Sukses

Benarkah Berat Badan Bisa Bertambah Karena Kurang Tidur?

Liputan6.com, Jakarta - Kurang tidur bisa membuat banyak masalah bagi tubuh kita. Selain perasaan lelah sepanjang hari, hal populer lainnya dari kurang tidur adalah menambah berat badan. Benarkah kurang tidur memang bisa mempengaruhi berat badan?

Menurut para ahli, kurang tidur bisa meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan. Danpaknya, kita bisa mengkonsumsi makanan yang berlebihan, dan akibarnya berat badan pasti bertambah.

Dilansir dari self.com, Senin, 18 Februari 2019, ada beberapa hal yang bisa muncul akibat kurang tidur. Yang pertama, kadar hormon lapar yang disebut ghrelin meningkat dan kadar hormon kenyang yang disebut leptin menurun. Hal ini akan membiat Anda makan secara berlebihan dan menambah berat badan.

Yang kedua adalah mengonsumsi sekitar 300 kalori lebih banyak dalam sehari dan sebagian besar berasal dari makanan berlemak tinggi.

Dan yang ketiga adalah mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan untuk menyediakan lebih banyak energi. Kalau hal ini terjadi terus menerus saat Anda kurang tidur, maka berat badan Anda naik secara ssignifikan, terutama di malam hari.

Sebuah studi menunjukkan bahwa peserta yang tidak punya waktu tidur yang cukup selama lima hari, cenderung mengonsumsi karbohidrat lebih banyak, dan mengalami kenaikan berat badan. Inilah pentingnya untuk menjaga waktu tidur yang cukup.

Umumnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur selama tujuh hingga delapan jam dalam sehari. Menurut Kenneth Wright, peneliti dari University of Colorado, Boulder, orang-orang yang mendapatkan waktu tidur yang cukup, lebih besar kemungkinannya untuk mengurangi asupan lemak dan karbohidrat.

Saksiikan video pilihan di bawah ini:

Pesan Kartika Affandi untuk Perempuan Indonesia
Loading
Artikel Selanjutnya
Studi: Diskriminasi terhadap Berat Badan Kian Meningkat di Tempat Kerja
Artikel Selanjutnya
Kenapa Perempuan di Atas 25 Tahun Lebih Mudah Gemuk?