Sukses

Kondisi Pesawat Sepi Penumpang dalam Krisis Corona Covid-19 dalam Jepretan Pramugari

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi corona Covid-19 turut menghantam kuat bagi industri penerbangan. Mengingat telah banyak beberapa negara yang memilih lockdown hingga tidak menutup bandara sebagai upaya untuk menekan jumlah kasus.

Dilansir dari The Sun, Jumat (24/4/2020), di masa krisis ini, seorang pramugari mengabadikan deretan potret seperti apa kehidupan ketika ia masih bekerja selama pandemi corona Covid-19. Pramugari itu bernama Molly Choma.

Molly bekerja untuk Alaska Airline, yang menjadi salah satu dari beberapa anggota awak kabin yang masih terbang. Terlepas dari travel lockdown, jadwal terbatas masih beroperasi dengan mayoritas penumpang, baik staf medis atau mereka yang terbang bersama keluarga.

Sang pramugari menjelaskan bahwa rata-rata jumlah penumpang dalam penerbangannya hanya delapan hingga 12 orang. Sejak itu, Molly mulai memotret rekan-rekan krunya selama krisis corona. Ia berharap akan menjadi bagian dari arsip mengenai virus ini karena "penting untuk mencatat momen seperti ini".

Foto-foto tersebut dimulai setelah berbicara dengan sesama pramugari. Molly hanya mengambil potret staf, bukan penumpang.

"Sebagian dari itu adalah saya memproses bagaimana saya secara emosional menghadapi situasi ini, dan sebagian lagi ingin mempertahankan ingatan ini," kata Molly kepada Insider.

Sementara, cerita-cerita lain membagikan lebih banyak video dan momen tentang kru penerbangan di pesawat sebagai cara untuk tetap ceria, Molly mengakui bahwa ia ingin berbagi sisi lain dari kelelahan dan ketidakpastian.

"Saya hanya mencari tahu bagaimana berada di sana untuk orang-orang ketika Anda tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada mereka," tambah sang pramugari.

2 dari 3 halaman

Tak Akan Lagi Sama

Molly yang ibunya juga pramugari, mengakui bahwa terbang selalu mengandung unsur risiko, bahkan tanpa virus corona. Alaska Airlines memungkinkan kru untuk memakai masker wajah tidak seperti maskapai lain.

Meski ia mengaku tidak sabar menunggu rekannya dan lebih banyak penumpang kembali, Molly mengaku terbang tidak akan sama setelah ini. Beberapa penumpang dalam penerbangannya sekarang memakai masker dan sarung tangan, serta membersihkan tempat duduk sebelum duduk untuk perjalanan.

"Saya tahu bahwa suatu hari orang akan terbang lagi. Ketika aman untuk terbang, saya bersemangat untuk hari itu," ungkapnya.

Penerbangan setelah corona Covid-19 tidak hanya soal masker dan sarung tangan, tetapi bisa melihat perubahan drastis lainnya. Dengan jarak sosial yang lebih dibutuhkan, harga tiket juga bisa jauh lebih mahal.

Maskapai menjaga kursi tengah pada penerbangan kosong untuk mencegah kontak dekat antara penumpang, tetapi ini akan menyebabkan kenaikan harga untuk menjaga keuntungan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: