Sukses

Setahun Ledakan Beirut, Pasangan Pengantin Kenang Peristiwa Berdarah di Hari Pernikahan Mereka

Liputan6.com, Jakarta 4 Agustus 2020 seharusnya jadi hari bahagia bagi pasangan pengantin Dr Israa Seblani dan Ahmad Sbeih. Namun, tanggal itu justru akan selalu dikenang sebagai hari ledakan maut yang melanda Beirut, Lebanon.

"Orang-orang memanggil saya 'The Famous Bride' atau 'Bride of Beirut', dan saya masih ingat momen-momen mengerikan itu," kata pengantin wanita yang sedang memamerkan cantik gaun pernikahannya saat ledakan terjadi, melansir laman CNN, Rabu (4/8/2021).

Ledakan Beirut saat itu menewaskan tidak kurang dari 200 jiwa dan membuat ribuan orang terluka. Di antara ribuan cerita, video pernikahan Dr Seblani dan Sbeih jadi salah satu yang paling populer.

Setahun berlalu, pasangan ini kembali ke lokasi video pernikahan itu diambil. "Kami bahkan tidak mau mengingat momen itu lagi, terutama saya, untuk mengingat lagi bahwa saya tidak punya foto hari pernikahan saya di rumah," katanya.

"Hari itu saya menunggu sangat lama ... itu memengaruhi saya dalam dua hal. Satu, saya merasa tidak bisa bahagia. Kedua, fakta itu adalah hari pernikahan saya, saya seharusnya merasa sangat bahagia, tapi itu justru jadi teror bagi warga Lebanon," ucap Dr Seblani.

"Pengantin wanita dari Beirut" ini mengatakan bahwa ia tidak bisa bahagia saat melihat orangtua kehilangan anak mereka, anak yang kehilangan orangtua mereka, atau kerusakan yang terjadi di hari ledakan Beirut. "Saya tidak bisa berbohong pada diri saya," imbuhnya. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 4 halaman

Hari Terkutuk bagi Warga Lebanon

Sbeih menyambung, "Ini adalah hari kami tidak bisa punya rencana untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kami karena ini adalah 'hari terkutuk' untuk semua warga Lebanon."

Dalam setahun terakhir, ia mengatakan, Lebanon telah mengalami krisis ekonomi, ledakan, penguncian wilayah, dan krisis mata uang. "Faktor-faktor inilah yang memengaruhi hidup mayoritas warga Lebanon," katanya.

"Itu sangat sulit, tapi berkat pertolongan Tuhan, kami melaluinya. Fakta bahwa kami dalam keadaan yang baik untuk satu sama lain, sangat saya syukuri. Alhamdulillah," ucap Sbeih tentang pernikahannya.

3 dari 4 halaman

Hanya Ingin Jaminan Keamanan

Dr Seblani mengatakan, ke depan, mereka sangat ingin bepergian. "Tapi, untuk sementara waktu, kami masih di Lebanon sampai kami menemukan tempat yang cocok untuk pergi dan tinggal, membangun keluarga," katanya.

Ia mengatakan, "penjelajahan" ini tidak lain hanya untuk mencari jaminan keamanan. Mereka tidak ingin "uang yang banyak atau hidup mewah."

Setahun lalu, tragedi ini terjadi karena tumpukan besar amonium nitrat meledak di dalam sebuah gudang di Pelabuhan Beirut, lapor Arab News. Ledakan itu setara dengan kekuatan 1,1 kiloton TNT dan menyebabkan kerusakan pada bangunan hingga 20 kilometer.

4 dari 4 halaman

Infografis Dahsyatnya Ledakan di Beirut Lebanon