Sukses

Konsep Cloud Kitchen, Solusi Tambahan Pemasukan bagi Pemilik Restoran yang Sepi Pengunjung

Liputan6.com, Jakarta Situasi pandemi yang berimbas pada bisnis makanan dan minuman mendorong berkembangnya restoran dengan model cloud kitchen. Konsepnya mirip dapur bersama, yakni restoran atau dapur yang menyediakan fasilita untuk memproduksi makanan dan minuman dari berbagai merek kuliner.

Konsep ini hanya menawarkan jasa pesan antar, tidak ada fasilitas makan di tempat. Cloud kitchen dinilai solusi adaptif mengingat restoran saat ini tidak bisa beroperasi sebebas dulu, sementara biaya operasional tetap sama.

"Hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa para pemilik restoran hanya mengoperasikan dapur mereka di bawah kapasitas 50 persen, meskipun telah dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang memadai. Selain itu, mereka juga masih kurang memanfaatkan keahlian para staf kulinernya,” kata Peter Choi, CEO dan Co-Founder, Lookalkitchen, dalam group media interview, Rabu, 16 Juni 2021.

Menurut Peter, dengan cloud kitchen, pemilik bisnis makanan dan minuman bisa memanfaatkan dapur mereka sepenuhnya. Dengan begitu produktivitas bisa meningkat dan mengefisienkan tenaga kerja yang dimiliki. 

"Kami meluncurkan Lookalkitchen untuk menawarkan model alternatif dengan biaya dan risiko yang rendah kepada para pemilik restoran, dengan cara mengubah dapur-dapur mereka yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi pusat-pusat pengiriman makanan dan minuman," tambahnya.

Kelebihan lain dari cloud kitchen adalah dapat bekerja sama dengan merek-merek makanan dan minuman yang umumnya hanya melayani pesan-antar dan sudah memiliki nama yang kuat. Melalui kerja sama dengan restoran atau dapur mitra, para pemilik bisnis makanan dan minuman online tidak perlu repot mencari lokasi-lokasi baru supaya bisa lebih dekat ke pelanggan.

Restoran mitra tersebut juga dapat menyajikan makanan dan minuman hingga 10 merek sekaligus. Namun, mereka mesti memulai dengan menyajikan salah satu menu dari merek makanan dan minuman online yang sudah bekerja sama dengan Lookalkitchen selama fase uji coba satu bulan dahulu.

 

 

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Pelatihan Staf

Menurut Peter, sebelum bekerja sama, ada tiga poin yang akan dinilai dari restoran yang bersedia diubah menjadi cloud kitchen. Ketiganya terdiri dari dapur yang fungsional dengan area memasak dan persiapan yang memadai dan dilengkapi ruang penyimpanan serta peralatan dapur dasar; protokol kebersihan yang dipatuhi oleh setiap staf saat menyiapkan makanan dan memastikan kebersihan area dapur; serta ruang dan peralatan terpisah untuk menangani makanan halal dan non-halal.

Peter menjelaskan, pihaknya juga akan membantu melatih staf di restoran-restoran mitra terkait menu dan serangkaian prosedur standar yang harus dilakukan ketika memanaskan, mengolah, dan mengemas makanan, hingga siap untuk diambil dan dikirim. Hal itu untuk menjamin agar kualitas makanan dan minuman tetap konsisten.

"Untuk menjamin kualitas, ada penataran kepada dapur-dapur ini, dan mereka sudah memiliki tenaga dapur yang sebetulnya profesional, mudah untuk ditatar," katanya.

"Selain itu, makanan dari f and b brand ini sifatnya mudah untuk diolah. Mungkin bukan dimasak dari awal tapi lebih ke dihangatkan kembali, jadi sudah dipersiapkan di awal. Jadi untuk dasar dari makanan sendiri sudah sesuai kualitas," tambahnya.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Bukan Hanya Dapur Restoran

Tak hanya dapur restoran, Lookalkitchen juga membuka kesempatan bagi pemilik dapur perseorangan untuk menerapkan cloud kitchen ini. "Yang dimaksud dapur itu bisa juga kaya dapur atau restoran UMKM atau yang dimiliki brand, jadi basically bisa berbagai jenis asalkan mereka memenuhi kriteria Lookalkitchen," katanya.

Keuntungan yang didapat dengan menerapkan cloud kitchen juga cukup menggiurkan. Pembagian keuntungan didasarkan dari penjualan makanan yang kemudian dibagi ke tiga pihak berdasarkan persentase yang disepakati, yakni antara Lookalkitchen, pemilik dapur, dan pemilik merek F&B.

"Dapur bisa mendapatkan lebih dari Rp 30 juta dengan bermitra bersama kami," ia mengiming-imingi.

Proses registrasi dan kemitraan itu dibuat sederhana. Tahapannya diselesaikan hanya dalam dua minggu. "Itu sudah termasuk tahap penilaian dapur atau restoran, proses aktivasi, sampai akhirnya tersedia di semua platform pengiriman mamin (makanan dan minuman) online utama," kata Daniel Song, Chief Financial Officer dan Co-Founder, Lookalkitchen.

Meski begitu, konsep cloud kitchen ini masih memiliki kekurangan. Lantaran baru diluncurkan pada awal 2021, layanan saat ini hanya terpusat di Jabodetabek saja, sehingga merek makanan dan minuman tidak dapat menjangkau daerah-daerah lainnya. Di samping, baru tersedia 20 merek makanan dan minuman online saja, sehingga masih kurang bervariasi pilihan menunya bagi dapur dan konsumen. (Jihan Karina Lasena)

4 dari 5 halaman

Cara Aman Pesan Makanan Online

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: