Sukses

Kisah Pengakuan Wanita Transgender di Pesta Prom

Liputan6.com, Jakarta Berbagai pemberitaan seputar transgender dari seluruh dunia jadi inspirasi bagi banyak orang di luar, terutama jika merasakan nasib yang sama. Seperti yang dialami remaja lelaki berkebangsaan Argentina bernama Juan.

Selama 17 tahun atau semasa ia hidup, Juan mengaku tidak pernah mengidentifikasikan jenis kelaminnya. Sampai akhirnya tiga tahun lalu ia mendengar tentang transgender.

Juan adalah remaja pria yang tampan (Foto: dailymail.co.uk)

Menyadari kurangnya kesadaran terhadap isu transgender di negaranya, Juan bertekad memelajari dan mendalami seputar kehidupan transgender. Ia berharap suatu saat bisa berbagi kisah hidup dan membuat transgender diakui di tempat lahirnya.

Tiga tahun berlalu, akhirnya, Juan merasa ini waktu yang tepat untuk membuka identitas aslinya. Ia memilih momen prom atau pesta kelulusan SMA dan berdandan seperti teman-teman perempuannya. Untuk pertama kalinya, Juan pun berganti nama menjadi Juana Sosa dan ia resmi menjadi transgender.

Juana memilih blazer dan palazzo hitam sebagai busana prom. (Foto: Dailymail.com)

Tak ingin menyia-nyiakan momen sekali seumur hidupnya, Juana merekam semua detail terutama transformasi wajahnya dari polos sampai pangling yang di-posting di YouTube.

Dimulai dari kasur, ia menunjukkan wajah aslinya tanpa riasan. Selanjutnya, ia sudah berada di mobil bersama sang ayah dan menjelaskan mereka akan pergi ke salon untuk makeover wajah dan rambut.

Juana terlihat lepas, begitu juga dengan sang ayah yang tak pernah melepas senyum dari wajahnya. Apakah sang ayah benar-benar merelakan anak lelakinya menjadi seorang gadis?

Saat sedang menerka pikiran sang ayah, video sudah berubah dengan wajah Juana yang sedang dioles foundation pertama untuk memulai transformasinya menjadi seorang gadis jelita. Sampai akhirnya ia sudah berada lagi di dalam mobil dan menunjukkan wajah cantik dengan mimik sensual.

"Saat mulai menyadari apa yang terjadi dalam diriku, aku berjanji akan melakukan perubahan fisik untuk menunjukkan pada orang-orang aku ini wanita," papar Juana seperti dilansir dari dailymail.com, Senin (21/12/2015).

Juana merasa beruntung dengan perlakuan teman-teman serta keluarga yang bisa menerima dirinya apa adanya. Namun ia punya konsentrasi lebih untuk memberi banyak informasi tentang transgender di negaranya.

Gejolak tersebut sebenarnya sudah tak tertahankan untuk diungkapkan sejak usianya 15 tahun. Juana selalu membayangkan ia merayakan ulang tahun ke-15 dengan wujud seorang gadis. Ke salon mempercantik diri.

Ia pun tak pernah menyesali jika hal itu tak terjadi pesta ulang tahun ke-15. Sebab, menurutnya skenario untuk tampil sebagai seorang gadis dalam pesta perpisahan sekolah lebih brilian.

"Prom adalah acara terakhir yang pernah aku miliki di akhir masa remaja. Jadi di malam itu juga aku memutuskan untuk membuat malam baptis dan mengganti nama menjadi Juana," lanjutnya.

Padahal, Juana menganggap prom hanyalah malam untuk bersenang-senang dengan teman-teman, namun ia kembali pada tujuan untuk membela kaum transgender di Argentina.

Jika sang ayah mengantarkan Juana ke salon untuk mempercantik diri dan membuat tata rambut lurusnya makin menawan, sang ibu menyiapkan pakaian pertamanya tampil sebagai seorang gadis.

Sang mama memilih palazzo dan blazer hitam berbahan satin serta mirror print t-shirt. Tubuhnya yang jenjang ditopang sempurna dengan chunky heels hitam.

Juana memutuskan untuk membuka identitas aslinya saat pesta kelulusan dan ia tidak menyesalinya (Foto: dailymail.co.uk)

Dalam video, Juana terlihat menikmati pesta prom bersama teman-teman perempuannya. Ia bersulang, berdansa, dan bercanda lepas. Terlihat ia melepaskan segala beban yang dirasakannya selama bertahun-tahun.

Selain penerimaan teman-teman, respon positif dan dukungan keluarga yang didapat Juana juga merupakan penyempurna kebahagiaannya. Menurutnya, tidak semua transgender bisa seberuntung dirinya. Meski begitu, kekhawatiran terbesar masih membayanginya.

Juana terlihat begitu menikmati malam transformasinya dengan berdansa, bercanda, dan bersulang dengan teman-temannya (Foto: dailymail.co.uk)

"Aku merasa beruntung, tetapi aku dilanda stres karena aku harus meneruskan perjuangan kaum transgender di Argentina. Sebab di sini orang banyak yang tidak tahu tentang hal tersebut," ujarnya cemas.

Juana pun tak berhenti berterimakasih pada orang terdekat dan teman-teman yang mendukung keputusannya sejak dalam masa transisi hingga menunjukkan jati diri yang sebenarnya.

Dukungan Juana menjadi penyempurna kebahagiaannya. Bahkan sang ayah rela mengantar ke salon dan sang ibu menyiapkan pakaiannya (Foto:dailymail.co.uk)

"Sebenarnya ada beberapa selebriti transgender di Argentina tetapi mereka tidak membawa informasi yang diperlukan oleh orang banyak. Aku benar-benar ingin menjadi agen informasi untuk transgender," pungkas penggemar model transgender Anreaja Pejic yang akan mengikuti langkah idolanya tersebut menjadi calon model.