Sukses

Misi Khusus dari Potret Kakak Beradik Berhijab Pakai Busana Tradisional Saat Main Basket

Liputan6.com, Jakarta - Adalah Halima dan Sarah Hossinzehi, kakak beradik yang tinggal di komunitas Baloch-Canadian di East Gwillimbury, Ontario, Kanada. Lewat sebuah sesi pemotretan, mereka menyampaikan pesan, sekaligus mempromosikan kultur Baloch.

"Saya merasa kebanyakan komunitas Timur Tengah dan Asia Selatan bisa relate dengan saya bahwa para pria selalu dipromosikan lebih dari perempuan," kata Halima dilansir dari laman Vogue, Jumat (21/8/2020). "Terutama bila berbicara tentang olahraga dan hidup yang aktif, juga sehat." 

Kultur Baloch terdiri dari antara lain bahasa mereka sendiri dalam banyak dialek, tradisi folk festival, dan pakaian tradisional lengkap dengan hijab yang dibuat dengan cara tertentu. Kebanyakan populasi Baloch sekarang tersebar di barat daya Asia, seperti Iran, Pakistan, dan Afghanistan.

Kendati, banyak juga keluarga memutuskan pindah ke Amerika Utara dan membentuk perkumpulan macam Canadian Baloch Cultural and Social Community, organisasi non-profit untuk menyatukan orang-orang Baloch dan mangadvokasi hak mereka.

Terlepas kesibukan pendidikan, kakak beradik tersebut punya hobi di bidang olahraga. "Saya sudah bermain basket sejak saya kecil," ucap Halima yang juga sempat bermain rugby saat SMA. Sementara, Sarah berkecimpung di olahraga voli dan basket.

Menyadari kurangnya perempuan Baloch di tim olahraga membuat mereka menggagas ide menyoroti kultur dalam pengaturan sesi pemotretan tak biasa. Bersama seorang teman, mereka mengenakan busana Baloch, lengkap dengan hijab, saat bermain basket.

Dengan bantuan suami Sarah, sesi pemotretan ini dieksekusi di sebuah lapangan basket milik teman mereka. "Sulaman khas Baloch sudah ada sedari lama. Kebanyakan potongan merupakan buatan tangan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Angkat Suara Minor

Kekhasan dari busana tradisonal tersebut, di samping warna-warna cerah menyolok, juga motif-motif, seperti berlian maupun segitiga. Namun, di hari biasa, mereka tak memakai busana tersebut saat berolahraga.

"Ada busana tertentu yang dipakai untuk tidur, bepergian keluar, maupun saat menghadiri pernikahan," jelas Halima. "Olahraga tak sebegitu populer di kalangan perempuan Baloch, jadi kami tak punya baju khusus untuk berolahraga."

Sejak mengunggah sederet potret tersebut, keduanya mengaku dihubungi banyak sesama orang Baloch dari berbagai negara. "Banyak orang tak mengenal orang-orang Baloch. Kami golongan minor, bahkan di media sosial," ucap Halima.

"Saya mau bersuara, saya adalah seorang Baloch, saya adalah perempuan, dan saya bermain baskert. Saya datang dari latar belakang dengan suara minor, tapi saya tetap punya suara," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: