Sukses

Isolasi Bukan Limitasi, Seni Indonesia Justru Bangkit Saat Pandemi

Liputan6.com, Jakarta -  Pandemi corona Covid-19 membuat sejumlah bidang terpuruk. Mulai dari perekonomian, wisata, sampai hiburan. Namun siapa sangka kalau dunia seni Indonesia justru bangkit di tengah pandemi. Hal itu dikatakan Amalia Wirjono, seorang pakar di bidang seni yang juga banyak pengalaman di dalam maupun di luar negeri.

Ia pernah menjadi Vice President dan Representative Christie's (balai lelang seni dunia) di Indonesia. Sales Director Gagosian Hong Kong. Selain itu Amel menjadi salah satu komisi yang ditunjuk Bekraf untuk Venice Art Biennale 2017. Saat ini ia juga aktif membantu Museum Macan di Jakarta.

"Bukan hanya di Indonesia, seni rupa global saat pandemi memang sedang menanjak. Sekarang vanyak orang yang ingin mengoleksi karya seni, seperti lukisan. Banyak karya lukisan seniman kita yang justru banyak dibeli baik di dalam maupun di luar negeri," ucap Amalia Wirjono saat bebincang dengan Didiet Maulana dalam IG Live dengan tema 'How To Start Collecting Art', Rabu, 19 Agustus 2020.

"Kenapa bisa begitu ya karena makin banyak orang menyadari kalau karya seni itu suastain bahkan nilainya bisa bertambah dengan seirimg waktu atau karena ada momen tertentu, Bangkitnya seni rupa jadi anomali di tengah kelesuan di tengah pandemi," sambung wanita yang akrab disapa Amel itu.

Karena itu, Amalia Wirjono, membuat platform @artdept_id untuk membuat karya seniman Indonesia lebih aksesibel. Selama masa pandemi, peminat seni bisa dibilang semakin meningkat dan banyak yang ingin mengoleksi benda seni.

"Momen ini bisa jadi kebangkitan dan menambah semangat para seniman Indonesia agar makin kreatif dan semangat dalam berkarya. Sekarang ini memang masa pandemi dengan segala keterbatasan. Tapi saya yakin sama istilah ‘Isolation is NOT a Limitation;, isolasi bukan berarti limitasi, justru kita bisa lebih kreatif dan inilah saatnya kita support seniman Indonesia," terang Amalia Wirjono

Ia juga menepis anggapan kalau karya seni yang bagus itu berarti mahal. Art atau seni itu tidak selalu identik dengan mahal. Kalau ingin mengoleksi suatu karya seni tak selalu harus yang mahal.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Koleksi Kendal Jenner

"Kita bisa beli karya seni yang kita suka, bisa yang harganya terjangakau untuk kita koleksi. Seiring waktu nanti karya seni itu bisa bertambah nilainya dan juga harganya. Seperti saya bilang tadi, seni itu kan sustain dan bahkan bisa bertambah nilainya," jelas Amel.

Dalam kesempaatan itu, Didiet Maulana dan Amalia Wirjono juga memgungkapkan kalau seorang Kendall Jenner, punya banyak koleksi seni di rumahnya. Bukan sembarang karya seni, tapi yang nilainya tinggi dan harganya juga sangat tinggi.

"Sekarang ini memang banyak selebriti yang makin menyukai seni dan serimg datang ke acara seni atau lelang untuk membeli karya seni yang bagus-bagus. Kendall Jenner termasuk salah satunya. Orang mungkin mengena dia sebagai seorang supermode yang masih muda, tapi ternyata she’s more than just pretty face, koleksi seni miliknya ternyata luar biasa bagus dan biasa dikoleksi museum," tutur Amel.

"Ini bisa dibilang jadi tren baru. Sudah banyak artis, musisi, model atau orang-orang terkenal yang makin suka mengoleksi benda-benda seni. Jadi sekarang menilai bagus atau tidaknya rumah mereka bukan dari barang-barang mewahnya, tapi koleksi seni apa saja yang mereka punya," sambung Amalia Wirjono.