Rahasia Rendang Padang Empuk dan Lezat, Salah Satunya karena Daging yang Tepat

Pemilihan daging, pengolahan bumbu, dan durasi memasak sangat berpengaruh pada cita rasa rendang

Diterbitkan 15 Mei 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak kenal rendang? Masakan khas Sumatra Barat ini terkenal hingga mancanegara, dengan daging empuk berpadu rempah kaya rasa. Dibuat dengan proses memasak perlahan, rendang sering jadi menu favorit di acara spesial, bahkan menu harian.

Namun, cara memasak rendang yang benar-benar empuk dan lezat membutuhkan teknik khusus. Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/5/2025), pemilihan daging, pengolahan bumbu, dan durasi memasak sangat berpengaruh pada hasil akhir.

Kegagalan dalam membuat rendang sering kali disebabkan kesalahan dalam memilih jenis daging maupun teknik memasak. Daging yang kurang empuk akan menghasilkan rendang yang alot dan kurang sedap.

Begitu pula dengan bumbu yang kurang meresap, membuat cita rasa rendang tidak optimal. Karena itu, penting mengikuti langkah-langkah yang tepat agar menghasilkan rendang yang sempurna, bahkan Anda bisa membuatnya mirip seperti yang biasa disajikan di restoran Padang.

Memilih Daging dan Bumbu Rendang yang Tepat

Kunci utama rendang yang empuk adalah pemilihan daging. Pilih daging sapi bagian sandung lamur atau paha, karena bagian ini memiliki kandungan lemak yang cukup, sehingga menghasilkan daging lebih empuk saat dimasak. Jangan lupa untuk membersihkan daging dengan teliti sebelum diolah.

Selanjutnya, daging bisa dipukul dengan pemukul daging atau bagian belakang pisau sebelum dimasak. Teknik ini membantu melunakkan serat dan mempercepat proses empuknya daging.

Kemudian, siapkan bumbu rempah yang berkualitas. Gunakan bahan-bahan segar untuk menghasilkan cita rasa rendang yang autentik. Jangan ragu menumbuk bumbu secara manual untuk mendapatkan aroma dan rasa yang lebih maksimal. Proses menumbuk bumbu juga akan membantu bumbu lebih mudah meresap ke dalam daging.

Selain itu, perhatikan juga takaran bumbu. Jangan terlalu pelit atau terlalu banyak menambahkan bumbu. Sesuaikan takaran bumbu dengan selera Anda, tapi tetap perhatikan keseimbangan rasa agar rendang tidak terlalu pedas atau terlalu manis.

Cara Memasak Rendang yang Benar

Setelah semua bahan siap, mulailah proses memasak. Masak rendang dengan api kecil agar bumbu meresap sempurna dan daging jadi empuk. Jangan terburu-buru dalam proses memasak, karena kesabaran adalah kunci utama dalam membuat rendang yang lezat.

Saat memasukkan santan, biarkan mendidih perlahan tanpa diaduk selama beberapa menit agar santan tidak pecah. Setelah mulai berminyak, aduk perlahan dengan gerakan memutar. Rempah-rempah seperti daun jeruk, daun salam, dan serai tidak hanya menambah aroma, tapi juga membantu menjaga kestabilan santan agar tidak mudah pecah.

Aduk rendang secara berkala agar bumbu tercampur rata dan tidak gosong. Proses pengadukan yang konsisten juga akan membantu bumbu meresap sempurna ke dalam daging. Perhatikan juga kondisi santan, jangan sampai santan pecah atau gosong.

Setelah rendang matang, diamkan sebentar agar bumbu meresap lebih sempurna. Setelah itu, rendang siap disajikan. Anda bisa menyajikan rendang dengan nasi putih hangat dan lauk pelengkap lainnya.

Berapa Lama Waktu Memasak Rendang?

Tidak ada patokan waktu yang pasti untuk memasak rendang. Waktu memasak rendang bisa bervariasi, berkisar antara tiga hingga empat jam, bahkan lebih, tergantung pada beberapa faktor. Daging sapi bagian has dalam atau sandung lamur umumnya lebih cepat empuk dibandingkan bagian lain.

Ukuran potongan daging juga berpengaruh, potongan yang lebih kecil akan lebih cepat matang. Semakin lama dimasak, rendang akan semakin awet dan rasanya semakin enak.

Jika hanya dimasak sebentar, daging akan keras dan alot, bumbu tidak meresap dengan baik, rasa rendang tidak akan matang sempurna, tekstur bumbu akan encer, warna rendang lebih terang, dan tidak berwarna cokelat kehitaman yang khas.

Rendang kering bisa disimpan dalam wadah kedap udara di suhu ruang hingga satu minggu, atau di dalam kulkas hingga beberapa bulan. Untuk penyimpanan lebih lama, bisa dibekukan.