Sukses

Deretan Prosedur Kecantikan Paling Populer di Sejumlah Negara Selama 2020

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang tentu ingin memiliki penampilan maksimal. Karenanya, prosedur kecantikan terus dilakukan, di mana prosedur perawatan yang dijalani bisa saja berbeda di tiap negara.

Sebuah institusi konsultasi kesehatan yang berbasis di Jerman, Qunomedical, menganalisis data penelusuran internal untuk mengetahui perawatan kecantikan mana yang diinginkan penggunanya.

Di Amerika Serikat, penelusuran teratas untuk perawatan kecantikan pada 2020 adalah suntik botox, sedot lemak, pengencangan perut, pengencangan bokong, operasi hidung, operasi pembesaran payudara, dan transplantasi rambut.

Selain itu, pengisi bibir, makeover mommy, operasi pengecilan payudara, facelift, implan bokong, operasi ginekomastia, yakni pengecilan payudara untuk pria, dan transplantasi jenggot juga masuk daftar, dilansir dari laman Fox News, Kamis, 3 Desember 2020.

Perawatan kecantikan dan pembedahan yang sama ditemukan sebagai yang paling populer di 11 negara lain menurut analisa Qunomedical. Namun, urutannya bervariasi.

Di Kanada, Botox adalah prosedur yang paling banyak dicari, diikuti operasi hidung dan transplantasi rambut. Sedangkan, orang-orang dari Inggris, Irlandia, dan Jerman lebih memilih pengisi bibir, Botox, dan transplantasi rambut. Australia dan Selandia Baru memiliki penelusuran teratas yang identik dengan Botox, pengisi bibir, dan sedot lemak sebagai perawatan kecantikan teratas.

Rhinoplasty jadi pencarian nomor satu di Prancis dan Spanyol. Namun, kedua negara itu memiliki perbedaan dalam peringkat lain, meskipun sedot lemak juga berhasil masuk tiga besar. Rhinoplasty merupakan operasi plastik untuk memperbaiki kondisi hidung.

2 dari 4 halaman

Negara-Negara Lain

Pengguna Qunomedical Italia paling banyak menelusuri pengisi bibir, operasi hidung, dan pembesaran payudara. Kemudian, pengguna asal Belanda paling banyak menelusuri pembesaran payudara, transplantasi rambut, dan Botox. Di sisi lain, pengguna Afrika Selatan mencari sedot lemak, botoks, dan operasi perut.

"Saat tahun berakhir, kami dapat melihat bahwa ini adalah fenomena global," kata CEO Qunomedical, Dr. Sophie Chung. "Penguncian wilayah sulit bagi semua orang, tapi dengan lebih banyak privasi, lebih sedikit bersosialisasi, dan banyak waktu luang, orang melihat peluang untuk merenungkan hal-hal penting, seperti perawatan diri dan kepercayaan diri mereka."

Ia menambahkan bahwa selebritas juga dapat jadi faktor penyebab orang di seluruh dunia lebih terbuka terhadap perawatan kecantikan. Menariknya, pencarian daring dalam pariwisata medis telah meningkat dalam 12 bulan terakhir.

"Qunomedical juga melihat lonjakan minat pada operasi di luar negeri selama lockdown," kata Chung. "Seiring penerbangan lebih murah, makin banyak orang yang menemukan bahwa mereka bisa mendapat perawatan berkualitas tinggi yang sama dengan harga lebih rendah dan lebih banyak privasi saat jauh dari rumah," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Operasi Plastik

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: