Raja Charles Bangun Kolam Pupuk, Bau Busuknya Disebut Akan Menyebar ke Rumah Kate Middleton

Usulan Raja Charles membangun kolam pupuk organik seluas empat kali luas kolam renang Olimpiade ditentang warga. Dikhawatirkan baunya akan menyebar ke mana-mana

Diterbitkan 02 Februari 2026, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah pedesaan Kate Middleton dan Pangeran William, Anmer Hall, dilaporkan bakal diganggu bau busuk. Hal itu menyusul keinginan Raja Charles III membangun kolam penampungan kotoran ternak di Sandringham Estate.

Melansir Hello Magazine, Minggu, 1 Februari 2026, Raja Charles telah diizinkan membangun kolam penampungan kotoran ternak di tempat persembunyian keluarga kerajaan di Norfolk pada Rabu sore, 28 Januari 2026. Lokasinya terletak di lahan perkebunan raja di Inggris bagian timur yang berjarak kurang dari satu kilometer dari rumah pedesaan keluarga Wales yang bergaya Georgia itu. 

Kolam penampungan itu akan berukuran empat kali kolam renang Olimpiade, hampir 4.000 meter persegi, dan akan digali di lahan pertanian dekat Anmer Hall. Kolam itu bisa menyimpan hampir 10 ribu meter kubik kotoran hewan sebelum digunakan sebagai pupuk organik di lahan pertanian sekitarnya.

Disebutkan bahwa kolam penampungan itu akan menyediakan sumber pupuk organik kaya nutrisi yang akan mengurangi kebutuhan pupuk kimia di daerah tersebut. Pupuk dari lubang tersebut akan digunakan untuk meningkatkan hasil panen di lahan pertanian seluas 2.700 hektar, termasuk varietas gandum, jelai, kacang-kacangan, dan oat.

Tidak semua warga sependapat dengan rencana Raja Charles. Banyak penduduk Desa Flitcham di dekat kolam itu melayangkan surat keberatan karena khawatir soal bau, polusi air, lalat, dan hilangnya pariwisata. 

Pertimbangan Otoritas Setujui Rencana Bangun Kolam Pupuk Organik

Seorang penduduk desa menunjukkan bahwa lubang lumpur sangat berbahaya dan menimbulkan risiko kematian atau cedera serius yang signifikan karena gas beracun. "Semua yang saya baca tentang lubang lumpur sangat tidak menyenangkan jika Anda kebetulan adalah orang-orang yang tinggal di dekatnya."

Mereka melanjutkan, "Bahkan, jika Anda mengetik: 'Apakah lubang lumpur berbahaya?' di Google, ini adalah respons pertama yang muncul. 'Ya, lubang lumpur sangat berbahaya dan menimbulkan risiko kematian atau cedera serius yang signifikan karena gas beracun.'"

Namun, petugas perencanaan Lucy Smith menjelaskan dalam laporan terperinci bahwa "meskipun komentar tetangga terkait lokasi yang berdekatan dengan pemukiman Flitcham telah dicatat, tidak ada mekanisme yang tersedia bagi Otoritas Perencanaan Lokal untuk mempertimbangkan dampak bau secara umum dari perspektif gangguan".

Ia juga menambahkan bahwa "tidak ada dampak negatif terhadap pariwisata yang dianggap mungkin terjadi, terutama mengingat lokasi situs yang dikelilingi oleh lahan pertanian".

Rencana Pengembangan Pertanian dan Perkebunan Organik

Pernyataan asli yang diajukan kepada Dewan Borough King's Lynn dan West Norfolk bersamaan dengan permohonan perencanaan. Isinya memuat usulan untuk membangun laguna penyimpanan pupuk untuk melayani lahan pertanian yang luas dan telah mapan seluas sekitar 2.700 hektare.

"Lahan ini ditanami berbagai tanaman, termasuk gandum modern dan tradisional, jelai, kacang-kacangan, dan varietas oat, ditambah berbagai biji-bijian warisan. Lahan pertanian ini mencakup kawanan domba Aberfield dan sapi Beef Shorthorn yang menghasilkan daging organik, 100 persen diberi makan rumput."

Pernyataan itu melanjutkan, "Sebagai bagian dari pengelolaan konservasi berkelanjutan di lahan tersebut, sebagian lahan pertanian telah diubah menjadi agroforestri yang melibatkan integrasi tanaman dan ternak di hutan, atau di antara pepohonan, untuk meningkatkan keanekaragaman hayati."

"Berbagai jenis pohon, termasuk apel sari apel, pir perry, plum, quince, murbei, dan kenari, telah ditanam di samping jalur bunga liar. Pengembangan yang diusulkan akan menyediakan laguna penyimpanan pupuk baru untuk menyediakan kapasitas penyimpanan pupuk guna melayani jaringan lahan pertanian di sekitar lokasi permohonan."

 

Rencana Pembangunan Kolam Pupuk

Ditambahkan bahwa fasilitas baru tersebut akan berada di lokasi yang baik karena dekat dengan lahan pertanian yang akan dilayaninya dan memiliki vegetasi di sekitar batas lahan untuk menyembunyikannya, dan bahwa pupuk organik akan sangat meningkatkan kualitas tanah dan mengurangi kebutuhan untuk bergantung pada pupuk kimia buatan.

Menurut permohonan tersebut, laguna akan dikelilingi tanggul yang ditata dengan lanskap, yang akan ditanami rumput padang rumput dan berbagai macam bunga liar.

Raja Charles mengambil alih pengelolaan Sandringham Estate seluas 20.000 hektare ketika ayahnya, Pangeran Philip, pensiun dari kehidupan publik pada 2017. Setengah dari lahan tersebut dikelola oleh perkebunan, sementara sisanya disewakan kepada petani penyewa.

Raja Charles dikenal akan kecintaannya pada lingkungan. Ia bahkan menanam pohon untuk menandai kelahiran cucunya, Pangeran George, beberapa waktu lalu. Ia juga giat dalam advokasi konservasi hewan langka, khususnya gajah, dan bermitra dengan berbagai pihak, termasuk Indonesia.

Â