Liputan6.com, Jakarta - Tak ada yang meragukan kerja keras Giorgio Armani semasa hidupnya. Bahkan sejak sebelum mendirikan brand fesyennya sendiri 50 tahun yang lalu, desainer Italia itu dikenal gigih. Ia juga menjadi satu dari sedikit desainer di dunia yang masih menjadi pemegang saham tunggal perusahaan yang didirikannya.
Namun, hal itu justru dipandangnya sebagai kelemahan terbesarnya. "Kelemahan terbesarku adalah saya mengendalikan segalanya," ucapnya dalam wawancara dengan Financial Times pada Agustus 2025, sebelum Giorgio Armani meninggal dunia, dikutip Kamis, 4 September 2025.
Itu juga berlaku saat ia memutuskan absen dari tiga peragaan busana diadakan pada Juni dan Juli tahun ini. Di tengah proses pemulihan diri dari sakit yang tak diungkap detailnya, dia masih mengawasi setiap aspek pertunjukan dari jarak jauh melalui tautan video. Setiap detail tak luput dari pantauan.
Advertisement
"Dari pemasangan hingga urutan dan tata rias," kata Armani. "Semua yang akan Anda lihat telah dilakukan di bawah arahan saya dan mendapat persetujuan saya."Â
Â
Penyesalan Terbesar Giorgio Armani Selama Berkarier
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339004/original/070344300_1756997546-000_73EB4CQ.jpg)
Dia tampaknya menelepon untuk mengomeli staf untuk memulai pertunjukan pakaian pria Emporio Armani-nya yang terlambat. Semua ini, mungkin, merupakan indikasi dari kekuatan terbesar yang ia nyatakan sendiri, "Kemampuan untuk percaya pada ide-ide saya dan tekad – terkadang keras kepala – untuk melaksanakannya."Â
Dengan dedikasi tinggi pada pekerjaannya, ia mengaku 'tidak tahu' apakah dia bisa disebut 'gila kerja'. Yang diyakininya adalah kerja keras penting untuk kesuksesan.
Bahkan, ia masih terlibat aktif dalam persiapan perayaan ulang tahun ke-50 brand yang didirikannya. Rencananya, perayaan itu akan berlangsung di Pekan Mode Milan pada akhir September 2025 dengan menggelar sebuah pameran di Pinacoteca di Brera – yang pertama di museum agung ini yang didedikasikan untuk mode.Â
Dari sederet hal yang dilakukan dan diraihnya selama berkarya, ia mengungkapkan penyesalan terdalamnya. "Satu-satunya penyesalan saya dalam hidup adalah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bekerja dan tidak cukup waktu dengan teman dan keluarga," ucapnya kepada publikasi itu.
Advertisement
Perjalanan Karier Giorgio Armani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338969/original/078871900_1756994551-Milan__4_September_2025_____With_infinite_sorrow__the_Armani_Group_announces_the_passing_of_its_cr.jpg)
Mengutip CNN, lahir pada 1934, di Kota Piacenza, Italia utara, Armani tak langsung menekuni karier di bidang mode. Ia justru mempelajari bidang kedokteran sebelum kemudian bertugas di militer.
Pada 1957, Armani banting setir dengan bekerja sebagai penata etalase di department store bersejarah La Rinascente di Milan — sebuah langkah yang akan memulai hubungan seumur hidupnya dengan ibu kota mode Italia. Pada 1964, desainer Nino Cerruti memberi kesempatan pada Armani dengan memberinya pekerjaan mendesain pakaian pria.
Di sinilah, ia pertama kali mempelajari jaket tanpa struktur—jaket jas dengan lapisan tradisional dan bantalan kaku yang dihilangkan untuk menonjolkan bentuk tubuh pemakainya—yang kemudian ia sempurnakan dan menjadi terkenal karenanya. Saat bekerja untuk Cerruti, Armani bertemu Sergio Galeotti, seorang arsitek yang kemudian menjadi mitra hidup dan bisnisnya.
Galeotti membujuk Armani untuk mendirikan bisnisnya sendiri, dan keduanya kemudian mendirikan merek Giorgio Armani pada 1975. Koleksi pakaian pria pertama pun sukses di Amerika Serikat.
Â
Berhasil Taklukkan Pasar Amerika
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339040/original/066301400_1757004548-000_73ED4ZQ.jpg)
Koleksi tersebut tersedia di Barney's New York pada 1976. Toko serba ada yang tutup pada Februari 2020 tersebut bahkan memproduksi iklan TV yang memperkenalkan Armani kepada pembeli Amerika.
Koleksi tersebut segera diikuti oleh koleksi pakaian wanita, yang menampilkan debut merek tersebut dengan tampilan androgini. "Saya adalah orang pertama yang melembutkan citra pria, dan memperkeras citra wanita," kata Armani kemudian.
Jaket-jaketnya menarik perhatian Hollywood. Pada 1980, Richard Gere mengenakan setelan Armani yang terkenal dalam film "American Gigolo", menjadikannya simbol status.
Tak lama kemudian, ia mendandani para bintang besar untuk pose di karpet merah, dari Arnold Schwarzenegger, Sophia Loren, Jodie Foster, Sean Connery, hingga Tina Turner, semuanya difoto mengenakan kreasinya. Ia bahkan bersaing sengit dengan desainer Italia lainnya, Gianni Versace, di era 1980an yang gayanya sangat kontras dengan penampilan Armani yang biasanya bersahaja.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3946482/original/094261400_1645834368-infografis_Akhir_Pekan.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4968034/original/052552000_1728870311-000_34ZC4PQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)