Pengakuan Penumpang Pesawat Kelas Bisnis Diusir dari Lounge karena Memompa ASI

Penumpang pesawat kelas bisnis itu menyebut ia diminta melanjutkan memompa ASI di toilet.

Diterbitkan 22 September 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang penumpang pesawat kelas bisnis mengaku diminta pergi dari lounge Virgin Australia karena memompa ASI. Kini, ia "masih menunggu" permintaan maaf resmi dan publik dari pihak maskapai.

Melansir news.com.au, Jumat, 19 September 2025, Elise Turner, yang merupakan seorang dokter, mengatakan, seorang manajer layanan di ruang tunggu Virgin di Bandara Melbourne memintanya meninggalkan tempat itu dan menggunakan toilet umum jika ia ingin terus memompa ASI.

"Saya sangat marah sekarang. Saya diberitahu bahwa saya tidak bisa duduk di sini, di lounge Virgin, sebagai pemegang tiket kelas bisnis yang membayar, untuk memompa ASI di balik baju saya," kata Dr. Turner di sebuah klip daring yang kini viral .

Dokter umum tersebut memberi tahu pengikutnya di Instagram bahwa meski maskapai penerbangan telah menghubungi, mereka belum meminta maaf secara resmi. "Ini sangat mengecewakan dan benar-benar memperkuat kecurigaan bahwa mereka hanya menunggu semua ini mereka," tulisnya pada Kamis, 18 Seprember 2025.

Alasan 'Mengusir'

Dr. Turner menyambung, "Ini menghina. Bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi semua ibu menyusui dan memompa ASI di Australia, karena kami menuntut perubahan dan akuntabilitas."

Di klip, ia mengatakan, manajer layanan maskapai menyebut, karena area tersebut merupakan "ruang tunggu bisnis pribadi," memompa ASI tidak diperbolehkan. "Saya bertanya padanya apakah dia (manajer layanan lounge) menyiapkan makan malamnya di kamar mandi atau toilet umum, dan dia tidak bisa menjawab," kata Dr. Turner.

"Ini sungguh menjijikkan di tahun 2025, dan ini adalah jenis perlakuan yang harus dihadapi ibu menyusui." Di video berikutnya, Dr. Turner mengatakan, dia memberi tahu staf tersebut bahwa menyusui dilindungi berdasarkan Undang-Undang Seks dan Diskriminasi Nasional Australia tahun 1984, sementara manajer diduga menjawab, Dr. Turner yang memompa ASI di ruang tunggu membuat orang-orang "tidak nyaman."

Kata Pihak Maskapai

"Dia kemudian meletakkan tangannya di lenganku, dan memintaku pergi," tambah Dr. Turner. Sang ibu mengklaim maskapai penerbangan "belum bisa memperoleh pernyataan dari para staf."

"Saya meminta klarifikasi tentang apa sebenarnya maksudnya, tapi diberi tahu bahwa saya tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Ada tebakan?" ujarnya dalam unggahan terbarunya. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk secara PUBLIK menyampaikan permintaan maaf resmi, bertanggung jawab, dan berkomitmen untuk berubah? Menurut saya, seharusnya secepatnya."

Sang ibu mengakhiri unggahannya dengan mengatakan "lakukan yang lebih baik." Libby Minogue, kepala pemasaran di Virgin Australia, mengatakan pada 10 News bahwa maskapai penerbangan tersebut sedang membuat laporan mengenai insiden yang dimaksud.

"Saya memahami hak asasi manusia dan  kami telah berbicara langsung dengan tamu tersebut dan dengan tulus meminta maaf atas insiden kemarin," kata dia.

Kemungkinan Kompensasi

Minogue mengatakan, anggota tim yang meminta Dr Turner meninggalkan tempat tersebut telah diajak bicara dan "jelas untuk setiap insiden dengan maskapai penerbangan, ada laporan yang perlu dibuat."

Ketika ditanya apakah Dr. Turner akan diberi kompensasi apapun, Minogue menjawab, "Kami sedang berbicara langsung dengan tamu tersebut dan kami akan mengusahakannya dalam beberapa hari mendatang." Ia melanjutkan bahwa maskapai penerbangan tersebut "dengan tulus meminta maaf atas apa yang terjadi di lounge tersebut."

Peristiwa ini terjadi saat maskapai mengumumkan bahwa pemesanan kini dibuka untuk uji coba "hewan peliharaan di pesawat." "Hewan peliharaan diperbolehkan di pesawat, ibu tidak boleh menyusui di ruang tunggu, bagaimana itu bisa terjadi," tanya reporter 10 News pada Minogue. "Para ibu sangat dipersilakan untuk menyusui di ruang tunggu kami. Saya ingin menegaskan hal itu," ujarnya.