Sukses

Celoteh Kezia Warouw Senangnya Berseragam Bhayangkari Pertama Kali

Liputan6.com, Jakarta - Putri Indonesia 2016 Kezia Warouw resmi dipersunting seorang perwira polisi bernama Christian Rante Padang pada 2 September 2018. Setelah empat bulan menikah, perempuan asal Manado itu memamerkan fotonya bersama suami dengan berseragam Bhayangkari.

Dalam foto yang diunggah pada 4 Januari 2019 lewat akun Instagramnya, Kezia saat itu mencepol rambut panjangnya saat mengenakan seragam warna pink. Ia mengenakan sepatu pantofel hitam dan menambahkan jam tangan bertali hitam untuk melengkapi penampilannya.

"Congratulation my husband for promotion at the Indonesian National Police and this is my first time using Bhayangkari clothes 😍😍. (Selamat untuk suamiku atas promosi di Polri dan ini pertama kalinya mengenakan baju Bhayangkari)," tulis Kezia dalam foto yang diambil oleh @ryotaphotography itu.

Aura yang terpancar dari wajah Kezia saat berseragam Bhayangkari sangat sederhana. Apalagi, ia hanya memoles lipstik merah tipis dalam potret tersebut. Hal itu jauh dari kesan glamor yang ditampilkannya saat mengikuti ajang Miss Universe 2016 lalu di Filipina.

Kezia juga memamerkan dirinya yang masih berseragam Bhayangkari dengan latar Markas Polda Sulut, pada hari yang sama. Ia dan suami berdiri di landasan helipad sambil tersenyum ke arah kamera. Sebelum itu, perempuan yang sedang menyelesaikan tesis di bidang Manajemen ini juga berfoto bersama dengan Kapolda Sulut dan istri.

"Nggak beban tapi bangga kapan lagi gue pakai baju pink dengan lambang dan sebagainya," kata Kezia saat ditemui usai acara Mari Bicara, Indonesia di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (14/1/2019), menanggapi seragam tersebut.

2 dari 2 halaman

Jaga Image

Kezia mengaku setelah menjadi ibu Bhayangkari, ia semakin menjaga diri, terutama kala berbicara dengan siapa pun. Ada batasan yang dibuatnya untuk tidak bicara sembarangan.

"Luar biasa menjadi ibu Bhayangkari. Tetap harus menjaga nama baik keluarga besar Puteri Indonesia dan tanggung jawab menjaga nama baik Bhayangkari," tutur

Ia tak menampik menjadi lebih kalem dari biasanya, terutama saat menyampaikan informasi di media sosial. Ia tak serampangan curhat karena sadar tak semua orang bisa memahami pesan yang disampaikan sebaik saat berbicara secara langsung.

"Banyak yang bilang, “makin kalem?” Ya kalau depan umum begitu. Jaga sikap deh tergantung sama siapa," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading