Kenapa Anak Muda Korea Hobi Menyeruput Ice Americano di Musim Panas Sampai Dingin? Ini Kata Survei

Bahkan ada ungkapan populer soal kebiasaan minum Ice Americano di Korea Selatan.

Diterbitkan 25 Agustus 2025, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Anak muda Korea Selatan dikenal cinta mati dengan minuman ice Americano, walaupun saat suhu dingin melanda. Bahkan fenomena ini tercermin dalam istilah populer "Eoljuk-a" yang berarti "Lebih baik mati kedinginan ketimbang tak minum es Americano."

Dilansir dari The Korea Times, Minggu (24/8/2025), fenomena ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh Nespresso dan College Tomorrow 20s Lab. Surveinya dilakukan terhadap 300 pria dan wanita berusia 25 hingga 34 tahun yang minum es kopi setidaknya tiga kali seminggu.

Dari sini, terungkap bahwa 58,7 persen responden berusia 25 hingga 34 tahun menikmati kopi dingin, dalam musim apa pun. Ice Americano juga menjadi minuman favorit sepanjang tahun di kalangan anak muda Korea.

Sementara untuk pertanyaan ditanya es kopi apa yang paling mereka nikmati saat musim panas, sebanyak 50,3 persen memilih es Americano, jauh di atas 18,7 persen yang memilih es latte. Di antara penggemar es Americano sebanyak 74,5 persennya adalah perempuan berusia 30 hingga 34 tahun.

 

 

Konsumsi Sepanjang Tahun dan Preferensi Usia

Untuk pertanyaan kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi es kopi, 18 persen responden memilih pagi hari untuk membuat mereka melek sepenuhnya. Sementara 14 persen responden mengaku mengonsumsinya sebelum memulai pekerjaan atau belajar, dan 13,7 persen menjawab butuh asupan es kopi saat harus berkonsentrasi. 

Preferensi jenis es kopi ternyata berbeda-beda berdasarkan kelompok usia. Responden berusia 20-an mengutamakan harga yang wajar (70,2 persen) dan padanan dengan makanan penutup (20,2 persen). Sementara untuk responden usia 30-an, yang terpenting adalah rasa dan kualitas (48,4 persen) serta aksesibilitas (44,6 persen).

Dari riset ini ditemukan juga bahwa mayoritas lebih suka minum es kopi di rumah (52,4 persen) ketimbang di luar (42,6 persen). Selain mudah (17,8 persen), ada juga pertimbangan harga terjangkau (16,3 persen), dan menikmati es kopi di sela waktu pribadi (14,0 persen). 

Survei tersebut juga menemukan bahwa konsumsi kopi tanpa kafein sedang meningkat. Satu dari tiga responden (30,3 persen) mengatakan mereka minum kopi tanpa kafein setidaknya sekali sehari.

Tren Es Kopi Americano

Diberitakan sebelumnya, menurut laporan tahunan Tren Surga Makanan yang dirilis GoFood pada Februari lalu, ada tiga kuliner yang diprediksi bakal hits pada 2025. Daftarnya disusun berdasarkan keyword yang paling banyak dicari pengguna di platform pesan-antar makanan tersebut. Pertama, terdapat Ice Americano alias es kopi Americano.

Popularitasnya dinilai akan menggeser es kopi susu dan es kopi susu gula aren yang banyak ditawarkan brand kopi lokal. 

Es Americano terbuat dari campuran espresso yang disajikan dengan es dan ditambah air. Dengan hanya 10 kalori per ukuran gelas 12 oz (355 ml), jauh lebih rendah dari minuman es kopi susu gula aren yang mencapai 370 kalori per saji, mengonsumsinya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap asupan kalori harian.

Minuman ini juga sempat populer direkomendasikan sebagai minuman pelangsing di beragam kontek TikTok. Mengutip kanal Health Liputan6.com, dr. Zaidul Akbar, dalam sebuah video yang viral, juga menyampaikan pendapat serupa.

 

Sudah Disorot Sejak 2023

Tren minum es kopi saat musim dingin pun pernah diberitakan The Korea Times pada 2023. Kala itu, diwartakan bahwa rata-rata orang Korea meminum 353 cangkir es Americano per tahun, lebih dari dua kali lipat rata-rata global, menurut sebuah studi pada 2019 oleh Hyundai Research Institute.

Tren tersebut telah diperhatikan perusahaan raksasa kopi Starbucks Korea. Minuman es menyumbang 76 persen dari total penjualan di toko Starbucks di Korea pada 2022, kata perusahaan itu. Bahkan selama cuaca dingin di Januari 2023, mereka menjual lebih banyak es Americano sebanyak 54 persen daripada yang panas.

"Kecenderungan orang mengonsumsi barang, makanan, dan minuman terlepas dari cuaca tampaknya telah menjadi tren baru," kata Park Han Jo dari Starbucks Korea pada AFP.