Liputan6.com, Jakarta - Mengenakan rompi hijau neon bertuliskan "Cilok Hengnim," seorang pria Korea bersepeda keliling Ansan, kota berjarak sekitar 37 kilometer dari Seoul, Korea Selatan, menjajakan cilok. Kok bisa?
Pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 14 Oktober 2025, pria yang ingin disapa sebagai Cilok Hengnim itu mengatakan bahwa ia orang Korea asli yang pernah tinggal di Indonesia. "Waktu tinggal di Indonesia, setiap rindu masakan Korea, saya bisa beli atau masak, tapi jajanan Indonesia di Korea jarang ada yang jual."
"Saya pikir, teman-teman Indonesia di sini kangen jajanan Indonesia, terutama cilok. Jadi saya ingin mengobati rindu teman-teman Indonesia (dengan berjualan cilok)," tuturnya, menambahkan bahwa ia diajari istrinya, yang merupakan orang Indonesia, untuk membuat cilok.
Advertisement
Jajanan Indonesia yang dinilainya populer itu dijual, lengkap dengan saus kacang. "Saya tahu, orang Indonesia suka saus kacang. Saya lihat di Indonesia semua pakai saus kacang: sate, gado-gado, dan pecel, jadi saya mau pakai saus kacang supaya orang Indonesia terobati kangennya," ungkap pria Korea itu.
Ia mengaku baru mulai berjualan, dan itu belum dilakukan setiap hari. Pasalnya, Cilok Hengnim belum bisa membuat cilok dalam jumlah banyak.
Rute Berjualan Cilok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381913/original/055830600_1760521780-Cilok_Hengnim__2_.jpg)
Ia menambahkan, "Rute (berjualan cilok) tidak ditentukan. Terserah sepedanya mau ke mana, tapi kemarin pertama kali jualan di Ansan langsung viral." Siapa saja pembelinya?
Cilok Hengnim berkata, "Orang Korea belum banyak yang tahu tentang cilok. Kami belum sempat jual ke orang Korea, karena kami baru mulai beberapa hari dan langsung viral. Tapi, kata teman-teman Indonesia yang sudah beli, rasanya enak, jadi saya semangat dan senang."
Karena menyasar orang Indonesia di Negeri Ginseng, ia memutuskan memulai rute berjualannya di Ansan, kota yang notabene dihuni cukup banyak WNI. "Sekarang, ada beberapa teman Korea yang pernah tinggal di Indonesia menghubungi kami mau beli (cilok). Tapi sayang, karena baru mulai, kami belum bisa buat banyak ciloknya," ia bercerita.
Advertisement
Jual Cilok ke Orang Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381911/original/091949000_1760521725-Cilok_Hengnim.jpg)
Cilok Hengnim berkata, ia memang ingin lebih dulu menjual cilok dagangannya ke orang Indonesia di Korea untuk mengetahui "apakah cilok kami rasanya pas di lidah mereka." "Ke depan, kami lagi mempersiapkan supaya cilok bisa dikenalkan ke lebih banyak (orang) di Korea," ujarnya.
Seporsi cilok itu dijajakan seharga 10 ribu won (sekitar Rp 117 ribu). "Saya bermimpi bisa memberi banyak jajajan Indonesia ke orang Indonesia sebagai obat kangen kampung halaman dan memperkenalkan jajanan Indonesia ke orang Korea sebagai rasa baru yang akan memperkaya jajanan di Korea."
"Kalau ada kesempatan dan boleh bermimpi besar, saya mau jualan keliling naik sepeda ke seluruh dunia membawa jajanan Indonesia," tandasnya.
Cilok Setan yang Sudah Lebih Dulu Tenar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862692/original/069805300_1718275444-Screenshot_2024-06-13_174130.jpg)
Sebelum mencuri perhatian di Korea Selatan, cilok sudah lebih dulu tenar di Malaysia. Melansir Says, 13 Juni 2023, sebuah video yang viral di media sosial menampilkan pemilik akun TikTok bernama Norreen bersama asisten rumah tangganya menjabarkan resep cilok setan. Banyak orang yang terpukau dengan cara pembuatan cilok.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah level kepedasan sambal yang dibuat. Setelah menyontek resep tersebut, banyak warganet mengaku berkeringat saat memakan jajanan kaki lima asal Bandung, Jawa Barat tersebut.Â
Video Norreen, yang sudah mencatat jutaan penayangan, mengundang berbagai komentar. "Kalau di Indonesia ini namanya cilok mercon kak," kata salah satu warganet yang sepertinya berasal dari Indonesia. "Makanan Indo pedas-pedas," sahut pengguna lain.
"Penasaran sepedes apa. Tapi kalo dibikin sendiri, kayaknya bisa disesuaiin mau sepedes apa," tulis seseorang. "Saya kayaknya harus sedia susu kalo makan ini. Pasti enak, tapi pasti juga pedes," timpal pengguna berbeda.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4542449/original/094566600_1692337361-230819_INFOGRAFIS_LIFESTYLE__Jajanan_Kaki_Lima_Lokal_Populer_S.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/342404/original/077297200_1734360117-IMG_3333.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381912/original/017766700_1760521741-Cilok_Hengnim__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4947987/original/074651000_1726736254-fotor-ai-20240919153528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1630299/original/099218000_1498026113-20170621-Drone-Milik-Korea-Utara-Jatuh-di-Korea-Selatan-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313720/original/013816600_1755053631-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1089741/original/013009000_1450598881-20151220-Ilustrasi-Kapal-Tenggelam-AFP-Photo-03.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542691/original/031500100_1774950574-GAC_-_Steel-Aluminum_Flexible_Production_Line_at_GAC_AION_s_Smart_Eco-Factory.jpg)