Liputan6.com, Jakarta - Sambal terasi merupakan salah satu sambal ikonik Indonesia yang mampu meningkatkan selera makan secara instan karena rasanya yang pedas dan gurih. Namun, pengalaman makan bisa terganggu jika sambal terasi yang dibuat justru meninggalkan rasa pahit di lidah. Agar tidak sampai terjadi, ada baiknya mempelajari cara bikin sambal terasi tidak pahit supya sambal yang disajikan dengan rasa yang sempurna.
Selain itu, munculnya rasa tidak sedap ini sering kali disebabkan oleh pemilihan bahan atau teknik memasak yang kurang tepat. Artikel Liputan6.com ini akan mengupas tuntas mengenai alasan sambal terasi rasanya pahit, serta panduan lengkap cara membuat sambal terasi tidak pahit agar hasilnya selalu lezat dan menggugah selera setiap kali disajikan di meja makan.
Penyebab Sambal Terasi Terasa Pahit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460214/original/040059400_1767240147-Persiapan_Awal__Memilih___Memproses_Cabai_Busuk_yang_Layak_Pakai.jpg)
Rasa pahit yang muncul pada sambal terasi seringkali menjadi kendala yang merusak kelezatan hidangan. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan bahan yang kurang segar atau sudah hampir busuk. Cabai yang layu atau bawang yang mulai bertunas memiliki kandungan kimia alami yang berubah sehingga menghasilkan rasa yang lebih getir.Â
Selain itu, pemilihan terasi berkualitas rendah yang mengandung bahan tambahan tertentu atau proses fermentasi yang tidak sempurna juga dapat menyumbang rasa pahit yang tajam saat terkena panas.
Faktor teknik memasak juga memegang peranan penting dalam munculnya rasa tidak sedap ini. Penggunaan api yang terlalu besar saat menggoreng bahan dapat membuat kulit cabai dan bawang cepat gosong. Bagian yang menghitam ini secara otomatis akan memberikan rasa pahit yang dominan saat semua bahan dihaluskan.Â
Tak hanya itu, biji cabai atau biji jeruk limau yang tidak sengaja terulek hingga hancur juga sering menjadi tersangka utama di balik rasa pahit yang tertinggal di tenggorokan. Oleh karena itu, ada baiknya memperhatikan cara membuat sambal terasi dengan benar agar rasa yang dihasilkan tidak pahit.
Advertisement
6 Cara Membuat Sambal Terasi Lezat dan Tidak Pahit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338216/original/028081200_1756967700-aa.jpg)
1. Pilih Terasi BerkualitasÂ
Kunci utama sambal yang sedap ada pada pemilihan terasi. Pastikan menggunakan terasi yang aromanya segar dan tidak berbau tengik. Hal ini penting diperhatikan karena terasi yang berkualitas rendah sering kali membawa rasa pahit yang dominan. Hindari langsung mencampur terasi mentah ke dalam bahan sambal lainnya karena akan merusak profil rasa keseluruhan.
Proses pengolahan terasi sangat menentukan hasil akhir olahan sambal. Maka dari itu, terasi sebaiknya dibakar atau digoreng sebentar hingga aromanya keluar dan teksturnya kering sebelum dihaluskan. Namun, terasi yang digunakan juga jangan sampai gosong karena bagian yang menghitam akibat suhu terlalu tinggi adalah penyebab utama rasa pahit pada sambal.
2. Gunakan Cabai dan Bawang yang Segar
Kesegaran bahan sayuran seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah sangat berpengaruh pada rasa sambal terasi. Hindari menggunakan cabai yang sudah layu atau mulai membusuk karena cenderung memiliki rasa getir yang bisa berubah menjadi pahit saat dimasak. Pastikan semua bahan dicuci bersih dan bagian tangkai cabai dibuang sempurna sebelum diolah.
Selain kesegaran, jumlah bawang merah yang cukup juga membantu memberikan rasa manis alami pada sambal. Bawang merah berfungsi sebagai penyeimbang rasa pedas dan pahit dari biji cabai. Jika perbandingan cabai terlalu banyak tanpa diimbangi bawang yang cukup, potensi rasa pahit dari biji cabai yang tergerus akan semakin kuat.
3. Perhatikan Teknik MenggorengÂ
Proses memasak bahan sambal sebaiknya dilakukan dengan api sedang cenderung kecil. Menggoreng cabai, bawang, dan tomat dengan api yang terlalu besar akan membuat bagian luar bahan cepat gosong sementara bagian dalamnya belum matang. Bagian yang gosong inilah yang akan memberikan sisa rasa pahit saat sambal diulek atau dihaluskan.
Selain suhu api, durasi menggoreng juga perlu diperhatikan. Cukup goreng bahan hingga layu dan aromanya keluar. Bahan yang digoreng terlalu kering atau sampai garing akan kehilangan cairan alaminya dan justru memicu munculnya rasa pahit serta tekstur sambal yang menjadi kurang nikmat saat disantap.
4. Tambahkan Gula Merah sebagai Penyeimbang
Gula merah atau gula jawa adalah senjata rahasia untuk menetralkan rasa pahit pada sambal terasi. Rasa manis karamel dari gula merah sangat efektif untuk mengikat rasa pedas dan menutupi sisa rasa getir dari terasi atau cabai. Pastikan gula merah disisir halus agar lebih mudah menyatu dengan bahan lainnya saat proses pengulekan.
Penggunaan gula putih sebenarnya diperbolehkan, namun gula merah memberikan rasa yang lebih sedap dan warna sambal yang lebih cantik. Penambahan gula ini tidak bertujuan untuk membuat sambal menjadi manis seperti selai, akan tetapi hanya sebagai penyeimbang agar semua rasa dalam sambal terasi menjadi lebih harmonis di lidah.
5. Gunakan Tomat yang Matang Sempurna
Bahan selanjutnya yang perlu diperhatikan ketika membuat sambal terasi adalah Tomal. Sayuran ini memiliki fungsi untuk memberikan tekstur lembap dan rasa segar pada sambal terasi. Pilihlah tomat yang sudah berwarna merah tua dan matang sempurna. Tomat yang masih hijau atau setengah matang mengandung kadar asam yang tinggi dan terkadang memiliki rasa getir yang bisa membuat sambal terasa sedikit pahit setelah dimasak.
Jika ingin hasil yang lebih halus dan minim risiko rasa pahit, beberapa orang memilih untuk membuang biji tomat sebelum digoreng. Hal ini dilakukan karena biji tomat terkadang memberikan rasa asam yang terlalu tajam. Dengan menggunakan daging tomat yang matang, maka sambal terasi akan memiliki rasa gurih alami yang lebih kuat dan tekstur yang lebih juicy.
6. Tambahkan Perasan Jeruk Nipis
Setelah sambal selesai diulek atau digoreng kembali, tambahkan sedikit perasan jeruk limau atau jeruk nipis. Rasa asam yang segar dari jeruk tidak hanya menambah aroma, tetapi juga berfungsi sebagai pembersih rasa yang bisa menyamarkan sisa-sisa rasa pahit. Jeruk limau sangat direkomendasikan karena aromanya yang sangat khas.
Pastikan kembali untuk membuang biji jeruk sebelum diperas ke dalam sambal. Biji jeruk yang tidak sengaja terulek atau termakan adalah penyebab rasa pahit yang sangat tajam dan bisa merusak kenikmatan seluruh hidangan. Aduk rata perasan jeruk setelah sambal sudah tidak terlalu panas agar vitamin dan kesegarannya tetap terjaga.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1.Kenapa terasi harus digoreng atau dibakar dulu?
Proses ini bertujuan untuk mematangkan terasi agar aromanya lebih sedap dan teksturnya hancur sempurna. Terasi mentah cenderung memiliki rasa yang sangat tajam dan bisa meninggalkan kesan pahit atau getir di lidah jika langsung dicampurkan ke bahan lain.
2. Bahan apa yang paling ampuh menghilangkan rasa pahit di sambal?
Gula merah dan asam alami (seperti jeruk limau atau tomat matang) adalah kombinasi terbaik. Gula merah berfungsi sebagai penyeimbang rasa, sementara keasaman dari jeruk atau tomat akan menetralkan sisa rasa pahit yang berasal dari bahan-bahan organik.
3. Apakah biji cabai bisa membuat sambal terasa pahit?
Ya, biji cabai yang terulek terlalu hancur atau berasal dari cabai yang sudah tidak segar sering kali menyumbang rasa pahit. Jika ingin rasa yang lebih bersih dan warna merah yang cantik, sebagian biji cabai bisa dibuang sebelum proses pengulekan.
4. Bolehkah menggoreng bahan sambal sampai garing?
Sangat tidak disarankan. Menggoreng cabai, bawang, atau terasi sampai garing atau kecokelatan biasanya akan memicu rasa pahit akibat proses karamelisasi yang berlebihan (gosong). Cukup goreng bahan sampai layu dan aromanya tercium harum saja.
5. Mengapa hasil sambal terkadang pahit setelah disimpan lama?
Pahit pada sambal simpanan biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri atau proses oksidasi jika tidak disimpan dalam wadah kedap udara. Selain itu, biji jeruk limau yang tidak sengaja ikut terulek akan mengeluarkan minyak yang semakin pahit jika dibiarkan terlalu lama di dalam sambal.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923461/original/ACg8ocLAePyHM4ktNNjVGCkbzP1ayB9wVyJVCu6KhlRUjokBaJirQBUF%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4177279/original/010619800_1664607873-thai-spicy-chili-sauce-nam-prik-kapi-paste-with-mixed-herb-ingredient-traditional-thai-food-cuisine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539153/original/053685600_1774591858-Gemini_Generated_Image_v36g1uv36g1uv36g.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517180/original/081955400_1772418667-Gemini_Generated_Image_8hlh298hlh298hlh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478871/original/036988200_1768957259-Mengulek_Sambal_Mangga_Terasi_Limau__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5469837/original/053736900_1768187333-Nasi_Goreng_Sambal_Sisaa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)