Sukses

Perjalanan Menjelajahi Kebaikan Aqua di Kaki Gunung Gede-Pangrango

Liputan6.com, Jakarta - Safina sangat antusias saat seorang karyawan pabrik Aqua Ciherang menjelaskan langkah-langkah membuat kompos. Anak kelas 6 SD Batu Kembar, Ciherang, Bogor, Jawa Barat itu mencatatnya di buku tulisnya. Ia satu dari 50 murid yang hadir mengikuti acara trip menjelajahi kebaikan Aqua di pabrik Aqua Ciherang.

Antusiasme juga terlihat beberapa guru yang mendampingi Safina dan teman-temannya. Di bawah rindang pepohonan, mereka sangat tertarik dengan penjelasan cara-cara pembuatan kompos yang disampaikan karyawan Aqua, seperti pembuatan lubang, memasukkan sampah dalam lobang, memberi tanah, membalik sampah di bawah ke atas hingga sampah menjadi kompos.

"Mereka sangat senang dengan kegiatan ini dan mendapatkan pelajaran baru. Apalagi mereka dapat meja tulis buat belajar," ujar Erna, guru SD Batu Kembar, semringah kepada Liputan6.com, Rabu, 16 Oktober 2019.

Usai mencatat di atas buku tulisnya, Safina menuliskan kembali di atas selembar buku gambar. Ia lalu mengeluarkan sebuah penggaris plastik dari dalam tasnya. Menggunakan pensil, ia menggaris kertas tersebut agar tulisannya rapi dan rata.

"Kalau hanya menuliskan ulang cara pembuatan kompos sih gampang," seru Safina kepada empat temannya dalam kelompoknya.

Namun, belum lagi tulisannya selesai, waktu yang tersedia telah habis. Dari kejauhan terdengar suara azan zuhur. Melalui pengeras suara, Erna meminta Safina dan teman-temannya yang lain untuk menyelesaikan tugasnya esok di sekolah.

"Anak-anak, kita selesaikan pekerjaan ini di sekolah nanti, ya," kata Erna menegaskan.

Sementara itu, Brand Marketing Manager Danone-Aqua, Jeffri Ricardo mengatakan kehadiran 50 anak SD Batu Kembar untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang air yang bersih hiegenis, sanitasi hingga cara mengelola sampah.

"Kami itu punya konsep zero waste to landfill di semua pabrik Aqua. Mengelola bagaimana tidak ada sampah, baik organik maupun nonorganik. Nah, karena kami juga terkait dengan konservasi air dan menanam tetumbuhan juga, maka pupuknya pun dari limbah pabrik kami," papar Jeffri.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Waterfond Cijabon

Dari pabrik AQUA di Ciherang, perjalanan berlanjut ke Kampung Palalongan, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk melihat Waterpond Bekasi atau Kolam Resapan Berbasis Akses Air Bersih. Kolam tersebut diberi nama mata air Cijabon. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi itu.

Jalanan berkelok-kelok, menanjak dan menurun untuk tiba di tempat itu. Lokasinya berada di lembah dengan jalan setapak dengan kontur tanah yang menurun. Di kiri dan kanan jalan yang menurun itu tumbuh berbagai pepohonan.

Waterpond berfungsi untuk menambah cadangan air ke dalam tanah dan mengurangi aliran permukaan (run off) dengan cara memasukkan air ke dalam lubang resapan yang memiliki kedalaman enam hingga delapan meter atau sampai tanah porus. Porus adalah sifat tanah yang mempunyai pori-pori dalam jumlah besar sehingga mampu menyerap air tinggi.

"Jadi ini konsepnya pemanfaatan sumber daya air secara optimum. Pertama, air bersih kepada masyarakat. Kedua, harganya dapat dijangkau dengan harga yang murah," kata Nana Mulyana Arifjaya, pengajar Manajemen Kehutanan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada Liputan6.com.

Sejak dibangun pada 2017 hingga saat ini kolam resapan ini telah dimanfaatkan oleh 400 kepala keluarga. Warga sekitar hanya perlu membayar Rp3 ribu untuk mendapatkan air bersih dari kolam ini. Uang tersebut digunaka untuk biaya perawatan. Biaya itu terhitung lebih murah dibanding biaya untuk membeli satu galon air bersih yang harganya sekitar Rp17 ribu.

"Satu galon itu isinya 20 liter, tapi di sini 1.000 liter. Airnya sangat bersih dan membantu kesehatan masyarakat. Jadi, ini demi kebaikan untuk semua," kata lelaki yang akrab disapa Nana.

Awalnya, mata air Cijabon hanya mata air biasa. Namun, warga di bawah mengeluhkan tentang akses air bersih. Tapi untuk mengembangkan mata air itu tak ada modal, maka mereka kemudian meminta bantuan kepada AQUA untuk membangun mata air tersebut.

Saat awal mata air ini sempat digratiskan kepada warga selama sebulan. Kini, masyarat sangat bersyukur dengan keberadaan mata air Cijabon.

"Air Cijabon dapat saya gunakan sepuasnya. Saya mendapatkan keuntungan yang besar dengan air ini," kata Dadun Suzenapati, warga sekitar.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
2 Pekerja Tewas, Proyek Double Track Bogor-Sukabumi Dievaluasi
Artikel Selanjutnya
Polisi Dalami Kasus Longsor di Area Proyek Double Track Kereta Api Sukabumi - Bogor