Sukses

Kronologi Kontes Kecantikan di Thailand Diduga Jadi Klaster COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Kontes kecantikan, Miss Grand Samut Sakhon di Thailand diduga jadi klaster COVID-19. Melansir Strait Times, Senin (12/7/2021), tudingan itu mencuat setelah 13 kontestan dan sembilan orang lain terkait ajang kecantikan itu dinyatakan positif COVID-19.

Ratu kecantikan Thailand yang mengambil bagian dalam kontes bulan lalu itu, kata otoritas setempat, dapat dihadapkan tuntutan pidana karena tidak memakai masker. Total, tercatat ada 22 infeksi muncul dari acara tersebut.

Kronologinya, penyelenggara telah mengantongi izin melangsungkan acara tersebut. Tapi, pihaknya tetap harus mematuhi aturan khusus, termasuk menggunakan masker. "Kemungkinan ada banyak orang yang terlibat dalam kontes tersebut, termasuk kontestan yang melanggar aturan," kata Piya Tawichai, wakil komisaris polisi metropolitan.

"Orang-orang yang menghadiri kontes dan tidak memakai masker juga (melanggar) keputusan darurat dan undang-undang pengendalian penyakit," sambung Piya. Thailand tengah menghadapi gelombang infeksi ketiga dengan catatan kasus mendekati 10 ribu per hari.

Lebih lanjut pihak otoritas mengatakan, penyelenggara dan peserta kontes tingkat provinsi sedang diselidiki dan tidak menutup kemungkinan dihadapkan pada tuntutan pidana. Terlebih, foto-foto di halaman Facebook acara tersebut menunjukkan para finalis tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Terkait dugaan klaster COVID-19, penyelenggara kontes kecantikan belum memberi keterangan resmi. Kendati melalui unggahan akun Instagram Miss Grand, Minggu, 11 Juli 2021, pihaknya meminta publik "menerima berita secara sadar, serta menjaga kesehatan sebaik munkin sampai menerima vaksin yang menyeluruh dan efektif."

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kasus COVID-19

Akhir pekan lalu, pemerintah Thailand mengumumkan jam malam di Bangkok dan sembilan provinsi lain. Aturan yang mulai berlaku Senin (12/7/2021) ini melarang orang keluar antara pukul 21.00 sampai pukul 04.00.

Melansir laman WHO, sejak 3 Januari 2020 hingga 9 Juli 2021, Thailand telah mencatatkan 317.506 kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan 2.534 kematian. Per 3 Juli 2021, total 10.777.748 dosis vaksin telah diberikan.

Menghadapi gelombang ketiga serangan varian delta COVID-19, Negeri Gajah Putih telah dengan cepat kehabisan tempat tidur di rumah sakit. Pemerintahnya juga terus dikritik karena peluncuran vaksin dianggap lambat dan terbatasnya pengujian.

3 dari 4 halaman

Pembukaan Phuket

Di tengah kenaikan kasus di Thailand, pihaknya tetap membuka Phuket untuk turis mancanegara dengan berbagai regulasi per 1 Juli lalu. Pelancong tidak lagi diwajibkan menjalani karantina dengan syarat sudah menerima vaksin penuh dan melakukan tes RT-PCR saat kedatangan.

Sejak itu, pihaknya telah melaporkan kasus positif COVID-19 pada Rabu, 7 Juli 2021. Kepala Kantor Kesehatan Masyarakat Phuket, Koosak Kookiatkul, mengatakan, itu adalah seorang pria dari Uni Emirat Arab (UEA) yang tiba di Phuket pada Selasa, 6 Juli 2021.

Pria tersebut menjalani tes COVID-19 seperti yang dipersyaratkan. Saat terkonfirmasi positif, pihaknya mengatakan langsung memberitahu manajer hotel agar pria itu tidak diizinkan meninggalkan kamar hotel sampai dibawa ke rumah sakit.

Ia melakukan perjalanan dari Dubai ke Phuket dengan penerbangan Emirates EK378 yang membawa 14 orang penumpang. Dua pilot yang kontak dengan rombongan pengunjung ini, serta beberapa karyawan hotel sudah memasuki proses pengendalian penyakit.

Selain pria asal UEA, Koosak mengatakan, turis lokal dari Thailand juga dinyatakan positif COVID-19.

4 dari 4 halaman

Infografis Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Bepergian?

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS