Sukses

Niat Nge-prank Teman, Turis Thailand Berujung Ditahan Petugas Imigrasi Bandara Changi Singapura

Liputan6.com, Jakarta - Niat nge-prank untuk menjahili teman berubah jadi masalah serius bagi seorang turis asal Thailand. Ia terpaksa berurusan panjang dengan petugas imigrasi Singapura di Bandara Changi.

Petugas imigrasi menahan pemilik akun TikTok Sungstarwin setelah ketahuan dia membawa lebih dari 20 ribu dolar Singapura atau lebih dari Rp212 juta secara tunai. Ia tidak mendeklarasikannya di form imigrasi yang semestinya dilaporkan.

Tidak diketahui kapan dia terbang ke Singapura atau berapa lama dia tinggal dalam konten yang diunggahnya pada 10 September 2022. Pembuat konten yang memiliki 2,4 juta pengikut di platform TikTok dan dua juta pelanggan di YouTube itu mengatakan ia bepergian dalam kelompok dengan lima teman lainnya.

Dalam klip itu, dia menjelaskan bahwa ia menawarkan diri untuk menukarkan baht Thailand ke dolar Singapura untuk teman-temannya. Sungstarwin menukarkan total 610 ribu baht yang setara 23.254 dolar Singapura atau Rp245 juta.

Uang yang sudah ditukarkan itu tak segera dikembalikannya kepada teman-temannya. Ia terpikir untuk menahannya sampai mereka tiba di Singapura karena ia berencana mendapatkan kelebihan dari nilai tukar yang lebih tinggi.

Niat tersebut berbalik menjadi bumerang saat Sungstarwin mendarat di Singapura. Cuplikan dari klip menunjukkan Sungstarwin berbicara dengan petugas imigrasi sebelum dibawa ke area terpisah untuk diinterogasi. Dalam klip tersebut, Sungstarwin mengatakan bahwa tas putih yang dipegangnya adalah milik pacarnya. Di dalamnya berisi uang tunai senilai 100 ribu baht. 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Nasib Turis

Setelah menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada petugas imigrasi, turis Thailand tersebut dibebaskan. Ia dan teman-temannya akhirnya bisa melanjutkan perjalanan mereka di Singapura.

Pengikut Sungstarwin pun penasaran bagaimana ia bisa dibebaskan petugas setelah melanggar ketentuan imigrasi. Menurut pengakuan yang diunggah dalam video itu, petugas membebaskannya karena ia mengaku tidak tahu aturan hukum Singapura soal jumlah uang tunai yang bebas keluar masuk negara itu tanpa perlu dideklarasikan.

Singapura mewajibkan setiap pelancong mengisi formulir dan menyatakan jumlah uang yang dibawanya. Ternyata bukan hanya Sungstarwin yang tak paham, terlihat dari banyaknya komentar yang ditinggalkan dari para pengikutnya. Padahal, aturan itu disampaikan di situs web Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA).

Seorang warganet yang mengaku sebagai pramugari berkomentar, bahwa dia selalu mengumumkan peraturan itu setiap jelang pendaratan. "Tapi, mungkin kalian semua sedang tidur," tambahnya. Sungstarwin pun membalas dengan mengiyakannya, "Kami sangat lelah."

Di sisi lain, banyak warganet yang mempertanyakan regulasi yang mewajibkan mereka yang membawa uang lebih dari 20.000 ribu dolar Singapura untuk melaporkannya. Namun, tidak ada alasan yang menjelaskan hal tersebut di situs web ICA.

3 dari 4 halaman

Pelanggaran di Imigrasi

Meski begitu, peraturan pembatasan uang tunai yang diizinkan dibawa masuk juga diberlakukan di banyak negara. Di AS, misalnya, batas uang tunai adalah untuk mencegah uang digunakan untuk mendanai aktivitas ilegal seperti pencucian uang atau perdagangan narkoba. 

The Immigration and Checkpoints Authority (ICA) sebagai komando penegakan hukum di Kementerian Dalam Negeri (MHA), merupakan badan pengawas perbatasan yang bertanggung jawab atas operasi pengawasan perbatasan garis depan di pelabuhan udara, laut dan kereta api di Singapura. ICA mengeluarkan pass yang berbeda untuk memfasilitasi orang asing yang tiba di Singapura, seperti Visit Pass, Landing Pass, atau Dependent's Pass.

Petugas ICA yang ditempatkan sebagai petugas pemeriksaan kargo dan bagasi diberi wewenang berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan (Cap 70) untuk mencari orang dan alat angkut di semua pelabuhan masuk di Singapura. Mereka dapat menyita barang yang dikendalikan atau selundupan yang ditemukan sebelum merujuknya ke Badan Pengawas yang sesuai, seperti Bea Cukai Singapura atau Biro Narkotika Pusat.

Selundupan yang paling umum adalah rokok dan produk tembakau yang tidak dibayar karena bea masuk yang tinggi yang dikenakan pada mereka. Contoh lain termasuk narkotika, replika senjata api, hewan liar dan obat-obatan tanpa izin.

 

4 dari 4 halaman

ICA di Singapura

Pelanggar imigrasi biasanya dirujuk ke ICA's Enforcement Division (ED) yang mengawasi penyelidikan, penuntutan, dan repatriasi. Mengutip dari wikipedia, Selasa (27/9/2022), ICA adalah garis pertahanan pertama Singapura terhadap potensi ancaman teroris dengan membatasi pergerakan orang-orang yang sensitif terhadap keamanan melintasi perbatasan internasional.

ICA juga bekerja sama dengan lembaga lain seperti Polisi dan ISD untuk mencegah serangan teroris terjadi di Singapura. Menjelang KTT Trump-Kim 2018, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam mengungkapkan bahwa empat orang telah ditolak di pos pemeriksaan karena alasan terkait terorisme.

ICA merupakan bagian dari Kelompok Koordinasi Antar-Lembaga dalam Satuan Tugas Keamanan Maritim Angkatan Laut Republik Singapura. ICA berpartisipasi dalam Latihan Northstar 2011, di mana petugas imigrasi naik ke kapal untuk memeriksa pelanggar imigrasi, senjata api, dan bahan peledak. ICA juga berpartisipasi dalam Latihan Highcrest 2013 yang mensimulasikan serangan teroris di salah satu pos pemeriksaan Singapura

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.