Sukses

Cermin Gila di Negeri Gilabeh, Lakon Brigade Orgil Panggung Indonesia Kita

Liputan6.com, Jakarta Sulitnya membedakan antara yang waras dan yang gila mendominasi keseluruhan cerita panggung Indonesia Kita ke-29 berlakon "Brigade Orgil". Dalam gelaran yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat (10/8/2018), sang sutradara dan penulis skenario Agus Noor ingin mengajak penikmat teater pop ini merasakan kegilaan di sebuah negeri yang berjuluk Gilabeh (dari kata gila kabeh alias gila semua).

Tak ada yang mau menjadi pemimpin atau pejabat di negeri ini hingga dengan siasat yang rapi mendadak ditetapkan seorang yang dipaksa harus memimpin meski asal-usul dan riwayatnya tak jelas. Belakangan diketahui dia orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa.

Di tengah kegilaan, orang gila menjadi bisa menjadi tampak tak gila. Sebaliknya, orang yang tak gila justru terlihat gila. Ajaibnya, pemimpin dadakan ini punya ide-ide cemerlang dan gagasan yang mentes yang justru diterima semua orang. Dalam sejarah Negeri Gilabeh, baru kali ini rakyat merasa sejahtera.

Namun celakanya, banyak pesaing pemimpin ini ingin seperti dia. Mereka menganggap dengan kegilaan bakal dicintai rakyat. Lalu bersaing dan ikut-ikutan menjadi gila. Mereka bahkan membentuk kekuatan dan barisan yang setiap anggotanya harus gila lebih dulu untuk mendapatkan sertifikat atau kartu anggota Brigade Orgil.

Lewat parodi ini kita seolah diajak untuk sadar diri betapa panggung politik kerap membuat orang menjadi tidak waras lagi. Orang menghinakan dirinya tanpa merasa hina lagi. Menuduh orang melakukan perbuatan nista yang sebenarnya dilakukan dirinya sendiri. Akankah Anda dan kita semua akan ikut arus kegilaan ini juga? Adakah yang masih bertahan dengan akal sehatnya?

2 dari 3 halaman

Dengan IKJ

Gelaran Indonesia Kita yang sudah mementaskan 28 kali panggung pertunjukkan sejak 2011 dengan berbagai lakon kali ini (pentas ke-29) berkolaborasi dengan institusi pendidikan. Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (FSP IKJ) tepatnya yang tertarik bekerjasama dan disambut baik sang sutradara, Butet Kartaredjasa.

Bermula dari keinginan Dekan FSP IKJ, Lusiati Kusumaningdiah yang ingin menghadirkan suatu pertunjukan bersama antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di fakultas seni pertunjukan menjelang 50 tahun IKJ pada 2020 mendatang.

"Indonesia Kita sudah berpengalaman dalam mementaskan berbagai pertunjukan dan mampu menggalang penonton. Bagi kami ini merupakan hal positif. Kami ingin mahasiswa FSP IKJ memahami dan melakukan kerja profesional di bidang kesenian, karena selama saya kuliah di IKJ sejak 1984 sampai saat ini, belum pernah terjadi pertunjukan yang mengatasnamakan fakultas,"ujar Lusiati.

Dosen Senior FSP IKJ Gandung Bondowoso yang juga bertindak sebagai tim kreatif menyebutkan, kolaborasi mahasiswa, alumni dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan IKJ dengan pemain profesional Indonesia Kita merupakan kesempatan baru untuk bekerjasama. Melalui momen ini, para mahasiwa akan mendapatkan berbagai pengalaman dan wahana baru, khususnya berteater di luar mazhab realis. Mahasiswa perlu tahu bahwa di luar pakem realis itu ada jenis-jenis mazhab teater yang lain,"ujar Gandung.

Ajakan berproses bersama FSP IKJ merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia Kita,kata Butet. "Apa yang menjadi semangat kami untuk menjadikan Indonesia Kita sebagai laboratorium kreatif semakin bervariasi. Kerja bersama institusi pendidikan akan menjadi berbeda dalam pentas Indonesia Kita ke-29 ini di mana Indonesia Kita dapat dilihat dari sudut pandang akademis,"ujar Butet.

 

 

3 dari 3 halaman

Kocak dan Ironi

 

 

Bakal dipentaskan tiga kali, lakon Brigade Orgil akan tampil lagi pada Sabtu, 11 Agustus 2018 - Pukul 14.00 WIB dan Pukul 20.00 WIB.

Venue : Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta.

Tim Kreatif : Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto; Gandung Bondowoso

Naskah ; Sutradara : Agus Noor

Pengatur Laku : Joseph GintingS

Penata Musik : Jalu Pratidina & Anusirwan

Penata Tari : Hanny Herlina

Pemusik & Penari : FSP Institut Kesenian Jakarta.

Artistik : Ong Hari Wahyu

Pendukung : Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Mucle Katulistiwa, Nungki Kusumastuti, Inayah Wahid, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Bedu, Ence Bagus, Bowo GP, Joseph GintingS dan Mahasiswa FSP IKJ.

HTM Brigade Orgil: PLATINUM Rp. 750.000 VVIP Rp. 500.000 VIP Rp. 300.000 BALKON Rp. 150.000

Reservasi Tiket: www.kayan.co.idwww.blibli.com

Informasi: Kayan Production & Communications0856-9342-7788 / 0895-3720-14902 / 0813-1163-0001

Loading
Artikel Selanjutnya
Toean Besar, Sajian Teater yang Mengundang Tawa Hingga Akhir