Sukses

2 Bersaudara Geluti Bisnis Waffle dari Rumah Karena Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang yang menghabiskan waktunya di rumah. Begitu pula dengan dua remaja yang bersaudara ini, Puteri Modiyanti dan Aditya Aprialdi.

Mereka memulai bisnis kuliner karena keharusan tinggal di rumah gara-gara pandemi. "Aku baru lulus kuliah di Belanda, Januari 2020, dan pulang ke Indonesia, menunggu wisuda akhir 2020. Awalnya mau menikmati masa pengangguran dulu, tapi lama kelamaan ngerasa harus produktif lagi," tutur Puteri, lulusan S1 double degree Manajemen FEB UI dan International Business University of Groningen.

Puteri masih bingung antara mau melamar kerja kantoran atau merintis usaha sendiri. Belum lagi ia memutuskan apa yang hendak dilakukan, Covid-19 merebak dan membuat pemerintah Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), medio Maret 2020.

"Karena banyak waktu lowong juga, aku memutuskan mencoba hal baru, yaitu bikin usaha. Memang pengen mulai dari yang kecil dulu, harapannya nanti pelahan-lahan berkembang, sekalian jadi batu loncatan untuk belajar," kata dia.

Menurut pertimbangan gadis yang juga berprofesi sebagai content creator di YouTube dan Instagram ini, yang paling feasible di masa pandemi, saat semua orang harus mengkarantina diri di rumah, adalah bisnis makanan. Apalagi, di Belanda pun dia hidup sendiri dan suka masak. Saat pandemi, banyak waktu di rumah digunakannya untuk bereksperimen masak maupun baking.

Kebetulan pula, sepupunya, Adit, juga baru lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata NHI jurusan Manajemen Patiseri (Baking & Pastry Art), dan masih menganggur karena pandemi. Karena ketrampilan Adit di bidang baking, dan pengalamannya magang selama setahun di InterContinental Fujairah Resort, Uni Emirat Arab, Puteri pun mengajaknya bergabung. Mereka memilih bikin bisnis kuliner yang fokus pada dessert.

2 dari 3 halaman

Bisnis Dessert

Puteri dan Adit harus berpikir celah apa yang masih terbuka di antara belantara bisnis dessert itu. Karena bisnis dessert bukan hal baru di Indonesia dan sudah terlalu banyak pemain, mulai dari yang rumahan hingga yang raksasa. 

"Yang masih jarang, dan nggak terlalu mainstream," kata Puteri. Kebetulan Puteri suka waffle, serta kangen waffle di Belgia yang menurut dia sangat enak  "Aku mikir, kenapa nggak waffle isi bcake," tutur dia.

Ia lalu menyampaika  ide itu kepada Adit.  Keduanya melalukan eksperimen resep-resep yang ada pada April 2020. Melalu berkali-kali trial and error, akhirnya mereka menemukan resep andalan yang tidak dimiliki orang lain.

"Setahu aku belum ada yang jual waffle ukuran kotak 12 cm yang isinya ada cake-nya, dan rasanya seperti kita punya -- yaitu cheesecake dikombinasikan dengan regal chantily dan brownies dikombinasikan dengan marshmalow," klaim Puteri.

Ia yakin, konsep waffle isi cake seperti yang mereka buat merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di luar negeri pun belum ada. "Yang ada waffle sandwich yang isinya topping gitu ah kebanyakan. Jadi kita memang berinovasi dengan fusion atau menggabungkan dua hal yang adadi pasaran, waffle dan cake," imbuh dia.

Kedua saudara sepupu itupun mulai jualan Mei 2020 di Instagram dengan sistem pre-order. Nama "Waffeelin" yang mereka pilih sebagai brand merupakan gabungan kata "waffle" dan"feelin"."Waffle karena itu produk kami, dan feelin artinya kita berharap bisa berbagi kebahagiaan dengancustomer kami," tutur Puteri menjelaskan filosofi di balik nama produknya.

Puteri sudah dikenal sebagai content creator di Instagramdan Youtube. Akun Instagramnya, @putmod, memiliki 33,7 ribu followers.Tak heran, saat pertama kali pre-order dibuka, Wafeelin kebanjiran pesanan.

Produk Waffeeli saat ini tersedia tiga jenis, yaitu Cheesecake Waffle with Regal chantily dengan harga Rp100 ribu, Fudgy brownies waffle with melted marshmallow dengan harga Rp65 ribu, dan Carrot cake waffle with cream cheese dengan harga Rp95 ribu. Tertarik mencoba?

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :