Sukses

Enaknya Dimanja Japan National Tourism Organization

Liputan6.com, Jakarta Lima hari perjalanan ke Hokkaido, Jepang bersama Japan National Tourism Organization (JNTO) usai sudah. Dari 18 sampai 22 Juli, dua wartawan, dua blogger dan satu penyiar radio dibawa JNTO menuju ke wilayah paling utara negeri "Matahari Terbit".

"Kami ingin agar semua orang tahu juga bahwa di musim panas begini, Hokkaido juga indah untuk dikunjungi. Biasanya kan orang berpikir ke tempat ini indahnya saat musim dingin (winter),"ujar Nova Auliatun Nisa dari JNTO Indonesia, Senin (17/7/2017).

Turne yang dijuluki "JNTO Indonesia Media FAMTrip" ini menjadi kesempatan bagi Liputan6.com untuk mengeskplorasi wilayah Kota Otaru, Asahikawa, Biei, Furano, dan Sapporo yang menjadi Ibu Kota Prefektur (terbesar) Hokkaido, Jepang.

Perjalanan yang padat menjadi menyenangkan bersama Japan Airlines (JAL). Selama 10 jam lebih perjalanan menuju Bandara Narita kami dibawa dengan pesawat besar Air Bus Boeing 767 - 300 kelas ekonomi JAL Sky Suite. Meski kelas ekonomi, tempat duduk terasa lega baik lebar (48 cm) tempat duduknya maupun jarak tempat duduk depan dengan di belakangnya yang bisa mencapai 10 cm.

"Jadi kalau ada penumpang yang duduknya di dekat jendela dan mau keluar, penumpang sebelahnya tidak perlu berdiri,"ujar Supervisor JAL Indonesia, Yudi Parama.

Pengaturan tempat duduk model baru dibuat seramping mungkin, nyaris 3 cm ketebalannya sehingga ruangan bisa dibuat lega. Sementara jarak antar tempat duduk 7 cm. Jadi total, ada 10 cm untuk jarak antara tempat duduk satu dengan yang di belakangnya. Kolong tempat duduk di bagian bawah pun terasa lega sehingga Anda bisa meletakkan barang di bawah tempat duduk.

Dilengkapi panel monitor selebar 10,6 inch, colokan listrik AC (AC power outlet), USB port, dan aksesori holder tempat duduk ini makin komplit dan membantu Anda untuk bekerja sambil berkendara. Anda bisa meletakkan barang apa saja di depan tanpa perlu bingung bakal penuh barang hanya ada di satu kantong. Bahkan Anda bisa mengecas ponsel atau alat elektronik yang Anda bawa.

Tak cukup di situ JNTO Indonesia memuaskan kami para traveler. Di Bandara Shin Chitose seusai turun dari pesawat, kami dijemput bus besar yang bisa memuat 45 penumpang, padahal kami hanya berenam. Jadi, kami bisa duduk lega di mana saja dan selonjoran kaki sesuka hati. Tak cukup sampai di situ, kami juga dibawa ke hotel yang nyaman dan menempati kamar, satu orang satu kamar. Buat saya ini luar biasa. Karena biasanya para pengundang untuk acara-acara seperti ini akan minta kami untuk tidur di kamar berdua-dua.

Bahkan untuk menunjang kegiatan kami selama perjalanan empat hari ke depan hingga 22 Juli, setiap orang dipinjami wifi router (Japan Global Network Unlimited 4G Portable WiFi) dengan bandwtih unlimited yang bisa dibagi dengan 10 orang maksimal. Kekuatan download mencapai 154 Mbps. Luar biasa, kata teman-teman seperjalanan.

"Kita bisa download video nih,"ujar Dwi Santoso, salah kawan blogger berseru sambil bercanda. Sebenarnya kalau Anda menghilangkan salah satu perangkat, misalnya batere-nya saja, Anda harus mengganti 2.000 dollar. Nah, kebetulan satu orang teman ketinggalan kabel untuk cas dan tidak didenda sepeser pun.

Michiko Sasayama, tour leader kami menyebutkan, setidaknya dia harus bayar 2.000 Yen untuk sewa alat ini setiap harinya. Dan kami para tamu bebas menggunakan tanpa bayar.

Berkeliling Hokkaido

Perjalanan mengelilingi sepertiga Prefektur Hokkaido dimulai dengan mengunjungi Kota Otaru yang terkenal dengan kanalnya. Lalu mengunjungi Museum Kotak Musik dan Jalan Sakaimachi Dori. Di tempat ini kami bisa belanja apa saja. Makan, minum, pakaian, suvenir dengan segala macam ragamnya. Sampai akhirnya kami makan siang di Restoran Donburi Chaya yang menyediakan tempat salat serta makanan halal.

Perjalanan berlanjut menuju Kota Asahikawa. Kami langsung menuju Kebun Binatang Asahiyama dan menikmat binatang-binatang nan lucu. Menginap di salah satu hotel yang cukup bagus di Kota ini kami menikmati malam dengan bersantap di salah satu bar ala Jepang di Kota ini.

Esoknya pagi-pagi pukul 06.00 kami bangun, mandi, makan, lalu bersiap pukul 07.55 menuju ke lokasi selanjutnya di Kota Biei yang terkenal dengan ladang-ladang gandum dan kedelai (edamame). Kami menikmati taman bunga atau disebut Shikisai-no-Oka yang memberi kami pemandangan indah bunga warna-warni bak karpet yang menghampar di ladangnya seluas 15 hektare. Perjalanan berlanjut menuju Kota Furano. Kami mampir di Tomita Farm, sebuah ladang sekaligus pabrik bunga lavender yang juga menyediakan berbagai hasil olahan bunga pengusir nyamuk ini seperti minyak wangi, cheese cake lavender, es krim maupun sabun dan koleksi bunga kering milik Tomita Farm.

Berakhir di Hotel New Furano Prince, kami beristirahat. Karena di dekat Hotel terdapat toko-toko suvenir yang berada di hutan pinus, kami dibawa ke sana seusai melakukan check in. 15 toko dengan berbagai seniman pahat, ukir, lukis menunggui pondok-pondok yang dibuat eksotis. Kami menikmati suasana syahdu hutan yang dingin.

Kota Sapporo menjadi tujuan akhir kami. Inilah Ibu Kota Prefektur Hokkaido. Kami mampir di pabrik cokelat yang dikenal dengan nama Shiroi Koibito Park, ke pasar ikan Nijo Market, mengunjungi taman Odori (Odori Park), melihat Sapporo TV Tower dan Menara Jamnya yang terkenal serta menikmati bir di Festival Bir.

Malamnya kami berjalan-jalan ke Gunung Moiwa menikmati gemerlapnya Kota Sapporo di malam hari dari atas gunung menggunakan rope way atau gondola. Ini hari terakhir kami berada di Jepang karena esoknya kami akan bertolak ke Jakarta kembali. Semoga di musim dingin kami bisa kembali ke tempat ini lagi. Sayonara!

Simak juga video menarik berikut ini: