Kasus TBC di Malaysia Didominasi Warga Lokal, Bukan WNA

Kasus TBC di Malaysia sedikit naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekitar 85 persen pasien TBC adalah warga lokal.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus TBC atau tuberkulosis di Malaysia didominasi oleh warga lokal. Sekitar 85 persen pasien TBC di sana adalah warga Negeri Jiran dan sisanya alias 15 persen merupakan warga negara asing.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad menanggapi spekulasi yang berhembus tentang banyak warga negara asing yang jadi sumber penularan tuberkulosis di Malaysia.

"Ini artinya, risiko penularan (TBC) dalam komunitas kita adalah nyata dan tidak boleh dipandang enteng," kata Dzulkefly di laman Facebook pribadinya pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dzulkefly mengatakan tuberkulosis bukanlah suatu fenomena baru. Penyakit yang sudah lama ada ini penyebabnya bisa jadi karena  faktor sosial-ekonomi seperti kepadatan penduduk dan kekurangan gizi.

Ia mengatakan kuman penyebab TBC yakni Mycobacterium tuberculosis sangat bandel. Tapi kabar baiknya adalah penyakit ini dapat dicegah, diobati, dan dapat disembuhkan sepenuhnya jika dideteksi sejak dini.

"Pasien bisa sembuh aslak patuh mengonsumsi obat secara rutin minimal 6 bulan," kata Dzulkefly.

 

503 Kasus Baru TBC di Malaysia

Dalam kurun waktu satu minggu, tepatnya dari tanggal 1 hingga 7 Februari 2026, sebanyak 503 kasus baru TBC ditemukan di Malaysia. Tambahan kasus ini membuat total kasus kumulatif TBC di Malaysia mencapai 2.571 kasus sejak awal tahun 2026.

Dzulkefly mengungkapkan bahwa terjadi sedikit peningkatan tuberkulosis pada tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan 9,2 kasus per 100 ribu penduduk tahun ini, naik dari 8,4 kasus per 100 ribu penduduk pada tahun 2025.

"Peningkatan ini harus ditafsirkan dengan hati-hati, karena mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan upaya deteksi kasus aktif, penguatan penyaringan kontak, dan peningkatan sistem pelaporan dan pemberitahuan," katanya kepada New Straits Times mengutip Kamis, 19 Februari 2026.

 

Cegah TBC

Usai terjadi peningkatan kasus TBC, Dzulkefly mengingatkan kepada warga Malaysia untuk:

  • Periksa Gejala: Segera pergi ke klinik jika Anda mengalami batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu, demam atau keringat malam, dan penurunan berat badan.
  • Hentikan Stigma: Jangan mengucilkan pasien. Dukungan emosional dari keluarga dan masyarakat adalah kunci keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pengobatan.
  • Tindakan Pencegahan: Pastikan anak-anak menerima imunisasi BCG dan menerapkan gaya hidup sehat serta ventilasi rumah yang baik.