Sukses

IKEA Jepang Hadirkan Menu Kari Katsu Berbahan Nabati

Liputan6.com, Jakarta - Sepiring kari katsu menjadi hidangan istimewa bagi para pecinta makanan Jepang. Seporsi nasi hangat yang dilengkapi dengan potongan daging renyah di atasnya, lalu disiram dengan saus kari yang gurih dan kental tentu menjadi pilihan yang lezat bagi mereka yang gemar mengonsumsi daging.

Itulah salah satu alasan mengapa hidangan kari katsu dapat menjadi salah satu ekspor kuliner paling populer di Jepang. Penggemarnya menyebar di seluruh dunia. Tak heran, banyak restoran yang menyajikan makanan favorit warga dunia ini.

IKEA, perusahan pengecer furnitur internasional yang juga menyediakan restoran di dalam tokonya itu pun tak ketinggalan untuk menghadirkan kari katsu dalam menu restorannya yang berada di Jepang. Namun, sajian kari katsunya sangat berbeda dengan resep pada umumnya.

Sementara hidangan katsu biasanya terkenal dengan potongan daging yang empuk dan renyah, restoran IKEA Jepang ini menghadirkan kari katsu berbahan nabati, atau tidak mengandung daging hewani. Pilihan menu baru tersebut diberi istilah "kari katsu yang terlahir dari ladang", dikutip dari SoraNews24, Jumat, 18 September 2020.

Kari Katsu tersebut diklaim 100 persen berbahan dasar tumbuhan. Mulai dari nasi, roux, dan potongan ‘dagingnya’, tidak mengandung produk hewani sama sekali. Pilihan alternatif yang disajikan ini berupa potongan daging berbahan dasar kedelai goreng yang diletakkan di atas nasi yang diselimuti oleh saus kari yang kental.

Selain itu, menu kari lainnya juga telah berbahan dasar nabati, menggantikan resep kari sebelumnya. Kari nabati kini menjadi satu-satunya jenis yang disajikan IKEA Jepang.

2 dari 3 halaman

Makin Bervariasi

Dibanderol dengan harga 499 yen, atau sekitar Rp70 ribu, IKEA Jepang menjanjikan bahwa Kari Katsu-nya akan diterima oleh pemakan daging pada umumnya. Produsen mengimbau pelanggannya untuk setidaknya mencobanya sekali.

Beberapa menu berbahan nabati lainnya secara bersamaan akan ditambahkan ke dalam daftar menu. Di dalamnya termasuk roti gulung nabati, mousse cokelat, dan roti pipih kebab di rantai cabang Harajuku Tokyo, sebagai satu-satunya lokasi yang tidak menawarkan kari.

Beberapa studi mengklaim bahwa pengurangan dampak perubahan iklim dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi daging. Peralihan yang dilakukan IKEA Jepang sejak 3 September lalu dihadirkan sebagai bagian dari inisiatif untuk mempromosikan rantai keberlanjutan dan mengatasi perubahan iklim tersebut.

Selain IKEA, brand makanan dan minuman seperti Starbucks pun turut mendorong pola hidup berkelanjutan dengan menu barunya. Pada 23 Juni lalu, Starbucks mulai menyediakan menu sarapan sandwich berbahan dasar nabati, kopi berbahan susu almond yang dibumbui dengan kayu manis, dan menu lainnya. Menu tersebut tersedia di sebagian besar lokasi Starbucks Amerika Serikat.  (Brigitta Valencia Bellion)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: