Sukses

7 Sunah Puasa Ramadhan, dari Sahur hingga Meninggalkan Nafsu dan Syahwat

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadan memasuki hari pertama yang dijalani umat muslim di Indonesia. Dalam buku Ringkasan Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali disebutkan bahwa puasa mempunyai tiga tingkatan, yaitu puasa kaum awam, puasa kaum khusus, dan puasa kaum sangat khusus.

Puasa kaum awam adalah menahan perut dan kemaluan dari syahwatnya. Puasa kaum khusus, yaitu menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, dan kaki dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan berdosa. Sementara puasa sangat khusus yaitu puasa hati dari kesibukan duniawi dan pemikirannya lalu mencegahnya dari hal-hal selain Allah secara keseluruhan.

Selama Ramadhan, banyak sunah yang sangat penting yang bisa dikerjakan, mulai dari sahur hingga meninggalkan nafsu dan syahwat. Berikut sejumlah sunah puasa Ramadan berdasarkan buku Bekal Ramadhan karya Ahmad Zarkasih, Lc.

1. Sahur

Sahur merupakan sunah untuk berpuasa. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa makan sahurlah, karena sahur itu berkah. Makan sahur tetap disunahkan meski hanya dengan segelas air putih.

2. Mengakhirkan Sahur

Disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu subuh. Makan sahur kurang baik apabila dilakukan masih terlalu malam, meski tak dilarang. Praktik makan sahur yang dilakukan oleh Rasulullah SAW justru menjelang waktu fajar.

3. Menyegerakan Buka Puasa

Disunahkan untuk menyegerakan berbuka puasa sebelum salat Maghrib. Meski hanya seteguk air atau sebutir kurma. Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi SAW bersabda, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2 dari 4 halaman

4. Memberi Makan untuk Orang Berbuka

Memberi makan untuk orang yang berbuka puasa sangat dianjutkan, meski hanya seteguk air atau sebutir kurma. “Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang puasa, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya”. (HRAt-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibbandan Ibnu Khuzaemah).

5. Membaca Alquran

Disunahkan bagi orang yang sedang berpuasa, khususnya puasa Ramadhan, untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Jibril alaihissalam mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Quran. (HR. Bukhari dan Muslim) .

6. Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak shadaqah sangat disunahkan saat kita sedang berpuasa. "Rasulullah SAW itu orang yang sangat murah dengan sumbangan. Namun saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Meninggalkan Nafsu dan Syahwat

Ada nafsu dan syahwat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar‘i, namun disunahkan untuk meninggalkannya.

3 dari 4 halaman

Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: