Sukses

Museum Louvre Dibantu Jutaan Euro untuk Restorasi Ruangan

Liputan6.com, Paris Museum Louvre adalah salah satu museum bersejarah terbesar di dunia. Menempati lahan seluas 60.600 meter persegi, Museum yang terletak di kota Paris ini memiliki koleksi hampir 35.000 objek hingga saat ini. Louvre pertama kali dibuka sebagai museum pada tahun 1793. Sebelumnya bangunan tersebut adalah bagian dari Istana Louvre tempat tinggal Raja Louis XIV yang kemudian pindah ke Istana Versailles.

 

Salah satu bagian yang terkenal dari museum ini adalah bangunan piramida kaca yang menjadi pintu masuk pengunjung ke Louvre. Selesai dibangun pada tahun 1989, piramida kaca ini mengantakan pengunjung pada sebuah lobby.

 

Bertempat di lobby tersebut pada Selasa (17/6/2014), sebuah gala dinner dibuat untuk merayakan proyek restorasi ruang decorative arts di Louvre. Seperti dilansir dari Women’s Wear Daily, Jumat (20/6/2014), proyek restorasi tersebut didanai oleh merek jam tangan mewah asal Swiss, Breguet. Breguet berdiri sejak tahun 1775. Pendirinya adalah Abraham-Louis Breguet.


 

Sejak dulu, merek jam tangan ini memiliki klien-klien ternama. Ratu Prancis yang terkenal dengan gaya hidup mewahnya dan kematiannya yang dipancung, Marie Antoinette, adalah salah satu pelanggan Breguet.

 

Dalam jamuan makan malan itu, Jean-Luc Martinex, Direktur Louvre, menjelaskan bahwa proyek restorasi ini dilakukan pada beberapa ruang utama yang didedikasikan pada Louis XIV. Menceritakan latar belakang dari proyek tersebut, Martinex menyebut bahwa co-founder Breguet, Nicolas Hayek, bersahabat dengan Direktur Louvre sebelumnya, yakni Henri Loyrette.

 

Acara ini dihadiri oleh 300 tamu dan penampilan penyayi sopran muda Polina Pasztircsak, pemenang Geneva International Music Competition 65, menjadi teman santap malam tamu. Untuk proyek restorasi yang dimulai sejak tahun 2011 ini, label Breguet mendonasikan dana jutaan euro.