7 Bahan Makanan yang Cocok Dimasak dengan Telur untuk Mendapat Manfaat Kesehatan Maksimal

Telur memang efisien, tapi bukan makanan lengkap jika dimakan sendirian.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Telur telah lama dikenal sebagai salah satu bahan makanan pokok yang kaya gizi dan serbaguna. Kehadirannya di meja makan tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga menawarkan segudang manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Dari sarapan hingga makan malam, telur dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat yang praktis dan menyehatkan. Sebagai sumber protein berkualitas tinggi, bahan ini jadi pilihan ideal untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh.

Telur, khususnya telur rebus berukuran sedang sekitar 50 gram, merupakan paket nutrisi yang lengkap. Setiap butirnya mengandung sekitar 77 kalori, menjadikannya sumber energi yang efisien. Kandungan protein berkualitas tinggi sekitar 6 gram per butir sangat vital untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, serta mendukung fungsi enzim dan hormon.

Namun, untuk memaksimalkan potensi nutrisinya, penting mengetahui bahan makanan apa saja yang cocok dipadukan dengan telur. Kombinasi yang tepat tidak hanya meningkatkan cita rasa, namun juga sinergi nutrisi yang optimal. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari Times of India, Kamis, 8 Januari 2026:

1. Bayam

Telur membantu tubuh menyerap vitamin larut lemak, seperti A, D, E, dan K. Sayuran hijau kaya akan nutrisi ini, tapi membutuhkan lemak agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

Menambahkan telur ke bayam secara signifikan meningkatkan penyerapan. Kombinasi ini juga menyeimbangkan protein dengan serat, membuat makanan lebih ringan dicerna dan lebih mengenyangkan. Itulah salah satu alasan perpaduan telur dengan sayuran hijau terasa menyegarkan tanpa kesan berat.

2. Tomat

Tomat kaya akan likopen, antioksidan kuat yang terkait dengan kesehatan jantung dan kulit. Ketika tomat dimasak dengan telur, likopen menjadi lebih mudah diserap tubuh.

Lemak dalam telur membantu tubuh menyerapnya dengan lebih baik. Kombinasi ini sangat cocok untuk omelet, di mana kehangatan dan lemak secara diam-diam meningkatkan manfaat nutrisi.

3. Jamur

Jamur mengandung sedikit vitamin D, terutama saat terpapar sinar matahari. Telur sudah menyediakan vitamin D dan kolesterol, yang digunakan tubuh untuk mensintesis hormon.

Bersama-sama, keduanya mendukung kesehatan tulang, kekebalan tubuh, dan fungsi otot. Dari sudut pandang kuliner, jamur menambah volume dan tekstur tanpa terasa berat, membuat hidangan telur terasa lebih mengenyangkan tanpa kalori tambahan.

4. Alpukat

Telur mengandung lemak, tapi memadukannya dengan alpukat meningkatkan kualitas lemak tersebut. Buah ini menyediakan lemak tidak jenuh tunggal yang mendukung kesehatan jantung dan membantu menstabilkan kadar gula darah.

Kombinasi ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan mencegah penurunan energi secara tiba-tiba, terutama bermanfaat untuk sarapan. Teksturnya yang lembut juga mengurangi kebutuhan akan minyak atau mentega berlebih tanpa mengubah rasa.

5. Biji-bijian

Telur mengandung protein, tapi sedikit karbohidrat. Memadukannya dengan biji-bijian utuh, seperti roti panggang multigrain dan roti gandum, menambahkan karbohidrat yang dicerna lambat dan serat.

Kombinasi ini mendukung pelepasan energi yang stabil dan kontrol gula darah yang lebih baik. Ini sangat efektif bagi orang yang merasa lapar segera setelah hanya makan telur.

6. Yogurt

Telur kaya akan protein, dan memadukannya dengan makanan fermentasi seperti yogurt membantu pencernaan. Probiotik mendukung bakteri usus, sementara protein mendukung perbaikan otot.

Kombinasi ini cocok untuk hidangan, seperti egg wrap, dengan saus berbahan dasar yogurt atau telur rebus sederhana. Hasilnya adalah perut kembung yang berkurang dan pemanfaatan nutrisi yang lebih baik.

7. Bawang Merah

Bawang merah mengandung senyawa sulfur dan flavonoid yang mendukung penyerapan mineral. Jika dipadukan dengan telur, bawang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dan seng, mineral penting untuk kekebalan tubuh dan energi.

Masakan telur berbahan dasar bawang umum ditemukan di rumah-rumah di Indonesia. Selain rasanya yang lezat, nutrisinya juga saling melengkapi.

Bukan Makanan Lengkap Bila Sendirian

Telur memang efisien, tapi bukan makanan lengkap jika dimakan sendirian. Menggabungkannya dengan makanan lain secara tepat dapat meningkatkan pencernaan, penyerapan nutrisi, dan rasa kenyang.

Makanan yang menggabungkan protein, serat, lemak, dan mikronutrien cenderung mendukung energi, kekebalan tubuh, dan fokus jauh lebih baik daripada makanan dengan satu bahan saja. Tujuannya bukanlah kerumitan, melainkan keseimbangan.

Bagi Anda yang aktif berolahraga atau ingin menjaga kekuatan tubuh, telur adalah pilihan yang sangat tepat. Protein berkualitas tinggi dalam bahan ini menyediakan semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki massa otot.

Fosfor juga turut berkontribusi dalam proses ini, membantu regenerasi jaringan otot setelah aktivitas fisik yang intens.