Sukses

Lukisan Van Gogh Digondol Maling Saat Sepi Akibat Pandemi Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Lukisan Vincent Van Gogh yang disimpan dalam Museum Singer Laren digondol maling. Si pencuri memanfaatkan situasi museum yang sepi karena tengah ditutup akibat pandemi corona COVID-19.

Lukisan Spring Garden karya pelukis ternama Belanda itu dicuri pada Senin dini hari, 30 Maret 2020. Media setempat menyebut maling tersebut masuk melalui pintu kaca depan sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Dilansir dari Daily Mail, museum ditutup pada 12 Maret berbarengan dengan Museum Van Gogh dan Rijksmuseum di Amsterdam. Direktur museum, Jan Rudolph de Lorm mengatakan ia sangat terkejut dan kesal atas ulah si pencuri. 

"Ini situasi yang sangat sulit, khususnya di masa sekarang ini," ujarnya.

Stasiun NOS menyebut, lukisan Van Gogh itu dipinjamkan dari Museum Groninger yang terletak di Kota Groningen. Selama ditutup, Museum Singer Laren telah mengikuti protokol keamanan yang ada. 

Lukisan yang dibuat pada 1884 itu memperlihatkan taman pastoran di Kota Nuenen, tempat tinggal Van Gogh saat itu. Menurut Groninger Museum, sang pelukis tinggal bersama orangtuanya di pastoran setelah sang ayah ditunjuk menjadi pastor di paroki kecil. Ia juga melukis taman itu saat musim dingin. 

Museum Van Gogh menggambarkan periode itu dengan kalimat, 'Atmosfer di rumah Van Gogh seringkali tegang, Vincent sangat cepat melawan komentar ayahnya.'   

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Berapa Nilainya?

Nilai karya seni yang dicuri belum jelas. Namun, lukisan lain yang juga diproduksi pada masa Nuenen baru-baru ini terjual sekitar 13,5juta dolar AS dalam sebuah pelelangan di Belanda.

Beberapa lukisan Van Gogh lainnya bahkan dijual jauh lebih mahal, termasuk potret Dr Gachet yang dimenangkan seorang kolektor Jepang yang membelinya 82,5 juta dolar AS berdasarkan harga tahun 1990.

Van Gogh merupakan pelukis kelahiran 167 tahun lalu, yakni pada 1853. Hidupnya berakhir dengan lubang selongsong peluru di kepalanya pada 1890.

Polisi kini menyelidiki tindak pencurian di pagi buta. Sementara, staf museum menggelar jumpa pers secara live streaming via YouTube karena adanya wabah virus SARS-CoV-2.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Melihat Hijaunya Yulin, Kota Hutan di China