Sukses

Maskapai di Jepang Turunkan Paksa Penumpang yang Tolak Pakai Masker dalam Penerbangan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah maskapai di Jepang menurunkan seorang penumpang pria karena menolak memakai masker dalam penerbangan Sabtu, 12 September 2020. Itu menjadi kasus penolakan maskapai terbaru atas penumpang yang tak mematuhi kewajiban mengenakan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Perwakilan anak usaha Japan Airlines Co mengatakan penumpang tersebut dipaksa turun dari pesawat sebelum lepas landas pada Sabtu sore di utara Jepang. Ia bersikeras menolak permintaan awak kabin untuk memakai masker, tanpa menjelaskan alasannya.

"Kami memutuskan tindakan pria itu telah melanggar peraturan di dalam pesawat," kata seorang pejabat Hokkaido Air System Co, dikutip dari Japan Today, Selasa, 15 September 2020. 

Pejabat tersebut menambahkan, pihaknya bisa memberikan jalan keluar lain bila saja penumpang pesawat itu menjelaskan alasannya. "Kami mungkin bisa membuat penyesuaian untuknya tetap terbang tanpa menggunakan masker, seperti menyiapkan kursi lain untuknya," sambung dia.

Belakangan, penumpang yang dimaksud mengungkapkan alasan perilakunya tersebut. Ia mengaku kerap mengalami ruam atau merasa tercekik ketika mengenakan masker. Tetapi, ia tak mau membicarakan kondisinya di depan penumpang pesawat lainnya.

Insiden tersebut terjadi dalam rute penerbangan domestik yang menghubungkan Okushiri dan Hakodate di Hokkaido, Jepang. Akibatnya, pesawat yang mengangkut 21 penumpang tersebut terlambat terbang 30 menit dari jadwal semestinya.

 

2 dari 3 halaman

Bukan Kasus Pertama

Kasus serupa juga terjadi pada awal bulan ini. Sebuah pesawat yang dioperasikan anak usaha ANA Holdings Inc. mendarat darurat di tengah penerbangannya hanya untuk menurunkan seorang penumpang yang menolak menggunakan masker.

Maskapai Peach yang terbang dari Bandara Kushiro di Hokkaido mendarat di sebuah bandara setelah seorang penumpang berteriak dan mengintimidasi awak kabin di dalam pesawat. Pesawat akhirnya tiba di tujuan, yakni Bandara Kansai di Prefektur Osaka, sekitar dua jam 15 menit lebih lama dari jadwal semula.

Terkait kasus tersebut, penumpang lelaki yang membuat insiden pada Sabtu pekan lalu itu mengatakan, "Aku khawatir karena apa yang terjadi di Peach, tetapi aku tak terpikir aku akan dikeluarkan paksa." (Vriskey Handayani)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: