak mudah tergores, memiliki ketebalan yang presisi, sudut potongan yang rapi, serta daya serap air yang rendah.

Cara Merawat dan Mengganti Granit yang Rusak

Jali mengatakan meski butuh usaha mempertahankan kilapnya, perawatan granit relatif mudah. Cukup dibersihkan rutin dengan kain lembut atau pel mikrofiber dan gunakan cairan pembersih khusus granit. Sangat penting untuk menghindari cairan asam keras seperti pemutih atau karbol.

"Jika ketumpahan kopi atau minyak, segera lap agar tidak membekas. Apabila permukaan mulai terlihat kusam termakan waktu, Anda bisa melakukan poles ulang," imbuhnya.

Lalu, bagaimana mengatasi granit yang rusak tanpa repot? Jali menyebut jika hanya retak kecil, bisa langsung ditambal menggunakan resin atau cairan epoxy khusus batu granit.

"Jika ada satu kepingan yang pecah sebagian, Anda cukup mengganti satu kepingan yang rusak itu saja tanpa membongkar area lantai lainnya, asalkan Anda masih menyimpan stok granit dengan motif yang sama," ujarnya.

Granit juga menginspirasi pembuatan instalasi bertajuk The Unseen Act of Formation yang ditampilkan di ajang ARCH:ID 2026 yang berlangsung pada 23--26 April 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Instalasi itu dikembangkan berkolaborasi dengan arsitek FFFAARRR serta didukung Sika dan FABA.

Granit Menginspirasi Instalasi

Melalui instalasi itu, Infiniti mengangkat gagasan yang dirumuskan oleh FFFAARRR, bahwa kualitas tidak hanya dilihat dari hasil akhir, melainkan juga dari proses panjang yang membentuk proses yang sering kali tidak terekspos. Prosesnya dimulai dari percakapan, ide, gambar, hingga perbedaan pendapat. Termasuk material, tenaga kerja, serta alat bantu konstruksi, semuanya menjadi bagian penting dalam pembentukan sebuah karya.

"Konsep tersebut kemudian diterjemahkan Infiniti ke dalam pengalaman ruang yang memperlihatkan secara terbuka berbagai tahapan penggunaan granite tile, mulai dari metode pemasangan hingga teknik aplikasi mortar. Pendekatan ini menjadikan proses sebagai elemen utama, bukan sekadar latar belakang," Jali menjelaskan.

Untuk memperkuat konsep, Infiniti menghadirkan mesin mekanik hasil kolaborasi dengan FABA, yang merepresentasikan ritme kerja konstruksi sekaligus menjadi medium untuk menunjukkan performa material dalam kondisi dinamis. Sementara itu, penggunaan sistem perekat granite tile dari Sika memastikan kualitas aplikasi yang optimal dan tahan lama.

Â