Sukses

Keputusan Kim Kardashian Pakai Gaun Marilyn Monroe di Met Gala 2022 Disebut Kesalahan Besar

Liputan6.com, Jakarta - Met Gala 2022 sudah berlalu, tetapi penampilan Kim Kardashian di acara itu nyatanya belum tuntas jadi perbincangan. Kali ini giliran Bob Mackie, desainer kostum berusia 82 tahun yang membuatkan sketsa gaun 'Happy Birthday, Mr. President' untuk Marilyn Monroe. 

Ia mengkritik keputusan yang membiarkan bintang reality show itu untuk mengenakan kembali gaun kolom kasa berlapis kristal ke acara tersebut. "Aku pikir itu kesalahan besar," kata Mackie kepada Entertainment Weekly, dalam artikel yang dipublikasikan pada Senin, 16 Mei 2022.

"(Marilyn Monroe) adalah seorang dewi. Dewi yang gila, tapi tetap dewi. Dia menawan. Tidak ada yang memotret seperti itu. Dan itu dilakukan untuknya. Itu didesain hanya untuknya," ia berpendapat. "Semestinya tidak ada orang lain yang mengenakan gaun itu."

Desainer busana legendaris itu menggambar desainnya pada 1962 untuk Jean Louis, yang membuatkan Monroe rok untuk mengiringi Presiden AS saat itu, John F. Kennedy yang berulang tahun ke-45. Kurang dari tiga bulan kemudian, Monroe meninggal dunia.

Komentar Mackie senada dengan pendapat Dr. Justine De Young, seorang sejarawan. Ia menyebut momen Kim Kardashian di Met Gala dengan gaun Marilyn sebagai wujud ketidakhormatan atas integritas gaun dan sejarah yang tak ternilai harganya.

De Young, profesor sejarah fashion di Fashion Institute of Technology mengatakan kepada People bahwa tampilan itu 'tidak bertanggung jawab dan tidak perlu'. "Dia bisa --dan melakukannya--memesan replika yang mirip dengan aslinya. Sepotong ikon dari sejarah Amerika tidak boleh dirusak hanya untuk ego dan foto," ujarnya.

Kim Kardashian diketahui hanya mengenakan gaun Marilyn Monroe selama beberapa menit untuk berfoto saat menaiki tangga Met. Ia lalu bersalin dengan gaun yang mirip, dibantu oleh kekasihnya Pete Davidson.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sejarah Pembuatan Gaun

Sementara, kolektor sekaligus peminat sejarah Marilyn Monroe, Scott Fortner menjelaskan bagaimana gaun itu dirancang untuk bintang film Gentlemen Prefer Blondes. Ia mengatakan sang bintang ingin gaun tersebut benar-benar unik hanya untuknya.

"Ketika Marilyn mengetahui ia akan tampil di pesta ulang tahun Presiden John F. Kennedy, dia mengontak Louis dan berkata, 'Aku ingin kamu mendesain gaun yang benar-benar bersejarah, gaun memesona yang hanya satu-satunya.' Dia meminta agar gaun itu, 'hanya Marilyn Monroe yang bisa mengenakannya,'" tutur Fortner.

Ia menjelaskan, Marilyn sengaja berdiri telanjang saat kain untuk gaun itu dililitkan ke seluruh tubuhnya agar tepat membalut setiap lekuk. "Kain, yang merupakan kasa souffle berwarna daging yang diimpor dari Prancis, dilapisi dengan baik sehingga dia tidak perlu memakai pakaian dalam," ujarnya.

Fortner menambahkan, gaun tersebut membalut tubuh Marilyn dengan sempurna. Gaun tersebut tidak akan bisa dikenakan orang lain dengan sempurna. Dalam kasus ini, ukuran tubuh Kim Kardashian juga berbeda dari Marilyn. "Secara logis diasumsikan bahwa kain dan jahitannya tertekan," kata dia.

Kolektor yang menyaksikan Museum Ripley membeli gaun itu seharga 4,81 juta dolar AS pada 2016 mencatat bahwa "usia gaun" juga menjadi isu tersendiri karena Monroe mengenakannya pada Mei 1962. Dengan demikian, pakaian itu kini berusia 60 tahun.

3 dari 4 halaman

Ide Busana

Sebelumnya, Kim Kardashian mengatakan ide untuk menghubungkan Monroe dengan Met Gala sudah ada dalam benaknya selama beberapa waktu. Kepada Vogue, ia menyatakan tidak ada yang terasa lebih Amerika untuk tema In America: ALexicon of Fashion daripada memberikan penghormatan kepada sang superstar.

"Idenya benar-benar datang kepadaku setelah gala di September tahun lalu," ia menjelaskan. "Aku pikir apa yang akan saya lakukan untuk tema Amerika jika bukan tampilan Balenciaga? Apa hal paling Amerika yang dapat Anda pikirkan? Dan itu adalah Marilyn Monroe."

Demi gaun tersebut, pemilik label SKIMS itu sengaja menurunkan berat badannya hingga tujuh kilogram dalam tiga minggu. Gaun yang dikirimkan menggunakan pesawat pribadi dari Ripley's Believe It or Not Museum di Orlando, Florida karena tidak muat dan tidak bisa diubah.

"Saya akan mengenakan pakaian sauna dua kali sehari, berlari di treadmill, benar-benar mengurangi semua gula dan karbohidrat, dan hanya makan sayuran dan protein terbersih," katanya kepada Vogue tentang rutinitas latihannya yang ketat.

"Saya tidak membuat diri saya kelaparan, tetapi saya sangat ketat."

 

4 dari 4 halaman

Gaun Marilyn Lain

Di tengah kritikan pedas dari sana-sini, mantan istri Kanye West itu rupanya tak kapok mengenakan gaun Marilyn Monroe. Ia kembali mengenakan gaun lain rancangan Normal Norell yang pernah dikenakan bintang Hollywood itu ke Golden Globes 1962. 

"Untuk melengkapi malam saya setelah The Met, saya mendapat kehormatan berganti busana (memakai gaun) Marilyn Monroe (rancangan) Norman Norell yang dikenakan ke Golden Globes 1962. di mana ia menerima Penghargaan Henrietta untuk Film Favorit Dunia," Kim menulis keterangan unggahan pada Jumat, 6 Mei 2022.

Perempuan 41 tahun itu melanjutkan, "Dalam pencarian saya untuk menemukan gaun manik-manik (buatan) tangan Jean Louis yang saya kenakan ke gala, saya menemukan @heritageauctions memiliki gaun berpayet hijau ikonis milik Marilyn."

Lebih kebetulan lagi, florist Kim, Jeff Leatham, memperoleh penghargaan Golden Globe Monroe sejak malam itu, menjadikannya aksesori sempurna untuk maestro mode. "Saya melihat ini semua sebagai tanda bahwa semua bintang sejajar. Ini akan selamanya jadi salah satu hak istimewa terbesar dalam hidup saya untuk dapat menyalurkan (tampilan) Marilyn dengan cara ini," tulisnya.

Selain menulis caption, ia juga membagikan sejumlah foto yang memperlihatkannya berpose dalam gaun tersebut, lengkap dengan replika trofi Golden Globe. Ia mengakhiri keterangan unggahannya dengan berterima kasih pada Balai Lelang Julien dan Leatham karena "membantu membuat memori ini menjadi mungkin."