Liputan6.com, Jakarta Pontianak, kota yang terbentang di garis khatulistiwa, tidak hanya menarik perhatian wisatawan lewat panorama alam dan budaya, tapi juga lewat ragam cita rasa yang menggoda. Ketika sinar matahari pagi menyusup di antara pepohonan dan udara lembap khas sungai Kapuas, aroma harum rempah dan sajian tradisional mulai menggugah selera. Di sudut jalan kota, suara penjual makanan dan deretan warung tradisional membuka kisah kuliner yang kaya sejarah, warisan budaya, dan kreativitas lokal.
Bagaimana cara Pontianak menggabungkan tradisi Melayu, Kalimantan, dan pengaruh Tionghoa dalam satu piring penuh rasa? Setiap suapan membawa jejak masa lalu sekaligus inovasi rasa masa kini. Khusus bagi Anda yang mencari kuliner khas Pontianak yang halal, kota ini menawarkan banyak pilihan yang tetap menjaga syariat dan cita rasa lokal.
Dalam artikel ini, kita akan menyimak sepuluh kuliner khas Pontianak yang halal, mulai dari jajanan ringan hingga sajian berat, lengkap dengan tips mencicipi dan rekomendasi lokal. Setelahnya, di bagian penutup, disajikan juga lima pertanyaan umum (FAQ) tentang kuliner Pontianak agar perjalanan kuliner Anda makin mantap, Senin (6/10/2025).
Advertisement
1. Bubur Pedas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1309676/original/027544300_1470488585-20160806-bubur-pedas-sambas-kalbar.jpg)
Bubur pedas adalah salah satu dari kuliner khas Pontianak yang halal yang wajib dicoba. Hidangan ini berupa bubur beras yang disajikan bersama aneka sayuran seperti daun kesum, pakis, dan kadang petai, serta taburan teri kacang pedas. Keunikan resepnya terletak pada bumbu rempah yang kuat dan penggunaan bahan lokal. Biasanya bubur pedas disantap di pagi hari, cocok bagi wisatawan yang mencari sarapan hangat.
2. Pengkang
Pengkang adalah kue khas Pontianak yang bentuk dan cara penyajiannya cukup unik. Berbahan dasar beras ketan, pengkang dibungkus daun pisang, berisi ebi (udang kecil), dikukus lalu dibakar agar menghasilkan aroma khas. Pengkang bisa dinikmati sebagai camilan atau teman minum teh di sore hari.
3. Choi Pan
Choi pan adalah kue tradisional ala Tionghoa yang sudah “Pontianak-ified”. Kulitnya dari campuran tepung beras dan maizena sehingga kenyal, diisi dengan isian seperti kucai, rebung, bengkuang, kacang, dan talas. Ada versi kukus dan goreng (yang bagian bawahnya agak garing). Salah satu restoran Chai Kue Panas Siam bahkan mengklaim sebagai restoran dengan hidangan “halal / vegetarian friendly”.
4. Pisang Goreng Srikaya
Meskipun pisang goreng bisa ditemukan di banyak tempat, versi Pontianak berbeda. Setelah digoreng, pisang disiram saus srikaya (campuran santan, telur, dan gula) yang memberikan sensasi manis gurih. Karena bahan baku seperti pisang, telur, dan gula relatif aman dari unsur non-halal, pisang goreng srikaya menjadi salah satu alternatif jajanan halal.
5. Kiam Ko Kwe
Kiam ko kwe adalah kue gurih berbahan tepung beras dan santan, dicetak kotak, dan biasanya diberi topping ayam cincang atau isian gurih lainnya. Rasanya gurih asin, cocok untuk teman minum kopi atau teh di sore.
Advertisement
6. Kue Bingka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158694/original/069866400_1741667313-Sajian_kue_bingka_mini.__Liputan6.comWikimedia_CommonsSabilal_Rusadi_.jpg)
Kue bingka Pontianak punya keunikan tersendiri: bentuknya seperti bunga, dan tersedia dalam versi dengan atau tanpa kuah gula aren + putih telur. Varian rasa modern (durian, keju, cokelat) juga makin banyak muncul, sekaligus menjaga cita rasa tradisional.
7. Es Krim Petrus
Minuman penutup khas Pontianak ini sangat populer. Es krim Petrus disajikan dalam batok kelapa, dilengkapi potongan buah-buahan segar. Sebagai hidangan penutup atau pelepas dahaga, es krim ini relatif aman secara kehalalan — pastikan bahan es krim dan topping-nya tidak mengandung bahan non-halal tersembunyi.
8. Ketupat Colet
Ketupat colet adalah kuliner Pontianak yang bisa dikategorikan sebagai kuliner khas Pontianak yang halal, karena menggunakan bahan tradisional seperti beras ketan, santan, dan rendang daging (jika menggunakan daging sapi/ayam) sebagai bumbu cocolan. Daging rendang dipotong kecil agar mudah dicocol menggunakan tangan.
9. Patlau
Patlau mirip lemper atau lontong dalam penyajian. Terbuat dari beras ketan dan santan yang dibungkus daun pisang. Biasanya disajikan bersama rendang atau opor ayam sebagai lauk pelengkap. Ini adalah salah satu hidangan tradisional yang cocok sebagai menu jamuan.
10. Lempok Durian
Lempok durian adalah makanan khas Pontianak berupa dodol durian yang kenyal dan manis. Karena bahan utamanya durian, santan, dan gula, lempok durian bisa termasuk dalam daftar kuliner khas Pontianak yang halal selama proses pembuatannya tidak menggunakan bahan tambahan non-halal. Karena bisa disimpan lama, lempok sering dijadikan oleh-oleh khas Pontianak.
FAQ Seputar Kuliner Pontianak
1. Apakah semua kuliner khas Pontianak halal?
Tidak semua. Karena pengaruh budaya Tionghoa, sebagian kuliner tradisional menggunakan bahan seperti daging babi atau lemak babi (contoh: Bak Kut Teh, He Keng). Anda harus memilih tempat makan yang menyajikan versi halal atau bertanya langsung penggunaan bahan.
2. Bagaimana cara mengenali restoran halal di Pontianak?
Biasanya restoran halal menampilkan sertifikat halal (MUI), mencantumkan “halal” di papan nama, atau memiliki menu khusus tanpa babi, serta staf yang bisa menjelaskan bahan. Anda bisa juga membaca ulasan di media daring yang menyebut “halal / vegetarian friendly”, seperti ulasan Chai Kue Panas Siam di Tripadvisor.
3. Kapan waktu terbaik untuk menikmati kuliner khas Pontianak?
Pagi hari cocok untuk bubur pedas, jorong-jorong (selama Ramadhan), dan pasung (khusus bulan puasa). Sore dan malam hari pas untuk jajanan seperti choi pan, pengkang, pisang goreng, atau es krim Petrus.
4. Apakah kuliner khas Pontianak sulit ditemukan di kota lain?
Beberapa hidangan memang unik dan lokal sehingga sulit dijumpai di luar Pontianak, seperti pengkang, pasung, dan lempok durian. Namun, versi yang “diadaptasi” (misalnya choi pan, bubur pedas) bisa ditemukan di kota-kota besar atau restoran Pontianak di daerah lain.
5. Adakah tips agar kuliner halal di Pontianak lebih aman dari sudut pandang syariat?
– Selalu tanya bahan (terutama untuk seafood, bumbu saus, minyak).
– Hindari tempat ramai yang mencampur menu halal dan non-halal dalam dapur yang sama (jika Anda merasa ragu).
– Pilih menu yang relatif sederhana dari bahan yang jelas (ikan, ayam, sayur).
– Gunakan panduan lokal atau aplikasi kuliner yang memberi label “halal”.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3605486/original/061338100_1634529201-al_hidayati_209366546_963707744415252_7968482764946751511_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371916/original/035165000_1476267322-Pontianak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390798/original/068550500_1782271087-telur_pontianak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5826783/original/065739800_1778729421-Screenshot_2026-05-14_102824.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383042/original/025111200_1680601120-resurrection-concept-crucifixion-jesus-christ-cross-sunset_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490051/original/061657400_1624365625-Screen_Shot_2021-06-22_at_19.39.48.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553083/original/086286200_1775891672-IMG-20260411-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513897/original/028117700_1772075762-Cap_Go_Meh_Pontianak_Harmoni_Budaya_Bernilai_Ekonomi_Pulau_Kalimantan_bagian_barat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506667/original/049590400_1771474245-Screenshot_2026-02-19_110727.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504772/original/008956400_1771299980-DSC_4228_Satu_Langit_Kota_Pontianak_Ramadan_dan_Imlek_Bersua_Harmoni.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5155824/original/089541500_1741426882-1537c77705ccb8d8b4334651962a28da.jpg)