5 Turis Italia Tewas Saat Menyelam di Maladewa

Polisi setempat telah menggelar penyelidikan tragedi bawah laut di Maladewa, meski penyebab resmi kematian para korban belum diumumkan.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 03:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lima turis asal Italia tewas saat menyelam di perairan dalam dekat gua bawah laut di Maladewa. Pihak berwenang menyatakan, polisi melakukan penyelidikan terhadap tragedi tersebut.

Dikutip dari NYPost pada Jumat (15/5/2026), Monica Montefalcone, profesor biologi laut dari Universitas Genoa, dan putrinya yang berusia 20 tahun, Giorgia Sommacal, dilaporkan berada di kedalaman sekitar 160 kaki di perairan Vaavu Atoll ketika mereka menghilang. Demikian menurut Kementerian Luar Negeri Italia.

Menurut laporan The Sun, tiga wisatawan lain yang ikut dalam perjalanan tersebut yakni Muriel Oddenino dari Turin, Gianluca Benedetti dari Padua, dan Federico Gualtieri dari Borgomanero, juga tidak kembali ke permukaan setelah menyelam.

Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi penyelaman populer di dekat Pulau Alimatha sekitar pukul 13.45 waktu setempat. Mereka melakukan pencarian intensif di perairan biru Samudra Hindia sebelum akhirnya menemukan jasad para korban, kata pejabat setempat.

Sementara itu, menurut media lokal The Edition, para penyelam diketahui menaiki yacht Duke of York pada Kamis pagi sebelum menyelam di salah satu lokasi diving paling populer di negara tersebut.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kematian mereka.

Cuaca di wilayah tersebut dilaporkan buruk pada Kamis, dengan angin kencang mencapai 30 mph. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi cuaca turut berperan dalam insiden tersebut.

Polisi setempat telah menggelar penyelidikan tragedi bawah laut itu, meski penyebab resmi kematian para korban belum diumumkan.

Pejabat lokal menyebut, tragedi ini kemungkinan menjadi kecelakaan penyelaman terburuk yang pernah terjadi di Maladewa.

 

Turis Australia Tewas di Laut Thailand karena Menyelam dalam Keadaan Mabuk

Sementara itu, sebuah tragedi menimpa seorang turis Australia berusia 22 tahun saat berlibur di Thailand. Pria tersebut meninggal dunia setelah ditemukan tak sadarkan diri di perairan dekat Koh Racha Yai, sebuah lokasi yang populer untuk snorkeling dan menyelam.

Mengutip dari news.com.au, Sabtu, 10 Mei 2025, insiden ini terjadi pada 6 Mei ketika turis tersebut dilaporkan menyelam ke laut dalam keadaan mabuk. Rekaman video yang beredar menunjukkan momen-momen dramatis ketika petugas medis berusaha menyelamatkan nyawa pria asal Melbourne itu.

Mereka tampak melakukan CPR di atas perahu wisata Marinda 2. Salah satu petugas medis terlihat dengan sigap memompa dada korban sebelum seorang rekan mengambil alih untuk melanjutkan upaya penyelamatan.

Menurut laporan, pria tersebut melompat dari perahu wisata untuk berenang, meskipun dalam kondisi mabuk. Ia berusaha mendayung di air tetapi akhirnya terseret oleh arus yang kuat. Panggilan darurat diterima oleh petugas medis pada pukul 14.28 waktu setempat, dan mereka segera menuju lokasi.

Setibanya di sana, turis tersebut ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan tidak responsif. Setelah upaya CPR berhasil mendeteksi denyut nadi, ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Chalong di Phuket. Namun, sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal pada pukul 15.53. 

Perjalanan dari Pulau Koh Racha Yai ke Rumah Sakit Chalong biasanya memakan waktu sekitar satu jam, termasuk perjalanan darat. Letnan Kolonel Polisi Kanen Somrak dari Kantor Polisi Chalong mengonfirmasi bahwa korban adalah warga negara Australia.

 

Konsumsi Alkohol Sebelum Menyelam

Korban telah mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak sebelum masuk ke air. Ia dilaporkan mabuk dan berulang kali melompat masuk dan keluar dari laut sebelum akhirnya tenggelam, ujar Somrak.

Di lokasi kejadian, pihak berwenang hanya menemukan botol minuman beralkohol kosong, tanpa adanya zat ilegal. Kedutaan Australia telah dihubungi untuk memberi tahu keluarga korban mengenai insiden tragis ini.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan bahwa mereka memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban.

Turis China Ditemukan Tewas di Pulau Kakaban Kalimantan

Sementara itu, warga negara asing (WNA) asal China atas nama Zhang Xiao Han ditemukan meninggal. Dia sebelumnya menyelam di perairan Pulau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

"Korban atas nama Zhang Xiao Han (30), seorang penyelam asal China, ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada pukul 14.55 Wita di kedalaman 87 meter di jalur penyelaman Kelapa Dua, dekat lokasi kejadian awal," terang Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan Endrow Sasmita dihubungi dari Samarinda, Sabtu, 3 Mei 2025, dikutip dari Antara.

Ia juga menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap rekan dan keluarga korban. Kemudian memberi apresiasi atas kinerja seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini sampai berhasil.

Korban kemudian dievakuasi ke Posko SAR gabungan di Jetty Green Nirvana untuk penanganan awal dari tim medis, sebelum diberangkatkan ke RSUD Abdul Rivai di Tanjung Redeb, Berau.

Sebelumnya, Zhang bersama rombongan menyelam di sekitar Pulau Kakaban pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, ada instruksi untuk semua penyelam agar naik ke permukaan laut, dengan instruksi diberikan oleh salah seorang guide diving, yakni Willy. Namun saat berada sekitar 5 meter di bawah permukaan air, kamera yang dibawa oleh korban (Zhang) terlepas dari tangannya dan jatuh.

Zhang kemudian kembali menyelam untuk mengambil kamera tersebut, tapi setelah ditunggu beberapa menit oleh tim, Zhang tidak kunjung muncul kembali ke permukaan laut, sehingga kemudian dilakukan pencarian.

Â