Sukses

Cara Unik Perempuan Asal Singapura agar Tak Berdesakan di Kereta

Liputan6.com, Jakarta - Transportasi umum acap kali jadi alternatif bagi penduduk, terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar. Pada jam sibuk, yakni pergi dan pulang kantor, kondisi transportasi umum, termasuk kereta, bisa sangat luar biasa padat.

Anda mungkin sering mengalami situasi tersebut. Menghadapi situasi ini, seorang perempuan asal Singapura punya cara tersendiri untuk mendapatkan ruang pribadi di tempat umum.

Lewat sebuah unggahan di Facebook, solusi dari perempuan ini dibagikan seorang warganet. Pada keterangan foto, ia menerangkan bahwa pemandangan tersebut didapati ketika berangkat kerja naik kereta pada Kamis, 25 Juli 2019.

Demi tak terdesak orang sekitarnya, perempuan yang tak diperlihatkan wajahnya itu menaruh hula hoop di bawah sekitar area kakinya. "Semua orang merasa bahwa tak berdiri di dalam lingkaran hula hoop perempuan itu adalah sesuatu yang normal," tulisnya.

Wargnet yang membagikan foto ini mengaku sangat terkesan, lantaran di antara penumpang kereta yang berusaha mendapatkan ruang, perempuan tersebut malah menciptakan ruang cukup lega untuk diri sendiri.

2 dari 3 halaman

Tuai Pro-Kontra

Potret ini membuat warganet terbagi ke dalam dua kubu. Sebagian berpikir cara ini sangat brilian. Beberapa di antaranya malah menyarankan benda lain yang bisa digunakan untuk menciptakan ruang pribadi.

"Saya akan membawa kapur berwarna untuk menandai ruang pribadi saya," tulis salah satu warganet.

Sementara, sisanya menganggap tindakan perempuan tersebut terbilang egois. Pasalnya, ruang tersebut bisa dipakai orang lain untuk berdiri dan sama-sama mendapat ruang di dalam gerbong kereta.

"Kalau mau punya ruang pribadi, ia seharusnya tak naik kereta. Bisa naik taksi atau kendaraan online supaya tak mengganggu ruang untuk orang lain," komentar salah seorang warganet.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
7 Rute Kereta Api Paling Berbahaya di Dunia
Artikel Selanjutnya
Kontraktor China dan Kominfo Silang Pendapat di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung