Sukses

Koleksi Imlek dari Minimal, Kombinasi Antara Tradisional dan Modern

Liputan6.com, Jakarta - Tahun baru Imlek juga menjadi momen untuk memproduksi segala keperluan yang berhubungan dengan perayaan tersebut. Beberapa merek pakaian dan clothing line tak ketinggalan meluncurkan pakaian yang bernuansa Imlek.

Merek pakaian Minimal pun turut menghadirkan koleksi pakaian untuk menyambut Imlek. Koleksi tersebut bernuansa oriental yang terinspirasi dari motif etnik Asia Timur, terutama Jepang dan Tiongkok. Peluncuran koleksi pakaian tersebut dilaksanakan dalam konferensi pers yang diadakan di Restoran Lara Djonggrang, Menteng, Jakarta Pusat,  Rabu, 30 Januari 2019.

Menariknya, merek yang berdiri sejak 2002 mengaplikasikan cheongsam, pakaian tradisional Tiongkok dengan gaya modern seperti dress. Motif keramik Tiongkok dan bahan jacquard border memberikan kesan mewah terhadap pakaian tersebut. "Ini merupakan desain unggulan dari Minimal dalam koleksi ini," ungkap Ruth Setiaty, Senior Marketing Manager Minimal dalam acara peluncuran koleksi tersebut.

Minimal menghadirkan 12 gaya pakaian yang bernuansa Imlek, mulai dari tampilan kasual hingga formal, sehingga cocok dipakai untuk gaya feminin atau wanita yang menyukai gaya yang manly. "Kami berharap koleksi ini bisa memberi spirit dan kesan Imlek bagi siapapun yang memakainya," jelas Ruth.

Koleksi Imlek dalam bentuk top dan outer, katanya, bisa direkomendasikan untuk mereka yang menyukai gaya manly. "Jadi, kalau risih pakai dress, pakai saja kedua jenis ini agar tetap sopan," katanya.

Sesuai dengan nuansa Imlek, Minimal pun menghadirkan warna merah untuk koleksi pakaiannya. Ruth mengatakan bahwa pemilihan warna tersebut sesuai dengan riset pasar di mana mereka yang merayakan Imlek mencari baju berwarna merah atau marun sebagai simbol keberuntungan. Tidak hanya merah, warna hitam dan putih juga ada dalam koleksi tersebut.

Minimal juga menghadirkan koleksi pakaian ini sebagai adibusana sehingga tidak dipakai saat Imlek saja. "Jadi, setelah Imlek, konsumen bisa tetap memakai pakaian ini lagi untuk kerja atau apapun," jelas Ruth.

Karena itulah, brand yang telah memiliki 75 cabang toko di seluruh Indonesia ini memadukan cheongsam dengan detil yang lebih modern. "Motif tradisionalnya bisa terlihat dari coraknya, bordirannya," kata Ruth.

Perpaduan cheongsam dan detail yang modern ini dijamin akan memenuhi apa yang konsumen cari. "Easy to wear, ready to wear, dan tetap elegan," ungkapnya. Bahan baju yang digunakan oleh Minimal sama seperti baju biasa, katanya, hanya saja ada beberapa motif yang membuatnya elegan.

Tak hanya dress cheongsam yang menjadi unggulan tersebut, Minimal juga menyediakan blouse dengan detail pleats dan shift dress dengan bagian leher berbentuk shawl. Koleksi kedua pakaian ini dihiasi dengan motif bunga dari kimono klasik Jepang.

2 dari 2 halaman

Tips Padu Padan Pakaian

Koleksi Imlek dari Minimal yang diluncurkan tahun ini kental dengan motif bunga-bunga dari Asia Timur sehingga membuatnya terkesan ramai. Karena itu, Ruth Setiaty juga membagikan tips untuk memadukan pakaian dengan aksesori yang tepat.

"Untuk aksesori, tidak usah pusing mencari asesori yang lain. Anting-anting atau gelang sudah cukup sebagai asesorinya," ujar Ruth.

Karena Minimal hanya meluncurkan dress dan top untuk koleksi ini, Ruth menyarankan pula untuk mencari celana yang cocok dengan baju yang dipilih. "Kalau tidak sempat beli yang baru, pakai saja yang lama," ungkapnya. Hal itu ia sarankan walaupun fenomenanya banyak orang yang memilih berbaju baru saat hari raya kebudayaan Tiongkok tersebut.

Ia juga menyarankan untuk sepatunya. "Kalau tidak mau tampil terlalu beda, pakai saja warna hitam atau putih yang simpel," jelasnya. Sepatu yang ada aksen pita atau hiasannya juga direkomendasikan, lanjutnya, jika ingin tampil lebih menawan.

Tak hanya padu-padan asesori, Ruth pun membagikan tips berpakaian yang nyaman saat Imlek. "Gunakan saja pakaian yang nyaman dan cocok dengan dirimu sendiri, tapi jangan lupakan kesopanannya," tutup Ruth.

(Esther Novita Inochi)

Loading