Sukses

Antusiasme Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemasaran Digital

Liputan6.com, Jakarta - Tidak kurang dari 2.600 Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Jawa Tengah antusias mengikuti pelatihan pemasaran digital secara cuma-cuma. Ini merupakan bagian dari program "Active Selling" inisiasi Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Praktiknya berupa pendampingan intensif selama enam bulan, dari Juli hingga Desember 2021. Selama itu, pelaku UMKM akan diberikan materi digital marketing, baik secara teori praktis maupun praktik, menurut keterangan yang diterima Liputan6.com, Sabtu (23/10/2021).

Yuli Tjahya Purnamasari selaku fasilitator mengungkap, hingga saat ini, masih banyak yang ingin jadi peserta program pendampingan UMKM tersebut. "Program 'Active Selling' fokus membahas online marketing secara mendalam," katanya.

Jadi, perempuan yang akrab disapa Maya itu menyambung, materinya terbilang komplet, lengkap dengan ragam tips menarik dan bisa langsung didampingi untuk dipraktikkan. "Kalau pelatihannya cuma sebentar, peserta semangat saat pelatihan, tapi sesudahnya bingung mau bertanya sama siapa. Nah, program ini fasilitatornya siap 24 jam," ucapnya.

Dengan jangka waktu yang panjang, Maya mengaku leluasa mengolah materi pelatihan dengan topik-topik kecil yang disesuaikan kebutuhan peserta. Ini disampaikan dalam kelas daring yang berlangsung dua kali sehari, yakni pukul 10.00 dan 15.00 WIB.

"Materinya semua ada di modul, tapi kami berikan sesuai keperluan peserta. Misalnya kemarin banyak yang bertanya soal membuat foto yang baik, ya kami siapkan sebagai materi di sesi berikutnya," tutur Maya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Berikan Materi Sesuai Kebutuhan

Maya menyambung, pihaknya juga memberikan materi-materi di luar modul, tapi masih terkait jika dibutuhkan. "Misalnya hypno marketing yang bertujuan mendalami komunikasi antara penjual dan pembeli," tuturnya.

Bagi Maya dan tim, koordinasi jadi kunci utama, baik antara fasilitator dengan stakeholder maupun kelompok-kelompok UMKM. "Jadi, dalam kegiatan pendampingan, kami juga siap menjawab keluhan-keluhan produksi, perizinan, permodalan, pemesanan barang, dan lain-lain," kata Maya.

"Jika bisa kami jawab, kami jawab. Jika tidak, kami tunjukkan jalurnya ke dinas-dinas terkait," imbuhnya.

Melihat antusias pelaku UMKM, Maya menganggap program ini harus dilanjutkan ke depannya. "Saya harap setelah Desember nanti ada kelanjutan agar UMKM tidak hanya jadi penonton di marketplace, tapi bisa sukses di negeri sendiri," sebutnya.

3 dari 4 halaman

Penerimaan yang Baik

Direktur Ekonomi Digital Kominfo I Nyoman Adhiarna mengaku bersyukur bahwa program pendampingan ini diterima dengan baik. Ia pun berterima kasih pada para fasilitator.

"Fasilitator adalah kepanjangan tangan kami. Tanpa fasilitator, apalah arti program 'Active Selling' ini," katanya. "Fasilitator lah yang dapat berinteraksi langsung dengan UMKM."

"Saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas usaha keras para fasilitator di lapangan. Terima kasih atas tenaga, waktu, dan pikiran yang tercurah untuk mendukung perkembangan UMKM di Indonesia," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Infografis Bisnis Game di Indonesia