Liputan6.com, Jakarta - erharga 2,99 dolar Amerika Serikat (AS) (sekitar Rp 50 ribu), kokoh, dan pada dasarnya ada di mana-mana di AS. Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, tote bag swalayan Trader Joe's telah berubah jadi sesuatu yang sangat berbeda begitu sampai di benua lain.
Melansir Delish, Kamis, 8 Januari 2026, produser podcast asal London, Holly Davies, membawa pulang tote bag Trader Joe's miliknya setelah perjalanan ke Washington, D.C. Ia berpikir tas itu akan menyatu dengan tas kanvas lainnya di kereta bawah tanah.
Namun, ia malah mulai melihat tas jinjing yang sama di mana-mana di kota itu, dan bukan hanya sekali. Ia mengatakan pada WSJ bahwa ia bahkan tersenyum pada pengguna tas jinjing lainnya karena rasanya seperti momen, "Oh, kamu juga mengalaminya."
Advertisement
Yang mengejutkan adalah Trader Joe's bahkan tidak beroperasi secara internasional, yang berarti tote bag tersebut memiliki eksklusivitas bawaan. WSJ menggambarkannya seperti tas jinjing toko buku terkenal yang Anda beli saat bepergian dan kemudian Anda pakai sampai rusak.
Karena sulit didapatkan di luar negeri, ekonomi penjualan kembali barang tersebut jadi benar-benar kacau. Tas-tas ini telah terdaftar di platform penjualan kembali dengan harga puluhan ribu dolar, bahkan beberapa listing diunggah dengan harga jauh lebih tinggi.
Kendati belum tentu terjual, ada reseller yang menulis harga jual hingga 50 dolar AS (sekitar Rp 800 juta). Trader Joe's, di sisi lain, telah mencoba menjauhkan diri dari hiruk-pikuk tersebut.
Kata Pihak Supermarket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467481/original/035465100_1767890567-Trader_Joes.jpg)
Nakia Rohde, manajer hubungan masyarakat perusahaan, mengatakan bahwa mereka "tidak membenarkan atau mendukung penjualan kembali produk (mereka)" ketika ditanya tentang topik tersebut. Pihaknya bahkan "melakukan semua yang (mereka) bisa untuk menghentikan praktik tersebut."
Namun, ini dengan cepat menjadi masalah di mana-mana. Tas jinjing ini juga berpotensi cepat habis terjual di AS, dengan orang-orang melewatkan kesempatan restock dan yang lain membeli sebanyak mungkin ketika mereka menemukannya.
Dari "Trick-or-Treat Mini Canvas Totes" hingga "Micro Totes," tas-tas menggemaskan ini telah mengumpulkan pengikut setia di antara pelanggan toko dan individu yang mengikuti tren mode. Media sosial bahkan telah membuat tas-tas ini begitu populer sehingga mendapatkan barang yang ditampilkan menjadi hampir mustahil, menurut USAÂ Today.
Advertisement
Modal Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467483/original/054253200_1767890647-Tas_Jinjing.jpg)
Terlepas dari antrean panjang seperti saat Black Friday, jumlah yang terbatas, dan pihak ketiga yang menjual tas-tas ini dengan harga selangit, aksesori tersebut dianggap sebagai barang yang wajib dimiliki karena para penggemar terus berdatangan setiap kali batch baru dirilis di toko.
Dijuluki sebagai "ciri khas Amerika," tote bag Trader Joe's, yang murah dan "menggemaskan," merupakan perwujudan modal budaya, kata Holly Davies, seorang pembuat audio dan aktivis lingkungan, dalam sebuah wawancara Oktober 2025 dengan podcast "Articles of Interest."
"Tas jinjing TJ's, sejauh yang saya tahu, adalah 'tas paling populer' tahun 2025. Bukan hanya di London, tren tersebut baru-baru ini dilaporkan hingga ke Korea Selatan," kata Davies, yang memiliki "kecintaan yang tulus dan tidak pernah padam" pada jaringan toko bahan makanan tersebut. "Tas-tas ini jelas memiliki makna tertentu."
Digunakan untuk Menunjukkan Status
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467484/original/088190900_1767890706-Tote_Bag__2_.jpg)
Michelle Gabriel, seorang dosen di Yale School of the Environment, mengatakan pada WSJ bahwa tas-tas tersebut, terlepas dari ukuran atau gayanya, "mencerminkan sebuah keterbatasan." "Trader Joe's tidak ada di setiap kota dan tidak ada di setiap sudut jalan," kata Gabriel.
"Hal itu sudah menimbulkan kesan kelangkaan yang, di dunia yang penuh dengan konsumsi berlebihan yang mudah diakses, dapat digunakan untuk menunjukkan status."
Jordan Crucchiola, pembawa acara podcast "Feeling Seen," mengatakan, "Saya baru-baru ini mengetahui tentang pengaruh tas TJs saat sedang berbelanja di salah satu toko dan mengamati bahwa orang di belakang saya memiliki setidaknya 2 lusin tas jinjing di keranjang belanjanya."
"Dia berkata, 'Oh ya, tas itu SANGAT POPULER di negara lain. Itu seperti simbol status atau semacamnya,'" tulis Crucchiola di sebuah unggahan X pada Senin, 5 Januari 2026.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467469/original/033663000_1767890885-Tote_Bag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260650/original/038398400_1781618153-tjahnom__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538489/original/093578700_1774519903-Tote_Bag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537420/original/049911100_1774423540-cropped-692e08b0-4c4f-45c8-a516-e415aa7dea35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465074/original/009391900_1767757984-Depositphotos_361924304_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192744/original/029648100_1595932249-1199555-1000xauto-resep-asinan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464014/original/033893300_1767676967-gorengan__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468209/original/007693900_1767944406-sup_tetelan_sapi5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467888/original/043655600_1767933858-Ayam_Panggang_Ny._Anggraini_Klaten__Google_Maps_iki_ste_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913360/original/055090700_1723178933-pexels-nonik-yench-3589897-5925735.jpg)