Sukses

Menyusuri Sungai Maron di Pacitan yang Dianggap Mirip Amazon

Liputan6.com, Jakarta – Sungai Amazon di Amerika Selatan termasuk sungai terpopuler dan terpanjang kedua di dunia setelah Sungai Nil. Sungai yang dikelilingi hutan lebat itu berada di dua negara yaitu Peru dan Brasil.

Namun tak perlu jauh-jauh ke Amerika Selatan, Anda bisa pergi ke Pacitan, Jawa Timur. Di Pacitan, Anda bisa menemukan sungai yang mirip dengan Amazon, yaitu Sungai Maron.

Anda hanya perlu membayar tiket sebesar Rp5 ribu untuk menikmati keindahannya. Dilansir dari akun TikTok @traveloka, Minggu, 11 Oktober 2020,  sungai ini memiliki panjang 4,5 kilometer dan Anda bisa menikmati alam Pacitan sepanjang perjalanan. Kita juga akan tertegun dengan keindahan alamnya karena dikelilingi dengan hutan tropis.

Untuk menyusuri sungai menggunakan perahu kamu harus membayar sewa terlebih dahulu sebesar Rp100 ribu. Harga ini rasanya layak untuk pemandangan yang nantinya didapatkan.

Anda bisa berfoto di sini dan mengunggahnya di akun media sosial. Di beberapa titik, Anda bisa menemukan air yang warnanya hijau kebiruan. Air dengan warna ini menandakan jika dalamnya sekitar 50 meter.

Anda tidak disarankan untuk berenang karena arus sungai cukup deras. Dengan arus yang cukup menantang, sering diadakan festival atau berupa lomba menarik di sungai ini.

Sejak dibuka sebagai kawasan wisata pada 2012 hingga sekarang, setiap tahun selalu diadakan lomba dayung kapal sepanjang 300 meter yang diikuti oleh berbagai kalangan peserta dari berbagai daerah, selain warga Pacitan. Acara adat ini sangat ramai sehingga menjadikan sungai tersebut semakin menarik dan ramai pengunjung.

Ada kegiatan menarik lainnya yang dapat dilakukan di Sungai Maron, yaitu memancing ikan. Banyak orang memancing di sungai ini setiap hari karena memiliki banyak jenis ikan, di antaranya ikan bawal, ikan nila, ikan sidat dan masih banyak jenis ikan lainnya,

2 dari 3 halaman

Tetap Buka di Masa Pandemi

Dengan panjang sekitar 4,5 kilometer, durasi perjalanan menggunakan kapal dan beristirahat kurang lebih 45 menit hingga satu jam. Karena airnya yang jernih, sungai ini menjadi sumber mata air bagi penduduk sekitar.

Menariknya lagi, di ujung sungai terdapat Pantai Ngiroboyo. Anda pun bisa menikmati senja dengan tiupan angin yang menyegarkan. Tak hanya menyewakan perahu saja, warga setempat juga menyediakan berbagai fasilitas seperti warung makan, toilet umum, parkir dan peralatan pendukung wisata lainnya.

Dilansir dari laman resmi Pemerintahan Kebupaten Pacitan, Senin (12/10/2020), wisata Sungai Maron tetap dibuka di masa pandemi ini bersama beberapa tempat wisata alam lainnya. Meski begitu, untuk sementara ini mereka hanya menerima wisatawan Indonesia dan menerapkan protokol kesehatan seperti pemakaian masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: